google vs apple scaledSumber foto: techniviate.wordpress.com
Sumber foto: techniviate.wordpress.com
Sumber foto: techniviate.wordpress.com

Google akan menantang Apple dan Amazon dalam memproduksi perangkat keras. Google diharapkan mampu memproduksi ponsel cerdas (smartphone) bermerek Google, tablet, dan asisten virtual.

Analis telah mengantisipasi raksasa perusahaan mesin pencari ini akan memperluas visinya seiring upaya CEO Google Sundar Pichai saat konferensi pengembang awal tahun ini.

Strategi ini akan berusaha mengambil kekuatan Google dalam perangkat lunak dan menggabungkannya dengan perangkat, seperti Apple, Amazon, dan Samsung.

“Mereka menyebut sebagai peristiwa smartphone event. Ini kesempatan Google untuk memamerkan perangkat terbarunya,” kata analis Gartner Brian Blau.

Google menyebarkan pesan di Twitter dengan tanda pagae #MadeByGoogle. Video yang ditayangkan tampang mencirikan siluet smartphone.

Pelacak industri mengantisipasi Google akan memamerkan smartphone sendiri dengan menampilkan Nougat, sistem operasi Android terbaru.

Google dikabarkan membuat nama baru yakni Pixel, bukan Nexus sebagai merek ponsel yang akan diproduksinya. Nexus diproduksi bersama dengan mitra ponsel, seperti HTC dan Huawei.

Nantinya dengan menekankan sesuatu “Made by Google” ini, raksasa mesin pencari tersebut akan mendorong memproduksi ponsel premium sebagai pesaing Apple dan Samsung.

Proyek Andromeda

Google pun telah mengantisipasi produk terbarunya dengan menggabungkan sistem operasi Chrome dan Android menjadi Andromeda.

“Sistem operasi Andromeda ini diharapkan membawa beberapa kemampuan seperti desktop Chrome ke Android untuk membentuk OS super yang bisa bekerja di smartphone, tablet, dan notebook,” kata Kepala analis Technalysis Research Bob O’Donnell.

Sistem oerasi gaya desktop ini akan memiliki potensi menantang perangkat lunak seperti Microsoft Windows dan Apple MacOS.

“Google memiliki harapan seperti yang bisa mereka (Apple, Microsoft, Samsung, dan perusahaan besar lainnya) lakukan,” kata analis Forrester Frank Gillet.

Sumber: AFP

By Didik Purwanto

Copywriter | Ghost Writer | ex Business Journalist | Farmer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *