Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Tahu nggak sih biaya pendidikan anak tuh selalu naik setiap tahun. Sebagai orangtua atau calon orangtua, kita harus menyiapkan yang terbaik untuk anak-anak nanti. Sebelum mengetahui cara menyiapkan dana pendidikan anak dengan baik, alangkah lebih baik mengetahui penyebab mahalnya biaya pendidikan di Indonesia dan biaya pengeluaran apa saja yang perlu diwaspadai.

Biaya Pendidikan di Indonesia Lebih Mahal

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) dan HSB yang dirangkum saat webinar PINA, Indonesia masuk top 15 negara dengan biaya pendidikan termahal di dunia. Rata-rata biaya pendidikan di Indonesia masuk peringkat 13 dunia dengan dana US$18.433 (sekitar Rp 292,67 juta).

Biaya pendidikan di Indonesia salah satu yang termahal di dunia.

Biaya pendidikan di Indonesia hanya lebih mahal dibandingkan biaya pendidikan di India sekitar US$18.909 (Rp 300,2 juta. Dan biaya pendidikan di Indonesia hanya lebih mahal dibandingkan biaya pendidikan di Mesir sekitar US$16.863 (Rp 267,7 juta).

Dana tersebut berdasarkan laporan perhitungan pada 2023. Bagaimana nanti jika kita memiliki anak dan mulai masuk pendidikan minimal 10 tahun lagi.

Masalahnya, kenaikan biaya pendidikan di Indonesia rata-rata sekitar 10-20% per tahun. Kenaikan biaya pendidikan, khususnya di Indonesia dipicu dari inflasi, keterbatasan anggaran pemerintah, kualitas pendidikan, dan kenaikan biaya operasional sekolah. Itu pun kenaikannya akan berbeda di setiap sekolah, apalagi sekolah swasta.

Marintan Lestari, CFP, AWP
Certified Financial Planner PINA

Berdasarkan data BPS pula, rata-rata total biaya pendidikan di Indonesia menurut jenjang pendidikan masih tinggi. Data ini diambil pada tahun ajaran 2020/2021.

Untuk tingkat SD sekitar Rp 3,24 juta, SMP Rp 5,59 juta, SMA 7,8 juta, dan perguruan tinggi Rp 14,47 juta. Kalau kalian masih ingat, berapa tuh biaya pendidikan kalian dulu. Lebih rendah atau bahkan lebih tinggi dari ini?

Jenis Pengeluaran untuk Pendidikan Anak

Untuk biaya pendidikan anak, tentu tidak melulu soal biaya sekolah. Namun harus memperhitungkan biaya lain yang menunjang kegiatan belajar mengajarnya.

Cara ini harus diperhitungkan demi mendapatkan cara menyiapkan dana pendidikan anak dengan baik melalui tabungan pendidikan anak. Soalnya, kita harus mengetahui cara menyiapkan dana pendidikan dengan baik agar kita tidak kesulitan mengelola keuangan setiap harinya.

Jenis pengeluaran utama untuk pendidikan anak antara lain:

SPP per Bulan

Setiap anak dan pada jenjang pendidikan akan memiliki dana SPP per bulan secara berbeda. Ada yang gratis. Namun ada yang memberikan biaya SPP per bulan lumayan tinggi, sesuai kualitas pendidikannya.

Uang Bangunan

Setiap sekolah memiliki kebijakan berbeda untuk uang bangunan. Biasanya ada yang menerapkan saat pertama kali daftar ulang. Namun ada juga yang menerapkan biaya uang bangunan pada setiap kenaikan kelas.

Besarannya uang bangunan pun bervariasi. Namun yang pasti, dana ini harus dipersiapkan sejak dini. Apalagi yang menyekolahkan anak di sekolah swasta.

Cara menyiapkan dana pendidikan anak dengan baik

Uang Buku

Setiap sekolah juga menerapkan pola berbeda terkait uang buku. Ada yang menerapkan setiap kenaikan kelas atau saat masuk ke kelas baru. Namun ada juga yang tidak menerapkannya.

Bagi yang tidak mau membayar uang buku (biasanya berupa Lembar Kerja Siswa/LKS), siswa harus mencatat setiap tugas yang diberikan guru melalui LKS tersebut. Namun bagi yang membayar, siswa tersebut akan langsung mengerjakan tugas di LKS tersebut.

Uang Pangkal

Biasanya setiap sekolah selalu menerapkan biaya ini. Ada yang menyatukan dengan uang bangunan. Namun ada juga yang memisahkannya secara tersendiri.

Uang pangkal biasanya dikenakan saat pertama kali mendaftar sekolah. Ada yang bisa melalui cicilan. Namun ada juga yang memintanya membayar secara tunai di depan.

Biaya Ekstrakurikuler

Biaya ekstrakurikuler (ekskul) juga tergantung kebijakan sekolah. Ada yang mewajibkannya. Namun ada juga yang menyerahkan sukarela kepada setiap siswa.

Orangtua yang ingin memberikan pendidikan secara baik dan menyeluruh kepada anaknya, tentu ingin pendidikan dari luar kelas. Itupun kalau pendidikannya di kelas tidak keteteran ya.

Untuk biayanya, ada yang dibayar saat pertama kali mendaftar ekskul. Namun ada juga per termin setiap ada kegiatan. Yang penting sesuaikan aja dengan minat dan bakat anak. Jangan sampai memaksakan keinginan orangtua ke anak ya.

Uang Kos

Uang kos biasanya hanya untuk pendidikan setelah menengah atas (SMA). Namun ada juga yang sudah memberikan uang kos karena lokasi sekolah yang jauh dari rumah. Meski sekarang sudah tidak berlaku lagi ya. Kebijakan sekarang kan sekolah berdasarkan zonasi.

Dulu banyak teman SMA-ku yang memilih kos dibandingkan harus bolak balik sekolah dan rumah. Selain bisa hemat biaya, juga hemat waktu dan tenaga. Apalagi yang sekolahnya sampai sore. Saat ini ada loh yang waktu belajarnya hingga pukul 4 sore. Namun meliburkan siswa pada Sabtu dan Minggu.

Biaya Tersembunyi Pendidikan Anak

Selain menyiapkan uang pengeluaran untuk biaya utama pendidikan, cara menyiapkan dana pendidikan anak dengan baik melalui biaya tersembunyi. Biaya ini terkesan tidak kelihatan. Namun saat ditotal, ternyata besarannya juga lumayan. Duh orangtua harus mengerti money parenting nih.

Biaya Antar Jemput Anak

Saat orangtua sibuk, anak pun ke sekolah sebenarnya bisa dengan kendaraan sendiri. Namun orangtua yang khawatir sang anak akan keluyuran sepulang sekolah, bisa menyediakan biaya antarjemput anak.

Saat tidak sibuk, orangtua bisa mengantarjemput anak secara mandiri. Namun saat sibuk, antarjemput anak bisa dilakukan melalui jasa ojek pangkalan langganan, saudara dekat rumah, atau via layanan ojek daring.

Syukur kalau ada dana lebih bisa menyediakan sopir pribadi buat kebutuhan antarjemput anak. Tapi ini hanya untuk anak orang kaya ya. Hehe.

Biaya Les

Orangtua tentu ingin memberikan bekal pendidikan terbaik untuk anak-anaknya. Saat pelajaran di kelas mendapatkan hasil tidak memadai, memberikan les bisa menjadi solusi.

Namun hal ini perlu dikembalikan ke keluarga lagi. Mampukah sang anak belajar penuh setelah sepulang sekolah lagi. Belum lagi kalau sang anak harus mengikuti ekstrakurikuler di sekolah. Intinya jangan membebani anak dengan pendidikan dari pagi sampai malam. Sesuaikan saja dengan kemampuannya.

Biaya sosialisasi anak sekolah

Biaya Sosialisasi

Biaya sosialisasi ini tergantung sekolah sih. Ada yang membuat kegiatan pertemuan antara anak sekaligus sesama orangtua murid. Ada yang digelar di dalam sekolah tapi ada juga yang di luar sekolah.

Karya Wisata

Sekolah saat ini memang lebih bervariasi. Ada yang menyarankan menggelar karya wisata agar anak tidak jenuh belajar di sekolah saja. Namun jeleknya, siswa harus mengeluarkan biaya lagi untuk kegiatan ini.

Sekolah si kecilku yang setingkat SMP, menerapkan biaya karyawisata dibayar di muka saat mendaftar ulang. Biasanya minimal setengah atau 3/4 biaya total.

Sisanya, bisa dilunasi dengan cicilan. Baik bulanan maupun langsung saat kenaikan kelas 2 di sekolah menengah.

Namun kini anak SD pun juga sudah menerapkan biaya karyawisata ini. Hal tersebut akan tergantung kebijakan masing-masing sekolah dan perkumpulan orangtua siswa yang mengawasi kegiatan sekolah dan para guru.

Bekal Sekolah

Cara menyiapkan dana pendidikan anak juga harus memperhitungkan bekal sekolah ya. Kesannya sih sepele. Tapi ini demi kesehatan anak.

Cara menyiapkan bekal sekolah anak

Ada yang lebih suka memberikan uang saku kepada anak secara harian, mingguan/bulanan. Namun ada yang lebih suka menyiapkan bekal agar anak nggak jajan sembarangan di sekolah.

Biaya Perlengkapan Sekolah

Biaya perlengkapan sekolah ini jangan menjadi beban ya. Usahakan memberikan perlengkapan sekolah dengan alat biasa saja. Jangan bermerek apalagi harus pakai merek asing dan berharga mahal.

Kecuali Anda orang kaya dan lingkungannya pun orang kaya semua. Bebas deh. Hehe. Kadang sekolah bukan untuk mencari ilmu tapi pamer kekayaan mulai dari cara berpakaian, kendaraan hingga perlengkapan sekolahnya. Duh jangan sampai seperti ini ya.

Biaya perlengkapan sekolah anak

Uang Saku

Uang saku menjadi salah satu yang diperhatikan dalam cara menyiapkan dana pendidikan anak dengan baik. Ada yang menyiapkan secara terpisah. Namun ada juga yang memasukkan dalam biaya sosialisasi. Diatur saja sesuai kebutuhan ya. Plus ajarkan anak mulai melek keuangan sejak dini.

Intinya jangan sampai karena perkara uang saku, orangtua jadi pilu. Barusan lihat berita, sang anak ngambek karena orangtua tidak memberikan uang jajan. Sampai dibawa ke kantor polisi lohm Duh kok jadi kayak gini ya. Hehe.

Untuk tulisan selanjutnya, kita akan bahas instrumen investasi apa saja yang bisa kita siapkan sejak dini untuk mengantisipasi kenaikan biaya pendidikan anak. So, stay tune ya.

16 pemikiran pada “Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Anak”

  1. Banyak banget ya biaya sekolah tuh ternyata. Jujur sih, dulu aku merasakan biaya sekolah tinggi tuh saat SMA. Secara ya, aku sekolah SMAnya di sekolah swasta. Asrama pula. Sekarang adikku sekolahnya di negeri. Jadi, lebih ringan sih menurutku.

  2. Ah iya gak terpikirkan soal biaya tersembunyi pada biaya pendidikan yang sebaiknya disiapkan. Ini informasi penting gak hanya bagi calon orangtua tetapi juga orangtua yang anaknya sudah memasuki usia sekolah ya

  3. Benar sekali, Mas. Dana pendidikan itu, bukan saja uang pangkal saat masuk dan SPP setiap bulan. Tapi banyak printilan-printilan yang harus dibayarkan juga. Makanya harus dipersiapkan. Apalagi semakin lama, biaya pendidikan semakin meningkat. Semakin bermutu, maka biaya pendidikan itu semakin mahal.

  4. benerrr banget kak. Biaya pendidikan anak kudu disiapkan sejak dini.

    Walau nantinya sekolah di negri yg ga bayar SPP tapi butuh buat biaya beli seragam, sepatu, dll.

    Jadi kudu rajin nabung emang

  5. Printilannya sih ya yang paling banyak kalau pendidikan anak itu. Saya merasakan saat sekolah dulu, biaya di luar SPP itu jauh lebih banyak. Karena dulu Bapak sudah meninggal, jadi saya diajari ibu untuk mengelola keuanan

  6. ya Allah banyak banget ya perintilannya. emang harus di palnning banget ya biaya untuk anak ini. kalo nggak bener-bener ortunya nabung dan invest bisa kelabakan kyknya.

  7. Ternyata biaya sekolah anak itu banyak ya. Nggak cuma yang terlihat seperti SPP dan uang bangunan. Biaya tersembunyinya juga banyak. Meski tahu, tapi saya juga baru ngeh soal biaya tersembunyi ini. Kayak biaya les, biaya antar jemput, juga biaya karya wisata. Kalau swasta, wah kerasa banget nih kalau pas lagi karya wisata biayanya pasti. Di sekolah tempat saya mengajar dulu gitu soalnya.

  8. biaya pendidikan anak tuh memang lumayan banget yaaa, memang hrs disiapin sm org tua dari jauh2 hari, org tua bener2 hrs tau target finansialnya berapa nominalnya biar bs punya strategi keuangan yg tepat

  9. ya Allaah iyaa yaa kak bener banget. biaya tersembunyi kayak biaya bekal dan bensin buat antar jemput anak tuh aku keskip lhoo wkwkwk. untuk bekal biasanya aku gabungin tuh budgetnya sama masak harian, tp ternyata ya kadang2 beda jugaaa karena dia gamau makanan yang sama di hari lain misalnyaa, jadilah membengkaaak

  10. Aku juga sekarang dah punya tabungan khusus pendidikan anak, dan itu ga boleh diambil sampai nanti digunakan. perencanaan macam ini harus sejak kecil anak sih

  11. Jangan lupakan uang seragam, Kak. Seragam anak sekolah sekarang bisa tiap hari beda-beda. 6 hari sekolah berarti 6 macam seragam, Udah pusing bayarnya, pusing pula mengingat hari ini pakai seragam apa :))

  12. Jadi penasaran nunggu bagian duanya
    Dana pendidikan anak memang urgent
    Makanya saya pun berusaha untuk menyiapkannya
    Meski mungkin saat ini masih sangat kurang

  13. Iya juga ya, setelah dipikir-pikir ternyata selain biaya sekolah, banyak juga biaya lain-lainnya ya..
    Tapi kalau anak-anak saya sih biaya lain lainnya ga banyak karena sekolah negeri heheh

  14. tahun depan anak keduaku masuk SD, udah prepare uang pangkal sampai puluhan :( sekarang biaya sekolah pilihan mahal ya, belum lagi rebutan kursi harus tes di awal2 agar dapat potongan biaya xD

Tinggalkan komentar