SINGTEL1 scaledSumber: www.businesstimes.com.sg
Sumber: www.businesstimes.com.sg
Sumber: www.businesstimes.com.sg

Singapore Telecom (Singtel) akan menghabiskan US$ 1,8 miliar untuk mengambil saham Intouch di Thailand dan meningkatkan pangsa pasar di Bharti India untuk mendorong akses pasar ponsel terus berkembang di Asia dan Afrika.

Singtel kelompok telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara mengakuisisi 21 persen saham Intouch dan menambah 7,39 persen saham di Bharti Telecom yang juga menjadi salah satu investasi Temasek.

“Ini kesempatan unik bagi kami untuk memperdalam hubungan kita dengan dua pemimpin pasar yang besar,” kata Kepala Eksekutif Singtel Chua Sock Koong dalam sebuah pernyataan.

Intouch pemegang saham terbesar di operator seluler terkemuka Thailand Advanced Info Service (AIS). Bharti Telecom Limited merupakan perusahaan induk dari Bharti Airtel, perusahaan telekomunikasi terbesar di India.

Dua operator memiliki basis pelanggan seluler gabungan lebih dari 380 juta orang di seluruh Asia dan Afrika.

Kartu perdana Singtel. Sumber foto: info.singtel.com
Kartu perdana Singtel. Sumber foto: info.singtel.com

Singtel juga memegang saham di operator seluler di Filipina dan Indonesia, serta memiliki anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki di Australia yakni Optus.

Temasek Holdings senang berinvestasi di Singtel, perusahaan telekomunikasi terbesar dalam portofolionya.

“Sebagai investor aktif, kami menyeimbangkan portofolio kami dari waktu ke waktu,” kata Kepala Telekomunikasi, Media, dan Teknologi Temasek Ravi Lambah.

Dalam sebuah catatan penelitian, Nomura mengatakan, peningkatan pasar di perusahaan telekomunikasi sejalan dengan strategi investasi Singtel saat ini dan akuisisi lebih lanjut tidak bisa dikesampingkan.

“Satu hal yang perlu diperhatikan yakni profil return menjadi tidak pasti di pasar,” kata Nomura yang mengakui kecenderungan kedua pasar masih bertumbuh.

“Namun pasar ini telah cukup stabil sehingga hal itu mungkin tidak mudah mengetahui bagaimana struktur pasar dan ekonomi akan berjalan dalam 10 tahun ke depan.”

Pekan lalu perusahaan menyatakan sedikit peningkatan laba bersih pada kuartal pertama menjadi SGD 944 (US$ 702 juta) karena kenaikan pengguna data seluler dan kontribusi kuat dari investasi regional. Proses akuisisi akan selesai akhir tahun ini.

Sumber: AFP

By Didik Purwanto

Copywriter | Ghost Writer | ex Business Journalist | Farmer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *