Money Parenting: Panduan Mengajarkan Keuangan Untuk Anak

Apa sih money parenting? Mungkin ada yang awam tentang istilah tersebut. Apalagi yang belum menikah kayak aku. 

Biarpun belum menikah, kita harus mengetahui cara mengelola keuangan dengan mudah. Apalagi menyiapkan keuangan untuk masa depan si kecil agar lebih cerah.

Buat yang sudah menikah, lekas menyiapkan rencana keuangan si buah hati. Biar mereka tak kesulitan saat besar nanti.

Tips memulai money parenting untuk anak

Intinya, money parenting adalah sebuah panduan orang tua mengajarkan anak tentang tanggung jawab terhadap uang yang dimiliki sekaligus mengajarkannya untuk mencapai kesuksesan finansial.

Nah, setiap orang tua tentu memiliki money parenting tersendiri, panduan mengajarkan keuangan untuk anak. Apa saja sih?

Ketahui Kepribadianmu Mengelola Keuangan

Aku percaya setiap orang pasti memiliki gaya dalam berkehidupan, termasuk cara mengelola keuangan sejak dini. Seperti yang dibilang Benjamin Franklin. Bapak pendiri Amerika Serikat itu mengatakan, “If you fail to plan, you plan to fail.” 

Mumpung kita masih muda, apalagi yang belum menikah, segera belajar tentang mengelola keuangan sejak dini. Jika kita sudah terbiasa mengatur keuangan, hidup akan terpola, bahkan lebih mudah mengajarkannya kepada anak.

Sebagai permulaan, ada tes kepribadian pengelolaan keuangan yang bisa kita coba. Tes ini akan menunjukkan sikap dan keyakinan Anda dalam pengetahuan finansial. 

Begitu juga gaya mengajarkan pengetahuan kepada orang lain ke dalam aktivitas sehari-hari. Tak terkecuali tujuan money parenting Anda. Seberapa kompeten Anda dalam finansial hingga menumbuhkan uang tersebut.

Eitsss. Jangan buru-buru. Sebelum membaca lebih lanjut, silakan dicoba tes kepribadian tentang keuangan tersebut. Sebentar kok. Nggak sampai 5 menit.

Jangan lupa bagikan hasil tes kepribadian tentang mengelola keuangannya. Biar yang lain juga tahu. Termasuk kalau kalian ingin mengetahui tips-tips tentang pengelolaan keuangan, bisa mendaftarkan dengan menulis nama dan surat elektronik (e-mail) di situ.

Tes Kepribadian Money parenting

Ajarkan Anak Tentang Pentingnya Uang

Di dunia ini, siapa sih yang nggak butuh uang? Bullshit aja kalau ada yang ngomong nggak. Bahkan ada pepatah bilang, “Uang bukan segalanya. Tapi segalanya butuh uang”. Kalimat yang tak asing dan realistis, bahkan hingga sekarang.

Sebagai calon dan yang sudah menjadi orang tua, kita bisa mengajarkan anak tentang uang. Caranya, bisa memakai jenis permainan seperti monopoli.

Permainan ini akan mengajarkan anak berkenalan dengan uang. Orang tua bisa menjelaskan kepada anak tentang cara menggunakan uang dalam kehidupan sehari-hari. Cara ini akan menyenangkan bagi anak.

Atau bisa juga mengajak anak berbelanja. Saat anak minta mainan macam-macam, beritahu si kecil tentang pentingnya nilai uang.

Cara ini bisa dikombinasikan terutama memberikannya sesuatu setelah menyelesaikan tugas tertentu. Misal saat anak peringkat 1 di kelas, orang tua akan memberikan sepatu baru. Atau setiap membantu tugas ibu di rumah, akan diberikan kompensasi berupa sejumlah uang.

Nah, uang ini harus ditabung. Di akhir bulan, bisa dibelikan sesuatu yang anak mau, seperti voucher game atau lainnya. Jadi ingat video viral seorang anak, Gehan Restanio Ramadhantyo, yang rela jadi office boy di kantor ayahnya ini. 

Jadilah Contoh Bagi Anak

Sebagai orang tua, kita akan dilihat setiap hari oleh anak. Termasuk bagaimana mencari, mengelola, hingga menghabiskan uangnya. 

Jangan sampai anak hanya melihat orang tua yang menghabiskan kekayaannya, termasuk membelikan segala sesuatu buat anaknya. Ya tidak salah sih memanjakan si anak. Tapi ya harus wajar sesuai kemampuan, sekaligus demi mempersiapkan masa depannya.

Orang tua juga harus jujur dalam membuat rencana keuangan, termasuk berinvestasi dan menyiapkan asuransi diri. Si anak juga bisa dilibatkan dalam setiap keputusan, apalagi yang terkait mengeluarkan uang. Intinya, biar anak bertanggung jawab terhadap apa yang dimiliki, meski uang masih milik orang tuanya.

Ajari Menabung Hingga Investasi

Saat si kecil sudah mulai bisa diajak bicara, ajarkan anak tentang pentingnya menabung. Orang tua bisa menjelaskan berapa banyak uang yang bisa mereka gunakan dan berapa banyak yang mereka sisihkan untuk menabung.

Agar anak tertarik dan terbiaa menabung, orang tua bisa membelikan celengan dengan bentuk menarik. Sekaligus menetapkan kapan anak harus memasukkan uang miliknya ke celengan tersebut. Misalnya akhir pekan.

Ajarkan anak tentang pentingnya uang

Atau karena perbankan sekarang sudah marak membuat bank digital, anak bisa diperkenalkan untuk menabung meski masih akun orang tuanya. Jika sudah cukup usia, dana tersebut bisa dialihkan ke rekening dana pribadinya.

Bisa juga mengenalkan anak dengan produk investasi, seperti emas, deposito, reksa dana hingga saham. Atau produk investasi sekaligus asuransi, seperti unitlink. Orang tua juga perlu menyiapkan proteksi seperti asuransi agar masa depan anak tak suram. 

Coba Membantu Peduli Sesama

Uang tidak dibawa mati. Memang benar. Meski dalam beberapa kepercayaan, ada yang memasukkan harta benda dalam liang lahatnya.

Apakah termasuk harta dunia seperti uang, tanah, perhiasan dan lainnya? Iya, tapi ada cara dan ilmunya. Yakni dengan cara disedekahkan.

Ajarkan anak untuk menyisihkan hartanya untuk beramal. Bisa memberikannya uang untuk dimasukkan ke kotak amal atau mengajaknya ke panti asuhan. Bisa dengan memberikan barang-barang yang tidak dipakai atau memberikan barang baru kepada anak-anak yatim piatu. 

Karena kita tahu, sedekah jariyah ini akan menjadi amalan saat kita meninggal dunia sewaktu-waktu, selain ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh. 

Tiba-tiba aku teringat kutipan salah satu orang terkaya di dunia sekaligus pendiri Microsoft, Bill Gates yang bilang, “Jika Anda lahir miskin, itu bukan kesalahan Anda. Tapi jika Anda meninggal miskin, itu kesalahan Anda“. 

Mulai sekarang, belajarlah tentang keuangan serta ajarkan anak tentang pengaturan keuangan.

Perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie dalam buku MoneySmart Parent, Panduan Praktis Perencanaan Keuangan Orangtua Baru bilang, ubahlah pepatah lama, “Banyak anak banyak rezeki” dengan menjadi “Banyak anak, perbanyak investasi.”

Yuk jadi orang tua cerdas dengan money parenting biar masa depan anak dan kita tidak pening.

Money parenting untuk anak

24 pemikiran pada “Money Parenting: Panduan Mengajarkan Keuangan Untuk Anak”

  1. kayaknya aku juga mesti banget nih belajar ginian, walau belum nikah dan punya anak. soalnya pasti pada praktiknya emang beneran susah ya kak kalau ga punya dasarnya.

  2. Money parenting ini penting banget. Saya pribadi yang tidak pernah mendapatkan pendidikan soal cara mengatur uang, baik dari orang tua maupun dari sekolah, akhirnya sampai sekarang merasakan efeknya. Betala sulitnya saya dalam mengelola keuangan. Semoga hal ini tidak saya teruskan pada anak-anak saha kelak.

  3. Yang paling sering kita lupakan adalah menjadi contoh yang baik bagi anak. Sering mengajarkan anak untuk hemat dan bertanggung jawab sementara kita selalu boros dan tidak kontrol saat belanja

  4. Aku juga sudah mulai spill money parenting ke anak-anak sejak dini. Karena terbiasa mengatur keuangan sejak dini bakal lebih mudah mengaplikasikannya hingga dewasa kelak. Selain mengajari menabung, dan investasi, penitng juga mengajari sedekah dan membnatu sesama.

  5. Anak itu memang harus diajarkan mengenai pentingnya uang, ya. Bahwa uang akan lebih baik jika di tabung, tidak boros, dan dibelikan untuk hal yang bermanfaat.

  6. Mungkin mirip-mirip dengan literasi keuangan ya.. tapi jangan sampai berlebihan memanfaatkan anak untuk mencari uang dengan alibi mengajarkan pendidikan keuangan pada anak..

  7. Penting banget money parenting pada anak.
    Mengajarkan menabung aja masih kurang kalau untuk anak sekarang ya, kudu diajarkan mengelola uangnya juga. Tantangan jadi orang tua, tapi asyiknya sekarang banyak ilmunya.

  8. Setuju. Menikah atau belum, soal management keuangan sebaiknya kita mengetahuinya. Karena mau menikah atau tidak, tetap masalah keuangan menjadi hal penting dalam kehidupan sehari-hari kita

  9. Bener kok, banyak anak banyak rezeki. Tapi ungkapan itu belum lengkap. Yang lengkapnya: banyak anak banyak rezeki YANG HARUS DICARI. Hehe…. Semangat, Para (Calon) Orangtua!

  10. Tentang keuangan dan pengelolaannya memang harus diajarkan ke anak sedini mungkin. Agar mereka tahu betapa pentingnya keuangan di jaman sekarang. Boleh banget kalau punya banyak anak, tapi kita sebagai orang tua juga harus banyak investasi.

    Selain itu, jangan sampai lupa ya, bahwa sedekah dari harta benda kita, Insya Allah akan menjadi amalan yang baik di akhirat kelak.

  11. Money parenting ini memang perlu, buat yang sudah berkeluarga apalagi yang sedang otw ke pernikahan. Biar punya bekal juga ya dalam pengelolaan keuangan yang nantinya akan diteruskan ke generasi selanjutnya.

  12. Memang mempelajari tentang literasi keuangan harus dimulai sejak dini. Soalnya manfaatnya ini gak main2 juga. Ilmunya akan terus terpakai sampai dewasa. Cara mempelajari literasi keuangan untuk anak-anak memang harus pakai cara yang mudah dipahami dan menyenangkan.

    Sepakat juga dengan kalimat, “banyak anak, banyak investasi” karena emang ini yg akan penting sampai anak dewasa dan bisa mandiri juga.

  13. Salut saya sama orang tua yang mau menggembleng anaknya mengerjakan sesuatu yang halal dan baik meski dipandang sebelah mata
    Sebab kelak dewasa tidak selamanya akan berada di zona nyaman terus

  14. Uang memang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Dan emang sedari dini, anak harus diajari mengelola keuangan.
    Aku yang kuajarkan ke anakku tuh kalau belanja dibatasi, enggak semua yang dia pengen bisa dibeli karena uangnya terbatas. Selain itu aku juga ngajarin dia nabung.

  15. saya ikutan test nya nih setelah baca artikel ini dan hasilnya ternyata saya seorang fasilitator yang percaya akan pentingnya keamanan finansial, dan beberapa bimbingan diperlukan. saya juga mau coba tes ini ke pasangan saya, hehe

  16. Pola pendidikan orang tua kepada anak termasuk dalam hal manajemen keuangan tentunya akan mempengaruhi perkembangan anak sampai dewasanya, untuk itu, memang sepakat sich pentingnya orang tua dalam memberikan teladan dan pengajaran terbaik, termasuk dalam hal money parenting, agar anak siap menjadi dewasa dengan manajemen keuangan terbaik versinya

  17. Eeeehhh ternyata bisa ya kita mencari tahu bagaimana sih hubungan kita sama uang lewat tes. Iya sih ya, mengajarkan bagaimana mengelola keuangan ke anak itu penting banget karena mendapatkan dan mengeluarkan uang mungkin mudah, mengelolanya itu butuh banyak ilmu.

  18. Buku-bukunya Prita Hapsari Ghozie wajib banget lho buat yang mau belajar perencanaan keuangan, termasuk belajar mengelola keuangan. Aku dari buku pertamanya udah punya dan sampai koleksi.

  19. kalo saya udh ngenalin cara dapatin uang ke anak, misal dgn dia bantuin saya kerja dgn jd model fotonya, nanti saya kasih fee, plus saya jg suka sharing and ngobrol pas lagi mau invest LM

  20. Pepatah lamanya diganti aja jadi, ‘banyak anak banyak rejeki melalui investasi’, hehe.. Memang sih money parenting tuh kudu diterapkan dari sekarang, supaya anak juga bisa ngerti lebih dini, walau pun pelan-pelan yah.

  21. Akutu minim banget literasi keuangan, sehingga ketika memiliki anak, juga mewariskan hal yang aku yakini dan pastinya gak ideal bagi praktisi keuangan. Jadi sebenernya, harus banget belajar finansial planning dari kecil. Sehingga anak bisa paham how to earn money, how to spend money dengan cara yang bijak.

Tinggalkan komentar