Review Drakor Twinkling Watermelon: Asah Kepedulian Penyandang Disabilitas


Pernahkah kalian galau soal hidup dan bingung memutuskan karier apa yang bisa membuatmu bahagia? Apa kalian sedang ribut dengan orangtua gara-gara keputusan yang kamu ambil malah bertentangan dengan keinginannya? Kalian wajib nonton review drakor Twinkling Watermelon yang baru saja rilis pekan ini.

Adegan Pembuka Film Twinkling Watermelon

Aku tuh tipe kalo nonton film suka jarang lihat review dulu. Biasanya langsung aja putar trailer atau langsung coba lihat mulai dari episode pertama.

Sebenarnya aku lihat sampul (kayak majalah aja) dari filmnya. Kok kayaknya asyik aja sih. Aku kira ini film Boys Love karena di situ ada 2 orang cowok yang tersenyum. Entah menatap siapa. Haha. Aku juga nggak memperhatikan siapa pemain dari film tersebut. Jadi langsung klik play dan nikmatin.

Adegan review drakor Twinkling Watermelon

Adegan pembukanya bikin aku tersenyum. Ada dua orang yang masuk kafe dan menemui barista. Namun dua orang cowok ini tidak langsung memesan. Tapi masih sambil bertatapan bingung.

Barista dan pemilik kafe (atau managernya) langsung gercep melihat situasi kebingungan dari pembeli. Langsung aja nyerocos ngajak bicara. Namun kembali lagi, dua cowok ini masih kebingungan.

Sampe sang pemilik kafe meminta karyawannya untuk menyapa. Mungkin pembeli ini tidak bisa pakai bahasa Korea. Mungkin mereka harus pakai bahasa Inggris. Eh malah pemilik kafe meminta karyawan yang bisa berbicara bahasa Jepang untuk menawarkan menu. Si pembeli cuman senyum

Ternyata dua orang cowok ini saling berbicara dalam bahasa isyarat yang menyiratkan pesanan sebuah minuman. Aku pikir kedua cowok ini kakak adik karena yang satu menyebut ‘pesanan kakak’. Tapi anehnya di sini si kakak malah kelihatan lebih muda dibanding adiknya.

Tiba-tiba satu orang cowok ini (dan ternyata adik dari cowok tersebut) langsung berbicara lancar kepada barista. “Tambahkan krim kocok dan sirup karamel untuk Double Espresso Frappe dan buat ukuran besar. Kami juga pesan Frappe Mocca Java Chip besar.”

Si pemilik kafe dan karyawannya bengong sambil mengiyakan pesanan dua cowok cakep ini.

Ah aku suka sekali dengan dialog pembukanya. Ringan, nggak bertele-tele, menandakan bukan film berat atau harus mengernyitkan dahi dulu untuk mencernanya.

Sinopsis review drakor Twinkling Watermelon

Adegan Menyentuh Film Twinkling Watermelon

Adegan berikutnya setelah kakak beradik ini memesan minuman di sebuah kafe ini bikin aku terenyuh. Mereka berlari keluar kafe dan mengambil sepeda kayuhnya. Sang kakak mengambil dan menaiki sepedanya. Tapi sang adik langsung memakaikan headphone yang ada di leher.

“Kenapa kamu ingin kakak memakai ini (headphone)? Ini tidak berguna.” Tentu dalam bahasa isyarat ya.

“Kakak tidak tahu apa-apa. Kakak harus memakainya agar mobil tidak mengklakson.” Mereka tahu kakak tidak bisa mendengar. Jadi mereka akan memutari kakak.”

“Terlihat keren adalah bonus yang bagus.”

Scene langsung memutar pemandangan indah dengan hamparan jajaran pohon yang mengapit jalan. Pepohonan yang hijau itu seakan bergoyang yang riang tertiup angin.

“Kakakku tuli.”

Deg. Aku langsung sesenggukan melihat scene tersebut. Dan tiba-tiba kedua cowok yang mengayuh sepedanya itu berubah menjadi anak-anak. Tibalah flashback ke cerita masa kecil dua cowok yang menjadi aktor utama film ini.

Mereka adalah Ha Eun Ho (kakak) dan Ha Eun Gyol (Ryeo-un, adik). Sang adik lantas membawa laser kecil (yang biasa untuk presentasi) dan menyorotnya ke sebuah kardus yang akan diangkut ke mobil pick-up.

Dan kalian tahu siapa yang jadi ayahnya? Choi Won Young yang tenar banget berkat aktingnya di The Golden Spoon. Kali ini jadi ayah yang baik kok. Cuman agak memaksakan kehendaknya kepada si anak.

Pemain review drakor Twinkling Watermelon

Review Drakor Twinkling Watermelon: Peduli Disabilitas

Keluarga Ha Lee Chan (Choi Won-young) memiliki sebuah kedai ayam goreng di sebuah proyek. Semua anggota keluarga ini tuli dan bisu, kecuali Eun gyol.

Suatu saat, ada seorang pedagang sayur dan daging yang memasok barang ke keluarga ini. Namun ternyata busuk. Sang istri, Yoon Chung-A (Seo Young-hae) mengetahuinya. Lantas protes ke pedagang tersebut. Berhubung sang ibu penyandang disabilitas, Eun-gyol lah yang harus berbicara. Eun-gyol harus menjadi juru bicara keluarga kepada orang lain.

Adegan trenyuh juga terjadi saat Eun-ho hampir tertimpa pipa dari proyek yang baru dibangun. Tiba-tiba Eun-gyol bertanya, “Ayah, kalau aku dan kakak tertimpa musibah, siapa yang akan Ayah selamatkan dulu? Eh malah si ibu nyeletuk, gimana kalau kita bertiga terkena musibah, siapa yang Ayah selamatkan dulu? Tonton aja buat mengetahui jawabannya ya. Hehe.

Masalah muncul saat keluarga Lee Chan ini pindah ke sebuah komplek perumahan. Di Korea kan rata-rata berbentuk rumah susun ya. Dikira mereka pindah ke lantai atas dengan pemandangan indah. Ternyata malah dapat basement. Miris. Tapi emang sewanya murah banget sih kalo di sono.

Masalah kembali muncul saat si pemilik apartemen sewa bertemu keluarga Lee Chan. Ibu kos ini seakan senang atau malah mengejek ya dengan keberadaan keluarga Lee Chan yang penyandang disabilitas.

Dibilang enak juga ya ada penyewa bisu dan tuli begini. Kita ga akan bising omongan tetangga. Ga usah repot banyak bicara dengan penyewa.

Namun ibu kos ini seakan terbelalak dengan perkakas keluarga Lee Chan yang masih di atas mobil pick-up. Ibu kos ini melihat setumpuk penghargaan Eun-gyol dari sekolahnya. Ternyata Eun-gyol ini murid berprestasi di sekolah yang sama dengan anak si pemilik kos tersebut.

Sampe-sampe ada adegan ibu guru Eun-gyol yang ngomong, “Coba Eun-gyol salah satu aja dong dalam menjawab pertanyaan biar ga nilainya selalu sempurna terus.” Eh malah dilanjutin dengan Eh coba si A (anak ibu kos) menjawab satu pertanyaan aja yang benar biar nggak nol terus nilainya. Dan memang kedua anak ini bertolak belakang nilainya, sama-sama Ranking 1 sih. Eun-gyol ranking 1 dari atas. Anaknya bu kos itu ranking 1 dari bawah. Hehe.

Adegan Seru Review Drakor Twinkling Watermelon

Adegan seru review drakor Twinkling Watermelon terutama di episode pertama ini saat anak bu kos meminta izin mengajak bermain Eun-gyol, tapi tidak dengan kakaknya.

Anak bu kos ini emang terkesan nakal dan jahil. Masa ngatain pemilik toko musik dengan sebutan gila, aneh, tidak punya kaki. Tapi si pemilik toko musik Viva ini lah yang berperan besar bagi perjalanan cerita Eun-gyol di episode 2 dan seterusnya.

Eun-gyol ini seakan diperalat karena kepintarannya. Dia dipaksa untuk mengerjakan ujian dengan nama si anak ibu kos ini. Dan si anak ibu kos mengerjakan soal denga lembar jawaban bernama Eun-gyol. Untung aja si Eun-gyol menolak dan tetap mengerjakan soal dengan namanya sendiri.

Sontak anak bu kos ini marah dan menyiram air comberan atau entah mungkin air kran aja sih sehingga seragam Eun-gyol basah. Dia pulang dan melewati toko musik Viva yang selalu dibilang gila oleh anak bu kosnya. Dia duduk dan nangis tersedu-sedu di depan toko Viva dan pak pemilik toko tersebut melihatnya.

“Apakah kamu sedih karena diganggu oleh teman-temanmu yang nakal itu?” Si pemilik toko musik Viva bertanya.

“Enggak kok. Aku nggak bersedih karena teman-teman menggangguku. Aku sedih mendengar lagu yang diputar dari toko ini.”

Aku aja kaget mendengar naskah skenario review drakor Twinkling Watermelon ini. Dialognya cerdas. Bahkan untuk pemain anak sekalipun.

Di sinilah cerita dimulai. Eun-gyol diajari bermain gitar untuk mengusir kemarahannya sekaligus penjembatan antara yang ingin diutarakan dalam kegelisahan hidupnya.

Yang haru tuh saat Eun-gyol lagi belajar musik dan gitar di suatu tempat. Ayah ibunya bekerja. Nah sang kakak kebetulan lagi sakit dan ditinggal di rumah sendirian.

BACA JUGA:

  1. Review Film Drakor Numbers
  2. Konser TXT di Indonesia
  3. Review Film One Way Trip

Naasnya, sang anak bu kos mengembalikan jaket lusuh milik Eun-gyol yang sempat dikasih saat anak bu kos ini dihukum di depan rumah karena kenakalannya. Eh tiba-tiba ada yang membuang puntung rokok dan masuk ke celah-celah kos milik keluarga Lee Chan dan mengenai jaket lusuh Eun-gyo. Kebakaran dah.

Si ibu kos ngomel-ngomel karena keluarga Lee Chan tidak becus menyewa. Membiarkan kompor menyala. Tidak ada orang di rumah. Apa mereka mau membakar seisi apartemen di atasnya? Ya emang nasib keluarga Lee Chan sih yang menyewa kos murah meriah di lantai bawah. Kalo bagian bawah rumah kebakaran, bagian atas makin gampang terbakar juga kan?

Jadi ingat pertanyaan Eun-gyol. Kalo dia terkena musibah, siapa yang akan diselamatkan duluan? Terbukti si ayah sampe rela masuk rumah mencari Eun-gyol. Untung Eun-gyol selamat karena memang tidak di-TKP. Sang kakak juga selamat.

Namun, si anak bu kos menggigil. Dia sampe ngompol deras sekali. Si ibu kos sampe curiga. Jangan-jangan anaknya ini yang menjadi penyebab kebakarannya. Dan ternyata sang ayah Eun-gyol mengetahui sang anak ibu kos ini yang terkencing-kencing itu. Dan jawabannya bisa dilihat di episode 2 ya. Sang ayah balas dendam atas kelakuan sang anak ibu kos ini.

Kesimpulan Sinopsis Review Drakor Twinkling Watermelon

Aku masih belum mengerti arti judul Twinkling Watermelon dalam drakor ini. Karena sama sekali nggak ada semangka dalam adegannya. Haha.

Tapi dari adegan episode lanjutan, ternyata Ha Lee Chan (Choi Hyun-wook) tuh suka banget sama es semangka. Trus soal Twinkling ini mungkin doi suka kepada Se-kyung (Seol In-ah) tapi selalu dihalangi oleh Eun-gyol (Ryeoun). Analisis sok tahu dari aku. Haha.

Ternyata Eun-gyol ini mengalami perjalanan waktu di saat ayahnya masih sekolah pada tahun 1995. Termasuk harus bertemu Se-kyung yang dalam perjalanannya malah menyukai Lee Chan. Se-kyung ini adalah cucu dari kakek Vida (Chun Ho-jin). Kakek Vida lah yang mengajarkan musik dan alat musik gitar di saat Eun-gyol kecil sering diganggu oleh teman kecil sekolahnya.

Masalahnya, kalau Lee Chan menyukai Cheong-ah, Eun-gyol nggak bakal lahir di dunia ini donk. FYI, Eun-gyol adalah anak dari Lee Chan dengan Cheong-ah (Shin Eun-soo). Cheong-ah ini perempuan tuli sejak kecil. Dia diperlakukan tidak selayaknya oleh pengasuh. Ibunya sendiri juga malah kabur meninggalkannya. Otomatis ya dia kurang kasih sayang lah.

Poster film Twinkling Watermelon

Intinya, ini film keluarga dari penyandang disabilitas dengan segala kompleksitasnya. Sang anak punya keinginan bermusik tapi sang ayah menginginkan anaknya yang berprestasi ini menjadi dokter.

Supaya apa? Supaya keluarganya yang penyandang disabilitas ini tidak dipandang sebelah mata oleh orang normal. Ia ingin menjadi keluarga yang mampu mendidik anak ke jenjang pendidikan tinggi untuk bisa mengangkat harkat martabat orangtua.

Ayah dan ibunya rela bekerja mati-matian membesarkan putranya demi mengejar cita-cita. Uang berapapun nggak masalah karena bisa dicari. Namun anak yang berbakti tidak bisa langsung bisa diperoleh. Butuh perjuangan panjang dan biaya yang nggak sedikit untuk menjadikan anak menjadi seorang yang sukses di kemudian hari.

Btw, drakor ini juga menyajikan alur maju mundur, bahkan time traveler ke masa lalu. Jadi nggak usah ragu meski kadang bingung sedikit. Btw, Eun-gyol ini “dilempar” ke masa lalu mungkin untuk bisa belajar dari kesalahan. Atau bisa jadi memperbaiki keadaan.

Ya bagaimana mungkin Eun-gyol terlahir dari keluarga tuli tapi sang ayah di masa mudanya malah bisa berbicara lancar. Ayahnya tuh pernah bercerita kalau pernah kecelakaan sehingga bikin dia tuli. Nah dia “dilempar” ke masa lalu (siapa tahu) untuk mencegah ayahnya kecelakaan. Makanya Eun-gyol tuh over protective banget kepada Lee Chan saat di sekolah. Bahkan sampai rela menjadi tutor musik Lee Chan.

Nonton sendiri ya keseruannya. Kalau diceritakan semua malah nggak seru. Oh ya, drakor film Twinkling Watermelon ini tayang setiap Senin dan Selasa di tvN dan aplikasi streaming Viu ya.

46 pemikiran pada “Review Drakor Twinkling Watermelon: Asah Kepedulian Penyandang Disabilitas”

  1. Dari reviewnya, drakor ini bagus sekali ya, Mbak. Pesan moralnya sangat bagus, karena menghapus jurang pemisah. Semua bisa menjadi apapun yang dicita-citakan. Termasuk sorotan bagaimana seorang saudara menerima saudara lainnya yang berbeda.
    Untuk judulnya Twinkling Watermelon, saya cari artinya semangka yang berkalip-kelip. Mungkin maksudnya sesuatu yang berbeda ya, Mbak hehehe.

  2. Dari reviewnya, drakor ini bagus sekali ya, Mas Didik Pesan moralnya sangat bagus, karena menghapus jurang pemisah. Semua bisa menjadi apapun yang dicita-citakan. Termasuk sorotan bagaimana seorang saudara menerima saudara lainnya yang berbeda.
    Untuk judulnya Twinkling Watermelon, saya cari artinya semangka yang berkalip-kelip. Mungkin maksudnya sesuatu yang berbeda ya, Mas Didik hehehe.

  3. kirain ceritanya ada sangkut pautnya tentang semangka, eh ternyata ga ada semangka samsek wkwk,, tapi cerita perjuangan ayah & ibu di drakor ini bisa jadi contoh, mereka rela rela bekerja mati-matian membesarkan putranya yang disabilitas demi mengejar cita-cita.

  4. Kalau dari jalan cerita yang diulas sama kak Didik ini, kenapa jadi judulnya Twinkling Watermelon, karena kan yang satu rangkingnya juara di depan, nah yang satu bertolak belakang, tapi dengan bumbu kisah yang segar dan manis layaknya semangka. Gitu kali ya, hehe

  5. Wahhh aku belum pernah nonton drakor yang tema disabilitas. Menarik sih kak. Adiknya juga setia banget nemenin dan jadi translator kakaknya yang disabilitas.

  6. Seneng sekali kalau ada film yg mengangkat tema seperti ini. Kebetulan aku pernah bahas juga tentang ini di blog. Intinya, sebisa mungkin mereka jangan terlalu dipaksa, biarlah mereka menjalani apa yg menjadi passionnya. Kita cukup mendukung yg terbaik.

  7. Sama sih mas. Toss! wkwkwk aku jarang liat reviewnya dulu. pasti langsung nonton trailernya atau ngga dijalani dlu episode pertama atau beberapa menit pertama, kalo penasaran ya lanjut

  8. Wah, drakor ini kayaknya seru banget ya. Penasaran sama alurnya yang maju mundur plus ada time traveler segala. Haha. Emang sih, judulnya bikin bingung, tapi mungkin ada makna tersirat yang belom ketahuan. Udah lama juga cari drakor yang fokus ke cerita keluarga. Nanti malem deh coba nonton di Viu. Makasih infonya!

  9. Mewek banget nonton Twinkling Watermelon yaa..
    Belum nyentuh drama Twinkling Watermelon sama sekali. Tapi baca sinopsisnya langsung inget sama Film Korea Silenced, Miracle in Cell no. 7, sama drakor Our Blues, It’s okay to not be okay dan Attorney Woo.

    Semoga dengan tontonan, kita semua jadi memahami makna lingkungan yang aman dan komunikasi yang nyaman untuk penyandang disabilitas.

  10. Sudah tau tetangganya disabilitas, kok ya tega ibu kos semena-mena. Kayaknya ibu kos nih yg bikin ceritanya greget karena sepertinya cerita ini mengandung bawang, pengin mewek mulu. Ceritanya hear warming ya, meskipun keluarganya disabilitas, nggak mau menyerah akan hidup

  11. Baru kali ini lho aku baca review drakor dari cowok, dan kalau masalah disabilitas gini baru baca reviewnya doang udah bikin mewek dan nyesek. Udah pen nangis aja. Lha wong liat first love, pas Harumichi Namiki ngobrol ama adeknya, dan ngasih sambutan di kawinannya aja udah bikin tangisan pecah. Wajib deh nonton watermelon ini.

  12. saya juga baru nonton ni drama twinkling watermelon ini. kalau dari sinopsis yang kubaca twinkling watermelon itu nama band ayahnya en gyoul waktu sma dulu sama emaknya

  13. kalau ide cerita yang diangkat tentang gangguan kesehatan dan ada kaitanya dengan keluarga memang jadinya menyentuh kisahnya. Dan bisa jadi pembelejaran juga, agar bisa lebih bijak ya

  14. baca dari reviewnya Mas Didik memang sama sih kayaknya aku bayangin soal watermelon tapi mungkin itu hanya sebagai kiasan saja tentang kehidupan, di satu sisi saya terharu juga dengan film ini saya pernah melihat beberapa potong atau cuplikan dari film ini, terharu banget sih sama orangtuanya yang mau perjuangin anaknya biar ga diremehin orang lain dan anaknya juga salut memperjuangkan keinginan dan cita-citanya, pelajaran yang bisa saya petik lagi dari film ini ternyata memang penyandang disabilitas itu sama saja di semua negara banyak yang meremehkan, pasti mereka struggle banget untuk bertahan dan baik-baik saja, semoga di dunia nyata mereka diberikan kekuatan dan mendapatkan tempat yang layak di dunia ini sepertinya halnya kita yang yang menjadi mayoritas

  15. Alur maju mundur itu kalau buat saya harus ekstra fokus nontonnya. Secara lancar masa, kalau gak ngeh, bikin gagal fokus. Hehehe…
    Tapi bener kan?

  16. Ini tuh gimana yaa, judulnya kayak fresh bangett dan pas dibaca panas2 gini rasanya kayak meredakan dahaga hahaha *bilang aja pengen semangka, tp ternyata bener, ceritanya fresh trus isu yang diangkat keren banget

  17. Kalau lihat dan baca-baca dari review di twitter, kayaknya drama ini bagus. Katanya memang bisa bikin nangis. Tapi karena masih on going, aku jadinya belum mau nonton. Takut tiap minggunya penasaran. Ntar nunggu udah selesai aja dah baru nonton hehehe

  18. Orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya yah. Background ceritanya lumayan sensitif namun sangat menarik. Apalagi kalau ngomongin disabilitas, tentu harus ada poin yang membuat semua bisa tersentuh dan sadar bahwa disabilitas juga punya banyak potensi

  19. Eh ternyata penggemar drakor juga ya, kak? Aku belum nonton drakor lho. Saat ini banyak banget drakor on going yang bagus dengan alur cerita yang rumit. Kayaknya perlu masukin jadwal buat tontonan pekan ini.

  20. Aaaaaa harus save ini, harus aku nonton nanti di akhir pekan. Dari judul dan ulasan singkat di artikel blog ini sudah berhasil bikin aku penasaran parah sih, dan kayaknya benar-benar nyetok tisu nih dudududu. Nontonnya sendirian aja deh, ehhe.

  21. Jatuh bangun menjadi orangtua dengan segala lika-likunya ya..
    Tapi ada kocak-kocaknya kan ya, ka Didik?
    Jadi nontonnya terasa ringan juga, padahal temanya luar biasa.

  22. Biasanya cerita gini tuh mengandung bawang..eh tp setiap film korea kebanyakan mengandung bawang sih. Cerita ttg disabilitas kudunya sering di up lagi biar aware sm kehidupan mereka yg ngga senua tahu..

  23. akhirnya aku nonton juga drakor ini setelah baca artikel kakak sebelumnya. Awalnya kek malas gitu, tapi setelah nonton sampai eps terakhir nih yang idah terlempar ke tahun 95…..duh ini film deep banget ternyata. soal meraih mimpi, parenting, hubungan sama orangtua, bertahan dengan ortu tiri yang toxic dan banyak banget deh. aku suka drakor ini dan nunggu eps selanjutnya

  24. Ini film seri atau film lepas ya? Kurang sabar kalau drama seri sih. Atau nyari yang serinya pendek aja. Hehe…
    Kayaknya filmnya mengharu-biru yah… Waduh kudu sedia tisue banyak-banyak nih.
    Nonton film disabilitas gini, seringkali ada pesan berjuang gitu… Buat kita engga masalah, ternyata buat mereka masalah besar. Kebayang tuh tuna rungu naik sepeda di jalan umum, kan engga denger di klakson. Ide keren, pasang headphone…

  25. Aku lagi ngikutin banget drakor Twinkling Watermelon ini gegara ada Ryeoun. Ahahaha ketahuan deh aku naksir aktor siapa ya. Bikin aku nggak sabar menunggu senin dan selasa datang. So far suka sih sama jalan ceritanya walau awalnya aku bingung sama pergantian waktunya di 3 episode awal sampai akhirnya si Ha Eun Gyeol ini beneran tiba di tahun 1995 dan bertemu ayahnya yang ternyata bukan penyandang disabilitas pada awalnya.

  26. Tema yang diangkat sangat menarik, ditambah pemainnya yang gak kalah keren aktingnya. Nonton drakor selalu bikin candu

  27. Wah ini salah satu drakor yg lagi pengen saya tonton nih, pas bgt baca reviewnya, gak salah memang nih pilihan drakor saya kali ini

  28. Kirain saya aja yang heran dan berpikir kenapa di judul ada watermelonnya? Hehe…
    Mungkin itu sebuah frase ya, jadi mungkin pemahaman kita di Indonesia dengan mereka penduduk Cina Daratan artinya itu beda…

  29. Waaa kenapa ini seliweran terus yaaa..
    jadi pengen nonton jugaa kwwkwkw
    kata temen2ku juga bagusss dan selalu jadi pembicaraan di grup whatsapp wkwkwk oke cuz nonton habisini

  30. Wah baru tahu kalau Mas Didik juga ternyata suka nonton drakor ya, sampai bikin ulasan menarik gini. Aku langsung auto masukin waiting list nih darkor twinkling waternelon ini karena kelihatan drakornya menarik dan ceritanya juga ringan ya. Apalagi angkat tema tentang disabilitas juga.

Tinggalkan komentar