s6

s6

Samsung Electronics mencatatkan penurunan laba sebesar 42 persen tahun lalu seiring persaingan yang ketat antarvendor ponsel. Raksasa teknologi Korea Selatan ini tak berdaya atas persaingan Apple di segmen atas dan Xiaomi dari China di level menengah ke bawah.

Samsung juga terpaksa mendiskon ponselnya untuk mendongkrak margin keuntungan. Namun karena penjualan tipis, margin keuntungannya pun hanya tumbuh satu digit, terlemah sejak 2010.

Investor berharap Samsung Galaxy S6 yang baru dirilis awal bulan akan membantu mendongkrak penjualannya dan mengharapkan rekor penjualan.

Pada April hingga Juni, margin penjualan Samsung diperkirakan naik menjadi 13,6 persen dengan pengiriman 22 juta unit ponsel Galaxy S6. “Namun sekali lagi akan sangat tergantung pada realitas penjualannya,” kata analis IBK Securities Lee Seung-woo.

Ia menilai, Samsung masih memiliki kendala kesulitan memproduksi Galaxy S6, terutama kerumitan memproduksi ponsel tersebut sehingga diperkirakan sulit memenuhi permintaan pasar dalam jangka pendek.

Samsung juga perlu bersaing dengan Apple yang sudah menjual 61,2 juta iPhone pada kuartal I-2015. “Kinerja kuartal kedua harus sedikit lebih baik dari yang pertama. Namun pelemahan saham Samsung memicu investor harus lebih berhati-hati,” kata analis Hana Daetoo Securities Nam Dae-jong.

saat ini ponsel masih mengontribusikan sekitar 60 persen dari total laba Samsung tahun lalu. Margin usaha naik 10,6 persen pada kuartal I-2015. Nilai tersebut tertinggi dalam tiga kuartal terakhir.

Analis memerkirakan pendapatan laba Samsung terdongkrak dari ponsel kelas menengah terutama yang dijual di India.

Dalam penjualan keseluruhan, Samsung mencatatkan 83,2 juta unit ponsel ke seluruh dunia dan menguasai 24 persen pangsa pasar. Namun jumlah tersebut menurun dibanding periode yang sama tahun lalu sekitar 31 persen.

Jumlah ini juga lebih baik dari penjualan ponsel Apple iPhone sebesar 61,2 juta unit dan memosisikan pangsa pasar Apple sekitar 18 persen.

Lembaga riset Strategy Analytics menyebut, Samsung menjadi produsen ponsel dengan penjualan terbanyak pada kuartal I-2015, melampaui penjualan Apple.

“samsung melanjutkan tantangan di Asia dan di mana pun. Secara global, performanya stabil dan mampu melampaui kinerja Apple dengan mencatatkan penjualan terbanyak secara volume di dunia,” kata Executive Director Strategy Analytics Neil Mawston.

By Didik Purwanto

Copywriter | Ghost Writer | ex Business Journalist | Farmer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *