kale

 

kale

McDonald’s Corp akan menguji berbagai produk makanan baru sebagai upaya strategi perubahan bisnisnya ke depan. Sembilan restoran di California selatan mencoba menu sarapan dalam mangkuk yang disebut kale.

Juru bicara McD Lisa McComb mengatakan, menu baru tersebut berisi sosis kalkun, putih telur, kangkung, bayam, termasuk chorizo (sosis babi), dan telur. Harganya sekitar US$ 4 atau Rp 52 ribu.

Kale disebut-sebut sebagai makanan kaya nutrisi. Selama lima tahun terakhir, masyarakat Amerika Serikat sudah mulai menggemari makanan sehat dan restoran yang menyediakan makanan sehat semakin populer.

Restoran pesaing McD seperti Chipotle Mexican Grill Inc dan restoran cepat saji lainnya seperti Yum Brands Inc selama beberapa tahun terakhir telah membantu makanan sehat dalam mangkuk, yang biasanya dibuat dengan daging atau protein lain, beras, dan sayuran.

Analis Capital Markets Mark Kalinowski mengatakan dalam sebuah catatan, restoran McD di Kanada akan segera mulai menawarkan tiga salad untuk makanan sehatnya.

McD menolak berkomentar atas uji menu baru tersebut, terutama yang di Kanada. Perusahaan akan terus menguji menu baru untuk mendongkrak pelanggan. “Kami akan mengumumkan menu baru saat waktunya tepat,” kata McComb.

Penambahan kale ke menu utama McD bisa menjadi strategi baru bagi perusahaan, terutama yang selama ini dikenal sebagai perusahaan makanan cepat saji terbesar di dunia.

Awal tahun ini McD disarankan menjual burger sebagai menu utamanya. Namun hingga kini saran tersebut belum diterapkan.

Penjualan McD seakan kurang agresif karena perusahaan dinilai gagal menjual makanan segar dan sedikit proses. Sebenarnya, McD sejak dulu terkenal sebagai penjual hamburger karena McD belum pernah kembali menjual makanan tersebut sejak 2002.

CEO McD Steve Easterbrook telah mulai mengubah strategi perusahaan menjadi perusahaan burger modern. Namun strategi tersebut belum serentak dilakukan di semua gerai outletnya. Investor pun hanya menyambut dingin upaya tersebut yang diindikasikan dengan penurunan saham perusahaan.

“Padahal masyarakat menginginkan McDonald’s dalam jangka pendek justru menjual pizza,” kata analis Janney Montgomery Scott Mark Kalinowski. McD juga akan mengubah persepsi konsumen tentang perusahaan dan kualitas makanan.

Laba bersih McDonald’s pada kuartal I-2015 anjlok 32,6 persen menjadi US$ 811,5 juta. Pendapatannya juga turun 11 persen menjadi US$ 5,96 miliar karena penjualan global turun 2,3 persen, penurunan 13 kalinya berturut-turut.

Sumber: Reuters

By Didik Purwanto

Copywriter | Ghost Writer | ex Business Journalist | Farmer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *