sisil1Potongan tiket film The Curse. Foto: Didik Purwanto

Review film The Curse ini begitu menegangkan. Di zaman modern seperti sekarang, berbicara tentang hantu, setan, atau roh halus terkadang dianggap gila. Butuh bukti kuat untuk menunjukkan kepada seseorang jika kita mampu melihat dunia lain tersebut.

Setan VS Budaya Modern

Itu pula yang diakui Putri (Lia Waode) kepada Shelina (Prisia Nasution) yang tidak mempercayai setan. Apalagi mereka hidup di negara sebesar Australia yang notabene masyarakatnya modern.

Review Film The Cure
Potongan tiket film The Curse. Foto: Didik Purwanto

 

Namun itulah yang terjadi. Shelina, seorang pengacara yang mengusut kasus pembunuhan dihadapkan pada dua kasus berbeda. Di satu sisi, ia harus mengungkap dalang pembunuhan warga Indonesia yang tinggal di Australia. Satu sisi, ia harus segera menuntaskan kasus perceraian dengan suaminya di Indonesia.

Kondisi itu makin diperparah karena ia kerap melihat sosok-sosok aneh di rumahnya. Padahal ia tinggal di kawasan Yarra Valley, sekitar 77 kilometer ke arah timur dari Bandara Melbourne, Australia.

Bayang-bayang itu kemudian membawa Shelina ke sebuah kisah lama yang melibatkan Leann Widjaya (Shareefa Daanish) dan Yogi (Yogi Gagah Perdana). Bahkan ia sampai mendatangkan dukun dari Yogyakarta, apalagi masyarakat Indonesia masih akrab dengan dunia roh halus tersebut.

Review Film The Curse dan Plot Twist

Uniknya, roh halus ini hanya mau berkomunikasi dengan Shelina, terutama untuk membantu menuntaskan kasus pembunuhan yang sedang ditanganinya. Cerita dengan plot twist ini menyuguhkan alur lambat dengan latar belakang perkebunan anggur nan damai. (Ternyata saya baru sadar, Australia memang sedang gencar promosi wisata, termasuk menyuguhkan destinasinya ke masyarakat Indonesia).

Bahkan sekilas, sutradara juga menyuguhkan latar belakang laut Andaman di selatan Thailand. Bahkan beberapa menit juga menyuguhkan dialog menggunakan bahasa Thailand. (Kebetulan saya suka dengan film bergenre horor dari Thailand dan sudah dua kali ke sana).

Sutradara berhasil menyuguhkan latar berbeda dengan film horor selama ini. Nuansa modern tetap diperlihatkan dan roh halus sebenarnya juga bisa muncul di mana saja, tak terkecuali di negara maju.

Film drama berbalut misteri ini sangat berbeda dengan film yang seakan menghiasi layar kaca dalam negeri. Selama ini, film horor selalu identik dengan kemasukan setan atau hanya seakan menakut-nakuti penonton dengan adegan setan mendadak muncul sembari memperlihatkan wajah seram.

Review Film The Cure
Potongan tiket film The Curse. Foto: Didik Purwanto

Ungkap Dalang Pembunuhan

Review Film The Curse besutan Muhammad Yusuf ini seolah mendorong penonton ikut berpikir, siapa dalang pembunuhan yang sedang diusut Shelina?

Setuju dengan pernyataan cenayang Djayanti, indera keenam memang tidak semua orang memilikinya. Namun kepekaan indera khusus tersebut bisa dilatih, khususnya yang memiliki keturunan dari nenek moyangnya.

Jika tidak bisa melihat roh halus secara langsung, kita bisa melihat roh halus melalui mimpi. Biasanya roh halus akan memberikan pesan-pesan yang seharusnya disampaikan tidak dari bertatap muka langsung.

Pengalaman Merasakan Roh Halus

Meski tidak bisa melihat secara langsung, saya sebenarnya juga bisa merasakan keberadaan makhluk lain di dunia ini, terutama roh halus tersebut. Itu terjadi saat saya sedang berkunjung ke rumah teman di Grand Depok City.

Saat itu, saya merasa tidak enak berada di dekat pohon dekat rumah teman. Padahal samping rumahnya masih berupa petak tanah. Namun sekitar 400 meter dari rumah tersebut terdapat makam keluarga.

Setelah saya menanyakan kepada teman, ternyata ada roh halus di pohon besar dekat rumah tersebut. Mungkin juga dia sebagai penunggu daerah situ. “Iya, sosoknya hitam, besar, tinggi,” kata temanku yang bisa melihat roh halus.

Begitu juga dengan kosanku di Kenari, Salemba. Selama hampir tujuh tahun di Jakarta, saya memang belum pernah bertemu dengan makhluk halus secara langsung.

Namun dari penuturan teman, tiga kamar dari empat kamar kos yang disewakan ada penghuni halusnya. Beruntung kamar yang saya tempati tidak dimasuki roh halus. Hanya kaca besar di lorong kamar yang ada, termasuk lantai di atas kamar mandi yang biasanya dipakai untuk menjemur pakaian.

Pantesan selama tujuh tahun tinggal di situ, tidak ada yang betah kos di tiga kamar sebelah. Selidik punya selidik, roh halus menyukai tempat gelap dan sedikit lembab. Apalagi tiga kamar tersebut tidak memiliki ventilasi udara yang cukup.

Temanku yang bisa melihat roh halus pun pasti tidak mau saya ajak ke kosan karena sewaktu-waktu mereka datang. Penampakannya cewek berbaju putih dengan rambut terurai ke depan menutupi hingga ke dada. Entah kuntilanak atau suster ngesot. Maklum, kosanku tak jauh dari kamar jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Beruntung, ibu selalu memberikanku wejangan agar tidak lupa sholat dan berdoa. Jangan lupa memilih kosan yang ada ventilasi cukup. Memang selama tujuh tahun di Jakarta, saya baru pindah kosan dua kali.

Review Film The Cure
Poster film The Curse. Foto: sinopsisfilem21.com

Investigasi Roh Halus

Kenapa enggan pindah? Saya berkali-kali mencari kosan, bahkan mencari beberapa rumah untuk dibeli. Namun saat perasaan tak enak muncul, saya selalu mengurungkan masuk.

Itulah sebabnya saya harus bertanya ke teman, termasuk ke bapak karena memang beliau bisa melihat, untuk sekadar berkonsultasi tentang roh halus. Bukan bermaksud percaya takhayul, karena memang sebenarnya keberadaan mereka ada, tapi hanya beda dunia.

Jika kita tak mengganggunya, insyaallah mereka juga tak mengganggu. Beda dengan akhir review film The Curse yang menemukan dalang pembunuh dua korban, saya pun tak sempat berkenalan dengan sosok di kosanku.

Saya pun menghentikan investigasi sosok roh halus tersebut. Motif dia nongol di kosan, terutama mengganggu di tiga kamar sebelah juga tak terungkap. Alasannya sederhana, tidak ada yang mau berbicara dengan makluk halus tersebut. Takut katanya. Semoga tidak terjadi kutukan seperti Shelina.

By Didik Purwanto

Copywriter | Ghost Writer | ex Business Journalist | Farmer

22 thoughts on “Review Film The Curse Ala Gue”
  1. Aku gak bisa lihat tapi percaya sih makhluk itu memang ada.. :) Penasaran jg sama film Curse ini, sempat lihat trailer-nya di bioskop tapi kayaknya aku gak berani nonton.. Hehe..

  2. Wha, ada prisia Nasutionnnn… dan ini ternyata film lama ya, udah 9 tahun yang lalu.
    Menurutku sekilas dari trailernya oke sih, tapi baca deskripsi mas Didik tentang beberapa latar dan promosi terselubung, membuatku jadi lebih penasaran si. Karena menurutku, salah satu hal yang bikin males nonton film horor lokal, itu scene nya terlalu gelap. Dan gelapnya acapkali berlebihan, heuheu. Padahal yaa bener, namanya roh halus, hantu dll mah itu bisa muncul dimana saja dan kapan saja.
    harusnya bisa dicontoh si ini, meski film horror tapi masih bisa menyelipkan sedikit promosi wisata.

  3. Walaupun saya ga pernah lihat, tapi saya percaya, penghuni dunia lain itu ada. Termasuk di tempat wisata. Jadi harus izin atau permisi pada penghuni di sana saya akan berwisata. Namun intinya kita tidak berbuat hal melanggar atau menggangu, insya Allah akan aman. Dan biasanya, Memang kehadiran mereka ditandai merinding, bulu Roma berdiri, termasuk suasana sekitar yang dingin.
    Dan menarik ini film Curse ya Mas. Mengungkap kasus pembunuhan dengan bantuan penghuni alam lain. Dan ganre misteri membuat ceritanya menarik karena bisa plot twist. Jadi penasaran pengin nonton.

  4. Owalah tadinya aku pikir ini film asing dari judulnya, ternyata malah film bikinan anak negeri to.
    Jadi settingnya tuh ceritanya di Melbourne ya mas? Lha kok malah mendatangkan dukun dari Yogya? Ini setannya bule atau gara2 pembunuhan WNI itu yang bikin arwah WNI-nya gentayangan? hehe
    Btw ngobrolin soal bersentuhan dengan roh halus keknya dalam hidup ini baru dua kali ngalamin, satu pas masih SD satu lagi pas di penginapan di satu daerah di NTT haha. Abis itu alhamdulillah aman aja. Males juga liatnya. Kata anakku setannya males liat aku krn aku lebih galak kyknya wkwk.
    Btw ngobrolin RS yang erat kaitanya dengan horor, di Sby tu dulu ada resto yang bangunannya bekas panti asuhan dan RS zaman Belanda. Gedungnya cakep sih haha. Nggak rahu restonya masih eksis apa nggak sekarang :D

  5. Saya percaya sih makhluk lain/jin itu ada. Beda dimensi saja. Mereka yang peka pasti merasa walaupun tidak bisa melihat.

    Waktu baca judulnya, aku pikir film The Curse ini buatan luar negeri. Ternyata film dalam negeri ya. Kalau dari review di atas kaya nggak begitu seram ya, hantunya malah bantu mengungkap kasus. Tapi apa bener nggak serem? Tapi lihat poster filmnya sih serem ya. Kaget banget tadi pas lewat bagian poster filmnya. Hahahahaha…

  6. Mas baru sadar ini film Indonesia yg udh lama yaaa. Kirain film baru, dan Hollywood atau film the curse Korea yg aku lagi tunggu S2 nyaaa hahahahahah.

    Eh mas Didik skr msh di jakarta timur tinggalnya? Soalnya nonton di Arion . Aku di Rawamangun , tp kalau nonton lebih suka Green Pramuka square. Lebih Deket rumah.

    Penasaran ih liat the curse. Ntr aku cari platform film yg masih muter film ini. Berharap ada di Netflix.

  7. aku pikir ini film luar heheh karena judul nya the Curse ( ternyata karya anak bangsa Alhamdullillah ). Jadi keingett ade aku, dia sensitiv soal ini. Kemaren kemarenn dia bilang aman, eh pas maen krumah dia bilang ih teh kenpa jadi jellas bangeutt liatt nya lho teh dan aku cuma tterdiam

  8. Aku baca review filmnya jadi inget kasus pembunuhan WNI yang menggemparkan di Aussie beberapa waktu lalu. Tapi kalau aku di suruh nonton Horror, angkat tangan mas. Wkwkwkw.. :D
    Shareefa Daanish ini ngingetin aku sama film horor thrilernya yang tiga dara. Asli actingnya keren banget, mimik wajahnya tuh serem pas di sana. Sampai sekarang aku masih takut nonton film Daanish yang itu. Wkwkwwk.. :(

  9. Waktu itu pernah tayang di tivi, cuma daku gak sampai habis nontonnya.
    Semoga bisa diputar ulang lagi, walau sih udah ngebayangin keknya bakalan disetel malam, karena biasanya film horor tayang pas malam.
    Sesuatu sih kalau udah bahasannya yang ghoib. Dan ya memang harus kita percayai, karena itu bagian juga dari iman.

  10. Kirain ini tadi film barat ternyata film indonesia juga ya. Tentang makhluk halus, aku juga percaya sama keberadaan mereka karena dalam agama islam memang ada alam gaib kan yaa. Tapi asli takut banget kalau sampai ditemui sama makhluk halus yang selama ini digambarkan dengan cukup menakutkan sama orang-orang

  11. Wah, ulasan yang menarik! Saya jadi penasaran dengan The Curse karena jarang ada film horor yang memadukan kasus hukum, latar luar negeri, dan sisi misteri yang bikin mikir. Langsung masuk list tontonan nih, karena saya suka sekali film yang berbau horor
    Terima kasih atas ulasannya yang berhasil membuat saya jadi tidak sabar untuk segera menonton.

  12. Btw mas, udah bagus nggak kenal sosok2 di kos2an kenapa ngrasa sayang gak kenalan? hahaha
    Yaaa aku pun percaya kita manusia hidup berdampingan dengan makhluk2 ini, tetapi asalkan kita percaya kalau kita makhluk yang diciptakan paling sempurna, maka nggak perlu keder sama mereka sih ya :D

  13. Salah satu film yang cukup menarik sekali. Apalagi di ulas sedemikian rupa, auto tertarik dan penasaran pengen tahu detail endingnya. Meski kebayang serem juga sih hahaha.
    Film The Curse, beneran angin segar menurutku. Bagus, lebih berkelas dan masuk akal. Terkait mahluk hapus sebetulnya kita semua berdampingan kan. Mungkin kalau ada yang nongol itu lagi apes momen.

    Mengecek para pemain film Film The Curse, rasanya ini sih bertabur bintang. Kelas sekali lah.

  14. Wah, mas Didik kok keren
    Berani nonton film horor sendirian
    Haha
    Aku mah, penakut
    Meski ada temannya, nonton film horor pun g berani
    Filmnya menarik banget ya

  15. Ngomong-ngomong kosan, aku jadi inget kejadian yang bikin aku jadi takut banget banget sama roh halus gitu. Dulu waktu ngekos, aku mimpi aneh banget, kejadian mimpinya tuh di kamar kosan sendiri. Dari kamar itu aku ngeliat ke luar jendela ada pohon besar banget dan ternyata ada mbak kunti sedang bertengger di sana sambil ketawa. Wuih, aku mau lari ke arah pintu tuh gak bisa bahkan, mbak kunti malah ikut masuk ke kamar akhirnya. Aku nangis deh, tapi akhirnya kebangun. Dan begitu kebangun aku langsung keluar kamar kosan dan menuju kamar sebelah, kebetulan memang teman aku mengisi kamar sebelah itu.

    Karena kejadian itulah, aku jadi takut buanget buat tidur sendiri lagi di kamar kosan. Walhasil, walaupun ngekos, aku malah jadi lebih sering pulang pergi, huhuhu. Terus juga, aku jadi takut banget sama yang horor-horor, ahaha. Tadinya bahkan di rumah sendirian pun takut. Tapi sejak paham kalau mereka memang ada dan kita sebetulnya hidup berdampingan, hanya beda dunia saja, aku jadi sedikit lebih tenang lah. Jadi ya selama kita gak mengganggu, insyaAllah mereka juga gak jail gitu.

    Tapi teteup, sampai sekarang aku gak berani nonton-nonton film horor, daripada keingetan dan nempel terus itu sosok yang aku lihat di film. Mending gak usah deh, huehehe.

  16. Wah, seru nih kayaknya filmnya, ya. Walopun untuk nontonya, aku kayaknya kudu ada temen. Apalagi kalo di bioskop. Adeuh… wajib ada temen. Aku orangnya penakut banget. Nanti nyari ah, buat ditonton rame-rame di rumah bareng anak-anak. Kita semua suka nonton rame-rame kayak gitu. Walopun tetep aja sih, ujung-ujungnya mah aku ketakutan. Horor Indonesia tea atuh, feelnya dapet. Setan, roh, atau hantunya berasa familiar. Hahahah…

  17. Duh,,,,saya belum pernah nih nonton film horor langsung di bioskop pasti vibesnya lebih menegangkan yaa pak hehehe. Meskipun penasaran puoolll namun saya belum beran noton di bioskop, nanti saja nonton di netflix hehehe, tapi seru yaa filmnya, baca reviewnya juga udah ikutan tegang.

  18. Pas ngomonging roh aku jadi menjauh, haha. Soalnya lebih senang lihat drama atau film yang sadis berdarah darah dibandingkan perhantuan horor yang kadang bikin takut sesekali jika sendirian di rumah. Makanya ini kok dari review-nya malah pengen nonton. Nanti kalau dah ada di NF wajib dah…

  19. Sejujurnya akupun nggak pernah ditemuin makhluk halus secara langsung. Dan semoga saja tidak karena pasti bikin trauma. Hehe. Emang dasarnya aku penakut. Tapi jadi penasaran juga sama film The Curse ini. Apalagi The Cursed nggak berpusat pada cerita hantunya ya. Cuzlaah

  20. The Cursed ini aku pikir film Korea..
    Huhu.. ternyata Indo yaa.. dan Uda pasti tegang banget siiyh.. secara demen banget yaak.. bikin film jumpscare.
    Penasaran juga nih.. gimana plot twist yang di spill.. berasaa dikasih angin buat ‘Kuy, nonton!’

  21. Bukankah memang lita berdampingan ya dengan makhluk lain tapi karena beda dimensi jadinya kita tidak mersakannya. Bukannya saya tidak percaya, saya percaya ada makhluk lain kok tapi saya tidak berharap untuk bertemu atau melihatnya, hmm bisa heboh saya nanti kalau bisa melihat makhluk lain. Makanya saya anti liohat film horor Indonesia yang selalu emmunculkan makhluk lain dalam wujud yang menyeramkan

  22. Belum nonton film ini. Tapi kayanya lumayan ya Pak..Film yang gaya psychological twist dan pacingnya bikin film makin greget emang lebih mantep sih buat Horror. Dari pada yang cuma jualan jump scare. Huhuu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *