kingsglaive

Review film Final Fantasy V: Kingsglaive begitu mengesankan. Biasanya saya selalu menonton film berdasarkan trailer atau rekomendasi teman atau rekomendasi situs cinema online. Namun kali ini saya memberanikan diri menonton film tanpa kesemuanya itu.

Alasannya cuma satu, ingin menonton film bagus dengan harga separuh. Hahaha..itu karena ada berita online tentang situs agregator belanja online, Shopback yang menawarkan diskon harga tiket hingga 50 persen. (Cerita ini akan dibahas pada tulisan terpisah ya)…hehe..

Adaptasi Dari Kisah Nyata

Film yang saya maksud yakni Final Fantasy XV: Kingsglaive. Sejujurnya saya tidak menyukai film yang diadaptasi dari kisah nyata atau bahkan dari permainan (game).

Saya kenal game Final Fantasy ketika SMP. Namun saya pun tidak mengenal lebih jauh tentang tokoh, apalagi ceritanya. Saya bebaskan pikiran ketika menontonnya.

Dan benar, pertama kali film dimulai dengan adegan berat. Tak kenal dia siapa, ceritanya apa, dan bagaimana alurnya. Sempat ngantuk.

Beruntung film animasi yang lebih menyerupai tokoh nyata ini memang keren. Di akhir film sih diceritakan bahwa pemeran film merupakan orang nyata namun dibuat seperti animasi, namanya teknologi Computer Generated Imagenary (CGI).

Review Final Fantasy Kingsglaive

Perseteruan Dua Kerajaan

Final Fantasy XV: Kingsglaive berkisah tentang perseteruan dua kerajaan, Niflheim dan Lucis. Niflheim kerajaan yang dipimpin Iedolas Aldercapt yang ambisius. Kerajaan ini memiliki armada tempur berteknologi tinggi dan ekspansi masif.

Setelah Tenebrae, kerajaan sahabat, berhasil ditundukkan, ratunya dibunuh dan dua penerusnya -Ravus dan Lunafreya- ditawan, ancaman Niflheim terhadap Lucis sebagai satu-satunya negara yang merdeka pun semakin nyata.

Raja Regis Lucis Caelum CXIII (Sean Bean) selama ini membendung kehadiran musuh melalui selubung ajaib dari kristal yang kekuatannya terhubung dengan cincin yang dimiliki penguasa Lucis secara turun-temurun.

Dulu beberapa negara memiliki kristal, kini tersisa kristal yang ada di Lucis. Dengan kristal tersebut, Regis hanya mampu melindungi ibukota kerajaan di Insomnia.

Saya menangkap ceritanya, ada sebuah negara yang dihancurkan dan mereka yang tersisa harus bergabung dengan negara tetangga yang lebih aman. Negara aman ini memiliki selubung sehingga tidak mudah ditembus.

Regis yang kini renta dan memiliki kekuatan dari cincin tersebut khawatir tidak bisa mempertahankan kekuasaan dan keamanan negaranya, Insomnia.

Sebenarnya daerah di luar Insomnia menawarkan perdamaian untuk menjadi satu kawasan bersama. Beberapa penasihat pun setuju meski ada juga yang menolak termasuk pasukan elit dengan kekuatan sihir bisa menghilang (teleportasi). Pasukan inilah yang disebut Kingsglaive, di bawah komando Titus Drautos.

Di Insomnia, beberapa masyarakat yang tidak percaya dengan Regis, termasuk beberapa anggota Kingsglaive pun membentuk kelompok untuk membuka selubung kristal tersebut, akhirnya jebol dan Regis berhasil dikalahkan.

Regis pun meminta salah satu anggota terbaik Kingsglaive, Nyx Ulric (Aaron Paul) menyelamatkan Putri Lunafreya sebelum dinikahkan dengan putra mahkota kerajaan tetangga. Lunafreya yang menolak pun membantu mempertahankan Insomnia, meski ia juga harus pergi dari Insomnia karena telah hancur.

Review Final Fantasy Kingsglaive
Gambar Putri Lunafreya. Sumber foto: www.finalfantasyunion.com

Pemberontakan Sebuah Negara

Saya menangkap film ini mengisahkan tentang pemberontakan di sebuah negara akibat rongrongan ketidakpuasan yang dialami masyarakat dan hasutan dari negara sebelah. Peristiwa ini pasti ada di beberapa negara konflik, bahkan negara aman sekalipun demi kekuasaan.

Film berdurasi dua jam ini memiliki sinematografi keren, apalagi jika didukung gambar tiga dimensi (3D). Namun entah kenapa sound system di CGV Blitz Grand Indonesia, tempat saya menonton, terasa kurang menggelegar.

Fitur Dolby Surround pun seperti tak terasa. Mungkin ke depan, CGV Blitz perlu meningkatkan kualitas sistem suaranya. Apalagi musik dalam film ini sangat apik berkat garapan Yoko Shimomura dan John R Graham yang sukses menggarap musik di film Avatar.

By the way, jangan beranjak keluar bioskop ketika film sudah kelar. Setelah credit usai, bakal ada nukilan kisah, bisa kelanjutannya atau entahlah.

Namun dari berbagai forum, setelah menonton Review Final Fantasy Kingsglaive disarankan menonton serial Brotherhood: Final Fantasy XV di YouTube dan Crunchyroll yang mengisahkan perjalanan Noctis Lucis Caelum, pewaris tahta Lucis.

Selamat menonton.

By Didik Purwanto

Copywriter | Ghost Writer | ex Business Journalist | Farmer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *