Pertimbangan sebelum membeli mobil

Tahu nggak sih kalau punya mobil tuh bakal menggerus kekayaan kita? Kok bisa? Lantas perlukah kita membeli atau punya mobil? Apa yang menjadi pertimbangan sebelum membeli mobil? 

Mobil itu Aset atau Liabilitas?

Yang namanya barang yang kita beli tentu akan menjadi aset. Apalagi aset yang bernilai besar sehingga kita harus melaporkan ke Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajib pajak. 

Namun tanpa kita sadari, mobil juga bisa menjadi liabilitas karena ada biaya yang kita keluarkan setelah punya aset tersebut. Ada yang biaya bulanan bahkan hingga tahunan.

Lantas mobil itu aset atau liabilitas? 

Sebelum menjawab itu. Kita harus tahu pengertian aset dan liabilitas. Aset adalah barang berharga yang kita miliki. Barang tersebut akan memiliki nilai fungsi sekaligus nilai jual.

Pertimbangan saat membeli mobil baru di pameran

Sedangkan liabilitas adalah keharusan membayar kepada pihak tertentu karena kita memiliki benda atau barang tersebut. Intinya, ada pengeluaran lagi setelah kita memiliki barang atau benda tersebut.

Nah, mobil memang termasuk aset meski nanti harga jualnya semakin turun. Tapi jika nilai harga jualnya lebih tinggi dibandingkan harga saat kita beli, maka itulah aset sesungguhnya.

Namun mobil akan menjadi liabilitas jika masih mengeluarkan biaya tertentu. Apalagi biaya yang keluarkan lebih besar dibandingkan apa yang bisa kita dapatkan dari mobil tersebut.

Pertimbangan Sebelum Membeli Mobil

Tanpa kita sadari memiliki sebuah atau bahkan lebih dari satu mobil itu dapat membunuh kekayaan kita. Ada yang bilang mobil itu wealth killer di Indonesia. Kok bisa? 

Karena masih banyak orang yang menganggap biaya pengeluaran dari memiliki mobil hanya biaya bahan bakar minyak (BBM). Padahal masih banyak variabel pengeluaran lain sehingga akan membunuh kekayaan kita secara pelan-pelan.

Nggak percaya? Yuk simak pertimbangan sebelum membeli mobil berikut ini:

Biaya Cicilan dan Administrasi

Saat kita membeli mobil secara tunai, tentu tidak akan ada biaya lagi setelahnya. Namun saat kita membeli mobil secara kredit, akan timbul biaya cicilan sekaligus biaya administrasi yang membebani setiap bulan. 

Sebuah ilustrasi saat kita membeli mobil low MPV seharga Rp 246 juta. Maka akan ada biaya cicilan plus administrasi sekitar Rp 4,9 juta per bulan dengan tenor 3 tahun. Dengan asumsi kita memberi uang muka (DP) sekitar 30 persen.

Biaya Service dan Maintenance

Hal lain yang menjadi pertimbangan sebelum membeli mobil yakni biaya service dan biaya maintenance (perawatan). Jangan harap kalian hanya memakai saja, tanpa mempertimbangkan biaya tersebut.

Misal kita asumsikan biaya service dan maintenance tersebut sekitar Rp 1 juta per tahun. Berarti kita harus menyiapkan biaya sekitar Rp 83.333 per bulan.

Untung saja, kalau kita membeli mobil masih baru berarti masih ada garansi dealer. Sehingga biaya service masih gratis. Namun service gratis itu tentu tidak akan selamanya, kan? Itu juga kalau biaya service hanya segitu. Kalau lebih? Ya harus menyiapkan dana lebih.

BACA JUGA:

  1. Tips Jual Beli Mobil Bekas Secara Online
  2. 9 Mobil Termahal di Dunia
  3. Tips Membeli Mobil Bekas Berkualitas
  4. Pilihan Varian Mobil di Rental Mobil
  5. Tips Memilih Asuransi Mobil
  6. Tips Memilih Karpet Mobil Murah

Biaya Pajak Tahunan

Sebagai wajib pajak yang baik, tentu kita harus membayar biaya pajak tahunan. Dengan asumsi kita membayar biaya pajak sekitar Rp 4 juta per tahun. Berarti kita harus menyiapkan biaya Rp 333.333 per bulan. Tentu biaya pajak akan lebih murah saat kita membeli mobil keluaran tahun lama.

Biaya Bahan Bakar Minyak (BBM)

Pertimbangan sebelum membeli mobil yang harus kita perhatikan juga adalah biaya BBM. Apalagi jarak tempat aktivitas kita dengan rumah tempat tinggal agak jauh, tentu akan menghabiskan biaya BBM lebih banyak. Belum lagi nanti kalau macet di jalan sehingga biaya BBM yang dikeluarkan akan lebih banyak juga.

Misal dengan asumsi jarak rumah dan tempat tinggal sekitar 30 kilometer. Perbandingan konsumsi BBM dan jarak tempuh sekitar 1:10. Sehingga biaya BBM yang dikeluarkan sekitar Rp 886.500 per bulan.

Biaya Tol

Jika ingin cepat ke tempat beraktivitas dan untuk menghindari macet, biasanya kita memakai jalan tol. Pertimbangan sebelum membeli mobil yang harus kita hitung juga adalah biaya tol.

Misalnya kita menghabiskan biaya tol sekitar Rp 380.000 per bulan. Dengan asumsi memakai tol dalam kota dan masih dengan jarak sekitar 30 km.

Tips membeli mobil bekas berkualitas

Biaya Depresiasi Mobil

Hal lain yang kadang kurang menjadi perhatian banyak orang adalah biaya depresiasi mobil. Pertimbangan sebelum membeli mobil ini karena biaya tersebut dianggap faktor non-cash atau non-tunai. Alias hanya timbul setelah kita menjual mobil tersebut. 

Padahal kita belum tahu kapan akan menjual mobil tersebut, kan? Makanya banyak orang tidak memperhitungkannya karena biaya tersebut muncul di kemudian hari.

Misal ada perhitungan biaya penyusutan sekitar 10 persen per tahun. Maka biaya depresiasi mobil kita sekitar Rp 2.050.000 per bulan.

Itulah sebabnya harga mobil bekas sekarang laris manis bak kacang goreng. Soalnya, biaya depresiasi dari mobil baru tuh cepat banget, khususnya mobil-mobil yang jarang diminati masyarakat.

Tentu kita harus cek mobil bekas tersebut jangan sampai turun mesin ya sehingga nanti tidak menimbulkan biaya service dan maintenance lumayan banyak.

Biaya Asuransi

Tentu masih banyak masyarakat yang masih anti terhadap asuransi. Maka mereka lebih suka tidak mengasuransikan mobilnya saat membeli. Nanti saat kecelakaan, bakal bingung karena biayanya banyak sekali.

Namun bagi yang memasukkan biaya asuransi, tentunya karena ini bersifat melindungi dari segala risiko, biaya yang kita keluarkan sebagai pertimbangan sebelum membeli mobil yakni Rp 410.000 per bulan atau sekitar Rp 2 juta per tahun. Dengan asumsi kita membeli asuransi mobil all-risk sekitar 2 persen per harga mobil per tahun.

Biaya Lainnya

Biaya lainnya yang harus dijadikan pertimbangan sebelum membeli mobil yakni biaya Surat Izin Mengemudi (SIM), biaya parkir, biaya cuci, hingga biaya pak ogah alias biaya di persimpangan jalan. Haha. Kadang kalau sering keluar, biaya pak ogah tersebut terhitung lumayan.

Pertimbangan sebelum membeli mobil

Biaya Setelah Memiliki Mobil

Dengan banyaknya pertimbangan sebelum membeli mobil tersebut, biaya yang harus kita keluarkan semua di atas yakni Rp 9.043.167 per bulan. Itu kalau membeli secara kredit ya.

Nah, kalau sudah lunas cicilan kredit mobilnya, maka biaya yang harus kita keluarkan per bulan sekitar Rp 4.143.167 per bulan.

Berarti kita harus punya penghasilan di atas pengeluaran itu donk. Hak itu akan mengompensasi semua biaya yang harus keluar saat memiliki mobil.

Jangan sampai kita ingin menambah ‘value added’ secara status sosial, tapi malah menjadi ‘wealth killer’. Apalagi jika kita tidak mengimbangi dengan kapabilitas keuangan yang mencukupi.

Sudah siapkah kita memiliki mobil dengan banyaknya pertimbangan sebelum membeli mobil di atas? Atau kalian lebih menganggap banyak manfaatnya setelah memiliki mobil? Share yuk opini kalian.

By Didik Purwanto

Copywriter | Ghost Writer | ex Business Journalist | Farmer

14 thoughts on “8 Pertimbangan Sebelum Membeli Mobil”
  1. Kok ya ada banyak sekali biaya setelah membeli mobil ya. Kalau mobilnya dibiarkan dan nggak dipakai untuk kepentingan usaha yo kita cuma akan mengeluarkan duit doang. Yo wajar kalau dibilang jadi wealth killer.

  2. Betul. Aku pun mikir bolak-balik mau beli mobil. Karena belum perlu banget. Selain biaya perawatan, bensi, pajak..Kemana-mana juga masih bisa jalan kaki atau naik motor. Bila terpaksa harus pakai mobil, ada taxi online. Lebih irit.

  3. beli mobil emang keliatannya memudahkan hidup ya. karena jadi lebbih fleksibel. tapi, di balik itu semua ada banyak biaya yang kduu dipikirin hihi. kalo blm butuh2 banget emang perlu dipertimbangkan denganbaik

  4. Wah keren Mas. Sampai dibuatkan perhitungannya. Jadi buat yang mau beli mobil bisa jadi referensi ini untuk menyediakan uangnya berapa. Karena benar, jangan sampai status sosial naik, tapi malah kelimpungan pas waktunya bayar cicilan.

  5. Yang paling berat kalo saya beli mobil itu pajak tahunan sama bensinnya.. kalo bensin sih masih bisa ya dihemat2in untuk minim penggunaan tapi kalo pajak (apalagi mobil yg keluaran 5 tahun terakhir) lumayan juga pajaknya wkwk

  6. Punya mobil memang banyak biayanya. Jadi memang harus dipikirin tuh sebelum beli. Kalau gak perlu-perlu amat ya gak usah punya mobil dulu ya. Naik angkutan umum aja.

  7. Pertimbangan yang komplit kak, jadi masukan nih buat daku dan lainnya yang ingin punya mobil.
    Sehingga melakukan persiapan tidak hanya pas mau beli mobilnya aja aja, tetapi juga bagaimana biaya perbulannya alias ketebelece perawatannya.

  8. Aku baru tahu istilah liabilitas dari sini lo. Beli mobil memang kesannya mewah ya, tapi kudu mikir juga nih untuk biaya perawatannya, pajak, dll. yang ngga sedikit

  9. wah nggak nyangka ternyata banyak banget pengeluaran kalau kita beli mobil, padahal kepikiran untuk beli juga satu biar kalau bawa pasukan nggak kehujanan atau kepanasan

  10. Kalau aku garasi juga penting
    Jangan sampai parkir mobil justru nambah dosa
    Orang kesulitan lewat tapi enggan diungkapkan
    Hanya malas ribut sama yang punya mobil tak bergarasi

  11. Banyak sekali memang biaya dalam membeli dan merawat mobil, apalagi pajak mobil juga lumayan tinggi kan ya Kak. Jadi memang harus dipersiapkan matang-matang

  12. Jago banget, ka Didik..
    Aku jadi terpukau dengan analisis keuangan yang bagus mengenai pertimbangan sebelum membeli mobil. Yang kepikiran di cewek tuh cuma “Yang penting bisa beli” dulu…
    Eh, ternyata beneran yaa.. mobil tuh ‘wealth killer’.
    Istilah yang bener-bener tepat untuk biaya-biaya di luar perhitungan yang kudu dikeluarkan setiap bulannya.

  13. Benar sekali mas, kalau beli mobil memang harus siap dengan biaya lain lainya
    Mulai dari biaya servis rutin hingga bayar pajak tahunannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *