Lenovorola

LenovorolaLenovo Group Ltd mencatatkan laba kuartal IV-2014 mencapai US$ 253 juta, lebih tinggi dari prediksi analis yang memerkirakan US$ 182,4 juta. Saham Lenovo di bursa Hong Kong naik 7,3 persen, kenaikan terbesar sejak April 2013.

CEO Lenovo Yang Yuanqing mengatakan, penjualan ponsel Motorola yang kini menjadi anak usahanya sekitar 10 juta unit, naik 118 persen dibanding 2013. Motorola diperkirakan akan untung dalam empat hingga enam kuartal ke depan.

Keuntungan di lini ponsel mengompensasi kenaikan penjualan komputer pribadi (PC) dan penurunan di lini server. “Akuisisi ini tampak seperti yang kami harapkan. Tapi keuntungan bisnis PC jauh lebih baik,” katanya.

Saham Lenovo ditutup pada HK $ 10,92 per saham. Kenaikannya yang mencapai di atas tujuh persen melampaui kenaikan indeks Hang Seng sebesar empat persen.

Analis Sanford C Bernstein & Co Alberto Moel mengatakan, pembelian Motorola membantu Lenovo meningkatkan pengiriman ponsel global sebesar 78 persen menjadi 24,7 juta unit. Jumlah tersebut terbesar keempat dunia di bawah Apple, Samsung, dan Xiaomi.

Lembaga riset IDC memerkirakan pangsa pasarnya akan naik dari 4,8 persen menjadi 6,6 persen. “Kami sangat beruntung kedua bisnis yang diakuisisi (Motorola dan server IBM) mendapatkan hasil cukup baik. Motorola tumbuh sangat cepat, hampir dua kali lipat dibanding sebelumnya dan untuk pertama kalinya mampu menjual di atas 10 juta unit tahun lalu,” kata Yang.

Lenovo yang berkantor pusat di Beijing dan Morrisville, North Carolina melaporkan penjualan naik 31 persen menjadi US$ 14,1 miliar pada kuartal III-2014, dari US$ 10,8 miliar pada kuartal III-2013. Padahal analis hanya memerkirakan penjualan US$ 13,5 miliar.

“Segmen bisnis Lenovo sekarang lebih beragam dari sisi geografis. Mereka juga memiliki rentang produk lebih baik. Perusahaan ini juga menjadi kurang tergantung pada pasar China dan produk PC,” kata analis Guotai Junan International Holdings Ltd Ricky Lai.

Sumber: Bloomberg, Business Insider

By Didik Purwanto

Copywriter | Ghost Writer | ex Business Journalist | Farmer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *