parisPerancisMenara Eiffel Paris Prancis
Menara Eiffel Paris Prancis
Menara Eiffel Paris Prancis

Bagi kebanyakan orang, jalan-jalan (traveling) memang lebih seru kalau ramai-ramai. Namun ada juga yang lebih nyaman untuk traveling sendiri, merenungi nasib diri apalagi yang masih sendiri. Kayak Agil Jolie hahaha…

Nah, akhir pekan lalu aku sempat ikutan #KelasBlogger bertajuk How to be Single Traveler. Rasanya agak aneh ya kalau traveling sendirian, apalagi kalau tempat itu belum pernah kita injak sebelumnya.

Aku juga sih belum pernah traveling sendirian, kecuali ke tempat-tempat dekat. Memang ada serunya juga sih bisa traveling sendirian karena bisa explore tempat tanpa gangguan.

Kalau bawa teman, minimal kita harus menyesuaikan jadwal bersama. Apalagi kalau salah satu capek, ya kita harus istirahat bareng padahal niat kita ingin terus jalan.

Berikut 10 tips cerdas traveling sendiri yang aku sarikan dari pertemuan dengan Agil Jolie yang sudah ke Eropa selama hampir 1,5 bulan. Duitnya cuma habis Rp 5 jutaan loh (tetapi tidak termasuk tiket yang hampir mencapai Rp 10 jutaan). Maklum dia beli mendadak, tidak mau pesan jauh-jauh hari. Sok kaya dia hahahaha..

Suasana Kelas Blogger di Nutrifood Inspiring Center, Menteng, Jakarta, Sabtu (19/12). Foto: dokumen pribadi
Suasana Kelas Blogger di Nutrifood Inspiring Center, Menteng, Jakarta, Sabtu (17/12). Foto: dokumen pribadi

Eh, ini jadi bahas tipsnya ga sih? Ayuk donk..

1. Mental

Jangan pernah bandingkan trip kita dengan orang lain. Boleh sih kita mencari panduan traveling ke luar negeri berdasarkan pengalaman orang lain. Namun itu hanya sebagai patokan. Hasilnya tidak bisa disamakan karena pengalaman traveling seseorang tentu berbeda.

Ini dikarenakan cara menikmati sebuah destinasi wisata seseorang itu berbeda-beda, tidak akan sama dengan orang lain. Misal kita mengunjungi sebuah museum, tentu ada yang menganggap itu pengalaman luar biasa, bisa menikmati keajaiban benda-benda zaman dulu. Namun ada juga yang tidak menyukainya. Buang-buang waktu. Ada juga kan yang kayak gitu?

Ada juga yang senang berinteraksi dengan orang lain saat di destinasi wisata. Namun ada juga yang hanya sekadar foto-foto narsis, yang penting bisa eksis di Instagram, bisa pamer ke teman-teman.

Jadi siapkan mentalmu untuk menghadapi hal yang tak terduga selama di lokasi destinasi wisata. Siap-siap dengan kejutan baru, tidak boleh menyalahkan orang lain dan lebih waspada terhadap apapun yang terjadi.

2. Perbanyak wawasan

Carilah informasi tentang destinasi wisata sebanyak-banyaknya. Sekarang banyak informasi tentang destinasi wisata, info tempat tinggal, tiket, budaya masyarakat, makanan murah dan enak, transportasi setempat, hingga urusan ATM, money changer dan sebagainya.

Soal budaya, masyarakat Eropa tidak suka mendengar orang di dekatnya bersendawa setelah makan. Itu tidak sopan. Padahal budaya adat kita tidak masalah.

Di China, banyak toilet jorok sehingga kita tidak akan betah kalau buang air besar di sana. Bahkan kita bisa berlima untuk satu toilet dan kita bisa melihat kotoran itu berjalan di saluran pembuangan.

Jadi kalau kemana-mana lebih enak bawa sebotol air minimal satu liter untuk cebok misalnya. Haha..banyak toilet umum di China tidak memiliki toilet bersih yang menyediakan air sebagai sarana pembersih. Mungkin tempat lain akan berbeda.

Jangan lupa cek musim destinasi wisata. Jangan sampai kita bawa celana dalam mini tapi di sana malah musim dingin. Apalagi kita tidak bawa jaket tebal. Mampus di sana. Haha..

Untuk transportasi lokal, misalnya di Eropa, kita bisa mencari di GoEuro.com untuk mencari perbandingan harga transportasi di sana. Flixbus.com juga bisa digunakan dengan

3. Dokumen

Urusan visa, passport dan pengurusan dokumen juga bisa dicari selengkapnya. Ini penting karena akan bermasalah kalau dokumen pribadi kita hilang. Tips dari Agil, fotokopi dokumen kita, misal KTP, passport, visa dan dokumen pribadi kita. Pisah-pisahkan dokumen itu di beberapa tas yang kita bawa. Jangan lupa taruh juga di saku khusus di setiap baju atau celana yang kita bawa saat itu.

4. Urusan duit

Urusan duit, jangan bawa banyak karena akan menarik perhatian pencopet.

Di sana kita tidak tahu kondisi riilnya seperti apa. Jadi tidak apa-apa berlagak seperti gembel asal kita tidak gembel beneran. Kita bisa makan enak tanpa kelihatan sok mewah.

Tips dari Agil, pisah duit di dalam tas bagian depan dan di dalam saku bagian dada. Amit-amit kalau sampai kecopetan, kita masih ada cadangan. Sisanya bisa ditaruh di ATM karena ATM berlogo Visa/Mastercard pun bisa mengambil duit dengan kurs setempat. Tentu ada potongan untuk biaya kurs. Agil bahkan hanya menukarkan sekitar 200 euro saat itu (sekitar Rp 3 jutaan).

Catat juga pengeluaran, jangan sampai over budget kalau traveling sendirian. Kita tidak bisa menghabiskan kartu kredit di sana. Asal gesek, tapi pas pulang Tanah Air malah bokek. Enggak enak banget kan? haha..

Duit, pasport/visa bisa ditaruh di bawah bantal saat tidur.

Apalagi kalau tempat menginap kita berisi puluhan orang satu kamar. Bisa jadi ada orang baik di sana. Kita tidak berharap ada kejadian itu, tetapi antisipasi boleh dong..

5. Perlengkapan pribadi

Tidak perlu bawa pakaian banyak karena hanya memberatkan isi ransel. Agil bahkan hanya membawa dua ransel yang ditaruh di depan dan belakang tubuh. Bahkan urusan celana dalam, Agil malah beli yang bisa sekali pakai. Begitu juga kaos dalam. Ini juga memungkinkan ransel sedikit membawa beban sehingga tidak memicu kita kesakitan kalau jalan.

Pergunakan sepatu yang sering kita pakai dan nyaman. Jangan beli sepatu baru dan langsung kita pakai saat itu juga. Ini hanya akan memicu kita kesakitan karena belum terbiasa. Bisa juga kita membawa sandal jepit untuk antisipasi kalau kegerahan pakai sepatu. Asal jangan dipakai kalau di sana musim gugur ya..haha..

Lebih enak lagi kalau traveling itu sambil jalan kaki sambil mengingat tempat. Napak tilas lah..

Urusan ransel pun jangan membawa yang besar. Kadang penerbangan murah suka membatasi ransel besar (dalam ukuran, bukan berat). Jadi kalau tidak memenuhi kualifikasi ukuran mereka, ransel pun harus ditinggalkan. Kalau memaksakan tetap membawa, biaya bagasi bisa dua kali lipat dari harga tiket.

6. Enjoy nyasar

Seni traveling sendiri itu nyasar. Jadi bawa hepi aja kalau nyasar. Intinya kita tetap hati-hati saja saat traveling. Pastikan kita tahu lokasi menginap, rute transportasi, dan siapkan rencana travelingmu.

Meski Agil membuat rencana traveling begitu mendetail dalam time table. Jadi misalnya dalam seminggu liburan akan sudah penuh lokasi yang harus dikunjungi.

Namun Agil akan memanfaatkan waktu siang hari untuk traveling. Malam hari fokus istirahat atau mengunjungi wisata sekitar tempat menginap.

Kalau tidak fasih bahasa Inggris atau bahasa setempat, gunakan bahasa Tarzan (bahasa isyarat/bahasa tubuh).

Jangan lupa catat alamat Konsulat Besar Republik Indonesia (KBRI) di sana, khususnya bila ada kejadian buruk menimpamu.

Suasana Kelas Blogger di Nutrifood Inspiring Center, Menteng, Jakarta, Sabtu (19/12). Foto: dokumen pribadi
Suasana Kelas Blogger di Nutrifood Inspiring Center, Menteng, Jakarta, Sabtu (17/12). Foto: dokumen pribadi

7. SKSD

Kita bisa kenalan (Sok Kenal Sok Dekat/SKSD) dengan orang lokal untuk mengetahui adat istiadat masyarakat setempat. Bahkan Agil mendapatkan kartu transportasi untuk warga setempat. Jadi naik transportasi lokal bisa lebih murah dibandingkan turis.

Tapi di sini kita tidak boleh menanyakan hal pribadi ke orang lokal, misal umur berapa, sudah menikah/belum, setelah ini mau kemana, agama, atau hal-hal bersifat pribadi.

8. Pahami diri

Sesuaikan dengan kondisi tubuh saat traveling sendirian. Kalau tidak kuat, jangan memaksakan. Kita tidak mengenal siapapun di sana. Namun kita bisa berkenalan dengan orang lokal kalau mau. Jangan lupa bawa obat-obatan seperlunya.

Pengalaman Agil, dia sempat hampir kecopetan di Ibizza. Di sana ia kebingungan karena tidak ada yang mau membantu. Lapor ke polisi pun malah diacuhkan. Intinya, jangan panik kalau ada apapun dalam setiap traveling kita. Nikmati sebagai bagian terindah dalam travelingmu.

9. Berbagi menginap

Saat traveling sendiri, kita akan lebih enak berbagi menginap dengan orang lain. Kita bisa mencari di aplikasi Coachsurfing. Jadi aplikasi itu memungkinkan kita bisa mencari tempat menginap di sana secara gratis.

Jadi kita bisa menulis diri kita seperti apa, sukanya seperti apa dan menginginkan teman menginap di sana seperti apa. Bisa memilih sesama perempuan, sesama lelaki atau bebas campur.

Jadi di sana kita menginap di tempat orang, mungkin bisa berbagi ruangan. Sebagai gantinya kita bisa memberikan oleh-oleh khas Tanah Air yang bisa menjadi kenang-kenangan bagi mereka karena memberikan tempat menginap gratis.

Bahkan si Agil sempat memasakkan yang punya rumah dengan makanan Indonesia dan mereka ketagihan. Atau memberikan kain tenun kalau dia suka kain. Tips dari Agil, sekecil apapun yang terjadi di sana, lebih baik dibicarakan bersama. Misalkan bolehkah saya mematikan lampu tidur, bolehkah mencuci piring, bolehkah saya diberi kunci khusus karena pulang malam dan sebagainya.

Btw, orang Eropa lebih suka memasak sendiri di rumah karena membeli di luar bisa mahal banget.

10. Asuransi

Namanya bepergian sendirian, jadi jangan anggap enteng penyakit atau kejadian apapun di sana. Jadi saat Agil akan dirampok di Ibiza, ia sempat babak belur karena sempat berantem dengan perampok tersebut. Beruntung asuransi bisa menutupnya.

Kita bisa membeli asuransi secara tahunan atau per perjalanan. Jadi disesuaikan dengan negara tujuan untuk memudahkan bila terjadi sesuatu.

So, siap traveling sendiri?

By Didik Purwanto

Copywriter | Ghost Writer | ex Business Journalist | Farmer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *