emas

emasHarga emas dan perak merosot ke level terendahnya sejak 2010 karena penguatan dolar AS. Hal ini dipicu Bank Sentral Jepang secara tak terduga meningkatkan stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di sisi lain, Bank Sentral AS justru menghentikan program stimulus moneter.

Harga emas untuk pengiriman jangka menengah turun 2,6 persen menjadi US$ 1.167,49 per ounce, terendah sejak Juli 2010 dan diperdagangkan di US$ 1.177,26 per ounce di pasar Singapura.

Perak turun tiga persen menjadi US$ 16,0009 per ounce, terendah sejak Februari 2010. Kedua logam ini jatuh tertekan penguatan dolar AS, lebih dari enam tahun terhadap yen.

Bank Sentral AS The Fed masih menimbang waktu kenaikan suku bunga karena bank sentral lain menambah stimulus moneter untuk meningkatkan perekonomiannya. Bank Sentral Jepang menargetkan stimulus 80 triliun yen (US$ 726 miliar), naik dari 69-70 triliun yen sebelumnya.

Harga emas juga semakin tertekan setelah data Produk Domestik Bruto (PDB) AS mengalahkan estimasi analis. China juga sedang diselidiki terkait lonjakan ekspor logam mulia. “Orang-orang umumnya melihat ke arah dolar AS yang bergerak lebih tinggi terhadap yen setelah pengumuman Bank Sentral Jepang meski berita tersebut mengakibatkan netral bagi harga emas,” kata pedagang emas Gemsha Metals Co Wallace Ng.

Harga emas pekan ini melemah 4,4 persen, terbesar sejak September 2013. Emas mengalami kerugian bulanan berturut-turut untuk pertama kalinya tahun ini. Ekspor emas di SPDR Gold Trust turun untuk hari ketiganya sekitar 741,2 metrik ton, setidaknya sejak Oktober 2008.

Analis INTL FCStone Inc Edward Mein mengatakan, harga emas sudah naik 70 persen dari Desember 2008 sampai Juni 2011 sebagai akibat Fed membeli surat utang dari pasar dan menekan biaya pinjaman mendekati nol persen. Namun harga emas turun 28 persen tahun lalu, tertinggi dalam tiga dekade. Padahal pasar berharap bank sentral mau melakukan stimulus moneter kembali untuk mendongkrak pertumbuhan.

Bank Sentral AS yang telah memertahankan suku bunga acuan 0,25 persen sejak 2008 pekan ini memutuskan mengakhiri pembelian obligasi namun tetap memertahankan suku bunga rendah untuk waktu yang cukup. Inflasi juga berjalan di bawah target dua persen.

“Emas kembali menghadapi momok penguatan dolar AS, kenaikan harga ekuitas dan inflasi sudah melunak,” katanya.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun 2,7 persen menjadi US$ 1.166,20 per ounce di pasar Comex New York, level terendah sejak Juli 2010, sebelum diperdagangkan di level US$ 1.175,80 per ounce.

Sumber: Bloomberg

 

By Didik Purwanto

Copywriter | Ghost Writer | ex Business Journalist | Farmer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *