Review The Escape of the Seven: War for Survival

Setuju nggak kalo uang tuh sumber masalah? Ada uang jadi masalah. Nggak ada uang pun lebih bermasalah. Terlebih lagi, karena uang pun bisa menjadikan keluarga, saudara hingga teman pun berselisih? Itulah yang terjadi pada review The Escape of the Seven: War for Survival.

review the escape of the seven

Konflik Kekuasaan Perebutan Warisan

Penulis buku fenomenal The Psychology of Money Morgan Housel berpendapat, selama ini kita diajarkan memperlakukan uang dalam cara-cara yang merujuk pada aturan dan hukum. Namun kita tidak diajari cara memperlakukan uang berdasarkan emosi dan nuansa.

Menurut dia, mengelola keuangan itu bukan hanya mengutamakan kemampuan matematis dan ekonomi semata. Tapi juga dibutuhkan kesadaran tentang mengatur gaya hidup dan menyadari tentang emosi kita terhadap uang.

Begitulah yang terjadi dalam Review The Escape of the Seven: War for Survival. Drakor yang diproduksi Studio S, salah satu cabang dari drama SBS ini yang bekerja sama dengan Chorokbaem Media.

Semua bermula dari kisah Bang Da-mi (Jung Lael) yang udah bahagia bersama ayah dan ibunya di sebuah kampung. Namun kebahagiaan itu terusik karena ia sebenarnya bukan anak kandung orang tua tersebut.

Akhirnya si ibu kandung, Geum Ra-hui (Hwang Jung-eum) menjemput Da-mi ke rumah orangtua angkatnya ini. Da-mi sebenarnya nggak rela meninggalkan orangtua angkatnya ini. Tapi dia mencoba menguatkan diri untuk tetap bahagia bisa bertemu dan tinggal bersama orangtua asli, meski cuman tinggal ibunya.

Masalah muncul saat Da-mi bersama ibu kandung tinggal di kota. Ternyata dia hanya diperalat untuk mendapatkan kekayaan dari sang kakek, Bang Chil-seong (Lee Deok-hwa). Sepertinya  Ra-hui ini hanya menantu. Jadi dia tidak berhak mendapatkan warisan dari sang kakek Da-mi ini. Tidak dijelaskan pula suami dari Ra-hui ini sejak awal sih.

Namun dalam perjalanan ceritanya, ternyata Da-mi ditinggal oleh Ra-hui di sebuah taman bermain. Mungkin kesal ditinggal suami dan harus mengurus anak seorang diri. Ditambah dia nggak punya materi untuk hidup sampai tua nanti.

Da-mi yang sakit-sakitan karena sempat dirawat di rumah sakit dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit, bahkan dipaksa untuk merengek minta agar mengucurkan dana untuk ibunya. Kebetulan ibunya punya agensi yang akan mengorbitkan artis baru dan film baru. Film baru ini dijanjikan keuntungan besar. Apakah Geum Ra-hui berhasil mendapatkan warisan itu?

Namun, tidak hanya berurusan dengan warisan, ternyata Review The Escape of the Seven: War for Survival lebih banyak mengulas tentang perebutan kekuasaan demi keuntungan diri sendiri. Kekuasaan di sini tidak hanya soal jabatan, tapi juga ingin meraup keuntungan secara kepopuleran hingga materi walau harus senggol bacok kanan kiri.

Sinopsis review The Escape of the Seven

Pemain Review The Escape of the Seven: War for Survival

Drama ini makin menarik karena melibatkan konflik dengan cerita pemain yang saling terkait. Tujuh orang pemain ini memiliki kisah berbeda tapi ujung-ujungnya ya sama, urusan kekuasaan yang kembali lagi, ujung-ujungnya duit.

Bang Da-mi

Seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku SMA. Ia ditinggalkan oleh ibu kandung sehingga diadopsi oleh pasangan nggak punya anak di sebuah kampung.

Kehidupannya yang tenang di kampung langsung berubah drastis saat di kota dan harus menghadapi kehidupan pahit. Ia sampe dituduh hamil hingga harus dikeluarkan dari sekolah.

Bang Da-mi

Ia bahkan harus rela dibunuh oleh orang-orang jahat di sekitarnya agar tidak mengusik kehidupan orang lain yang udah tenang dengan segala kekuasaan dan kelimpahan harta. Namun belum tahu nih endingnya apakah Da-mi benar-benar dibunuh atau ini hanya taktik sutradara untuk bikin plot twist di akhirnya.

Bang Chil-seong

Beliau adalah pimpinan Taeyang Investment Industry Development. Seorang kaya raya tapi hanya diketahui beberapa orang saja.

Awalnya dia nggak kasihan sama sekali dengan cucu semata wayangnya, Bang Da-mi. Bahkan dia hanya ngasih uang saku 100 won. Kalo dirupiahkan tuh cuman sekitar Rp 1.200 perak. Iya, cuman segitu.

Bang Chil-seong

Duh, si kakek sampe pelit banget deh kalo urusan kekayaan. Bahkan untuk cucunya pun hanya dikasih segitu. Pantesan aja anaknya juga ga dikasih, menantunya pun kagak. Ya akhirnya si menantunya ini yang mengoyak-oyak kehidupan kakek agar memberikan warisan ke satu-satunya cucu, Bang Da-mi.

Geum Ra-hui

Ibu kandung Bang Da-mi yang tega meninggalkan anaknya sejak dini. Namun 15 tahun kemudian, ia rela mencari anaknya dan memperalatnya untuk sebuah warisan dari sang kakek.

Geum Ra hui

Beragam cara ia lakukan untuk mendapatkan apa yang ia mau. Bahkan rela mengorbankan anak hingga membunuh sang kakek agar mendapatkan warisan.

Han Mo-ne

Konflik dari semua pemain drama ini juga berasal dari aktris ini (Lee Yu-bi). Seorang perempuan biasa yang berambisi menjadi idol di Korea. Apapun dilakukan demi mendapatkan impiannya.

Termasuk harus ‘tidur’ dengan pengusaha untuk mendapatkan pundi-pundi. Hingga harus terima konsekuensi hamil di luar nikah di saat dia masih sekolah.

Han Mo-ne

Dia sampe melahirkan di sekolah dan memanipulasi agar tidak menjadi kambing hitam dari semua yang dilakukan. Imbasnya, Bang Da-mi dikorbankan dan menuduh Da-mi lah yang hamil di sekolah. Termasuk memalsukan kehamilannya (karena dia sempat mau aborsi di rumah sakit) agar ia dapat audisi menjadi idol.

Cha Joo-ran

Cha Joo-ran (Shin Eun-kyung) adalah seorang dokter kandungan yang menjadi pacar kakek Bang Chil-seong. Ia sebenarnya berpacaran dengan Chil-seong bukan setulus hati tapi ya hanya ingin materi yang nggak akan habis tuh dimakan sampe mati.

Cha Joo ran

Dia bersekongkol dengan Geum Ra-hui untuk membunuh sang kakek, yang juga pacarnya sendiri. Kayaknya kelamaan deh kalo nunggu dia meninggal. Akhirnya ya rencana buruk dilancarkan.

Notaris akhirnya mengumumkan warisan. Cha Joo-ran dan Geum Ra-hui dapat rumah di Seongbuk-dong dan uang 10 juta dolar AS atau sekitar Rp 157 miliar. Lumayan lah daripada lu manyun. Wkwk.

Tapi apakah dua perempuan ini legowo setelah mendapatkan warisan itu? Cha Joo-ran nyeletuk. “Setelah dibagi dua dan bayar pajak, kita malah nggak dapat apa-apa.”

Kata si notaris, Bang Chil-seong sudah tidak memiliki gedung yang bisa diwariskan. Baru-baru ini juga dia membuang semua kepemilikan gedung dan tanah-tanahnya.

Gedung rumah sakit yang diberikan ke Cha Joo-ran adalah yang terakhir dimiliki. Kebetulan Cha Joo-ran ini adalah pujaan hati si kakek. Segalanya udah diberikan sebagai pengganti untuk mengurus sang kakek.

“Mungkin dia membuka rekening bank di Swiss.” Celetukan Cha Joo-ran emang sadis. Tapi bisa bener sih. Soalnya di Swiss tuh nggak ada pajak. Banyak perusahaan cangkang berdiri di sana dan nggak bayar pajak. Bisa jadi disembunyikan sih di sana.

Ya nasib. Begitulah kalo jadi orang jahat yak. Haha.

Lee Hwi-so

Lee Hwi-so (Min Young-ki) adalah ayah angkat Bang Da-mi yang berniat menyelamatkan anak angkatnya tapi malah kena fitnah seorang kapten polisi.

Dia dikasih obat dalam minuman sehingga berhalusinasi dan disangka membunuh anak angkatnya sendiri. Pas di penjara, seorang pengacara (yang ngakunya diminta kakek Bang Chil-seong) untuk membunuh kapten itu. Namun kakek kaget karena tidak merasa menyuruh demikian.

Lee Hwi so

Oleh sang kakek diminta datang ke sebuah taman. Eh mirisnya, si kakek malah bertemu Cha Joo-ran dan Geum Ra-hui yang endingnya sang kakek dijatuhkan dari sebuah jembatan.

Lee Hwi-so merasa dijebak atas pembunuhan anaknya dan kakek Bang Chil-seong.

Kang Ki-tak

Kang Ki-tak (Yoon Tae-young) awalnya menjadi sebuah kepala gengster yang disegani. Namun akibat suatu hal, dia akhirnya dipenjara.

Berkat tangan dingin Bang Chil-seong, dia diminta untuk membuat ‘drama’ dengan Lee Hwi-so. Ki-tak menyiram air panas ke muka Hwi-so dan membiarkan Hwi-so bisa dirawat di rumah sakit dan bisa menghirup kebebasan.

Kang ki tak

Plot twist-nya, sang kakek Bang Chil-seong ternyata masih hidup. Ia meminta Hwi-so dan dibantu Ki-tak untuk membalas dendam kepada orang yang telah menyakitinya.

Sang kakek pun memberikan segala kekayaannya untuk bisa membalas dendam tersebut. Sebagai ganti karena telah menyiakan cucunya, ia rela dipenjara untuk menggantikan Hwi-so. Di situlah ia menentukan strategi sekaligus mengawasi Hwi-so dan Ki-tak untuk pembalasan dendamnya.

Nam Chul-woo

Nam Chul-woo (Jo Jae-yoon) adalah seorang kapten polisi. Dia melakukan segala upaya untuk mempertahankan hingga menaikkan jabatannya sebagai kapten kepolisian.

Nam Chul-woo

Dia lah yang mengatur agar Lee Hwi-so menjadi tersangka pembunuhan Bang Da-mi sekaligus Bang Chil-seong.

Jo Yoon-hee

Jo Yoon-hee (Go Myung-ji) adalah guru Bang Da-mi dan Han Mo-ne. Sifatnya yang mata duitan, dia akan membiarkan siswanya untuk bertindak sesukanya asal memberikan upeti. Entah duit atau perhiasan asal membuat sang guru senang.

Jo Yoon hee

Akibat disuap Han Mo-ne, dia bisa tutup mulut soal kehamilan hingga saat Mo-ne melahirkan di sekolah. Bahkan dia yang selalu mendukung agar Da-mi menjado idol.

Masalahnya, Bang Da-mi juga pernah memergoki Jo Yoon-hee berhubungan dengan seorang lelaki di sekolah. Ini yang menjadi senjata agar Da-mi tidak dikeluarkan dari sekolah.

Min Do-hyeok

Min Do-hyeok (Lee joon) awalnya menjadi anak buah gengster Kang Ki-tak. Akibat ketidaksepahaman, akhirnya dia hengkang. Dia memiliki ibu yang bekerja di sebuah salon. Namun sang ibu diperlakukan dengan kasar oleh si pemilik salon tersebut.

Min Do-hyeok

Makanya, Do-hyeok rela bekerja apapun agar dapat membahagiakan ibu dan adiknya. Termasuk harus bergabung dengan gengster dari kelompok Yang Jin-mo dan melawan gengster dari Kang Ki-tak. Padahal Do-hyeok tidak tahu bahwa Jin-mo lah yang membunuh ibu dan adiknya ini.

Yang Jin-mo

Yang Jin-mo (Yoon Joong-hoon) menjadi kepala gengster sekaligus yang menghamili Han Mo-ne.

Yang jin mo

Matthew Lee

Matthew Lee (Um Ki-joon) adalah aktor pengganti Lee Hwi-so setelah operasi plastik demi memuluskan balas dendam ke tujuh orang yang pernah menyakiti sang kakek dan cucunya, Bang Da-mi.

Matthew lee

Sinopsis Review The Escape of the Seven: War for Survival

Di pertengahan cerita, Matthew Lee memiliki sebuah perusahaan teknologi, TikiTaka. Perusahaan ini bekerja sama dengan agensi milik Geum Ra-hui dan dikabarkan berinvestasi di perusahaan yang menaungi idol Han Mo-ne.

Dia menjadi sponsor utama untuk pagelaran jumpa fans Han Mo-ne yang diadakan di Pulau Jeju. Oh ya, jumpa fans ini digelar di sebuah hotel dan digelar tertutup, bahkan untuk staf hotel sekalipun. Jadi yang berpesta malam itu ya hanya fans Mo-ne sekaligus tujuh orang yang paling bertanggung jawab atas kematian Chil-seong dan Da-mi.

Dan masuklah tujuh orang yang diduga telah menyakiti kakek Bang Chil-seong dan Bang Da-mi.

Tujuh orang ini adalah Han Mo-ne, Geum Ra-hui, Min Do-hyeok, Yang Jin-mo, Cha Joo-ran, Go Myung-ji, dan Nam Chul-woo.

Awalnya, ada keributan di pesta jumpa fans Han Mo-ne. Yakni Joo Yong-ju (Kim Gi-doo) yang pernah menjadi anggota gengster Kang Ki tak dan pindah ke Yang Jin-mo. Ia menggoda Han Mo-ne sehingga memicu kemarahan dari fans Mo-ne. Ia akhirnya tewas di sebuah kolam renang. Tujuh orang itulah yang harus bertanggung jawab atas kematian Yong-ju.

Untuk menghilangkan jejak, mereka sepakat membuang mayat Yong-ju ke sebuah pulau dekat hotel. Naasnya, satu per satu fans Mo-ne yang ikut operasi pembuangan mayat ini tewas dan tersisa tujuh orang tersebut.

Akankah ketujuh orang ini berhasil selamat atas permainan yang dilakukan Matthew Lee? Apakah benar Bang Da-mi sudah mati? Apakah benar kekayaan Bang Chil-seong hanya segitu? Apakah warisannya ini akan dibagi? Bahkan ke pembantu yang membalaskan dendam itu? Lihat aja di aplikasi Viu ya.

Tidak peduli seberapa banyak modal yang Anda miliki. Jika seseorang yang tidak layak diberikan posisi, uang dan kerja keras Anda tidak akan bersinar pada akhirnya.

Bang Chil-seong

13 pemikiran pada “Review The Escape of the Seven: War for Survival”

  1. Melihat jajaran cast di The Escape of the Seven War for Survival sepertinya banyak yang tidak asing. Ternyata banyak pemain yang sama dengan di Penthouse, ya. Dan ternyata memang di bawah produksi yang sama ya dengan Penthouse dengan latar tentang keuangan dan kekuasaan.

    Sedang menunggu seperti apakah plot twistnya, terutama dengan nasib Bang Da-mi

  2. Film the escape ini memberikan banyak pelajaran buat kita. Pada akhirnya cinta cannkasih sayang merupakan barang berharga. Uang bukan di atas segalanua

  3. Menang harus right person in the right place in the right time. Jadi penting banget manajemen sumber daya manusia buat menempatkan seseorang supaya efektif dan efisien. Sudah seperti dosen manajemen belom sih? hehehe

  4. Uda sampai eps berapa skarang, ka Didik?
    Hihi.. aku cuma ngejer ada Lee Joon di drama The Escape of the Seven: War for Survival ini.
    Meski badai menghadang karena genre, tapi akan kuhadapi.
    Kajyaaaa~~

  5. Udah lama daku gak lihat aktingnya Jo Yoon-hee.
    Terakhir di drakor Lie To Me.
    Ternyata karakternya di sini nganeh tali termasuk konyol sih karena mata duitan wkwkwk

  6. Yang salah sih bukan uangnya, tapi orangnya, wkwk.. Nggak bisa atur emosi dan sikon. The Escape of the Seven: War for Survival seru deh buat ditonton. Pasti banyak pelajran yg bisa diambil.

  7. lumayan suka sih sama drakor si seven ini, hehehe. alur ceritanya bikin penasaran. siapa yang sebetulnya membunuh Dami, apakah mone? atau siapa yaaa. terus itu K itu siapa siihh?. aku ngerasain vibe nya drakor si seven ini sama dengan drakor penthouse. ofkors karena ada pemain penthouse di drakor seven ya, hahaha

  8. Wah ada pemain penthouse juga ya. Bener banget nih uang memang jadi sumber masalah. Tapi juga bisa jadi solusi jika digunakan dengan tepat. Drakor ini bisa jadi jalan untuk belajar ngatur keuangan nih

Tinggalkan komentar