HP Spectre x360, PC Premium Terkecil di Dunia

Tuntutan orang yang makin mobile mendorong vendor laptop atau personal computer (PC) terus menghadirkan perangkat yang mungil tapi tetap punya fitur mumpuni. HP Inc langsung menjawabnya dengan merilis HP Spectre x360.

Chief Operating Officer HP Inc Indonesia Hendry Widjaja saat merilis HP Spectre x360 di Hotel Alila SCBD Jakarta, Kamis (21/11). Foto: Didik Purwanto
Chief Operating Officer HP Inc Indonesia Hendry Widjaja saat merilis HP Spectre x360 di Hotel Alila SCBD Jakarta, Kamis (21/11). Foto: Didik Purwanto

Chief Operating Officer HP Inc Indonesia Hendry Widjaja bilang, perangkat ini dirancang konvertibel premium dengan bentuk terkecil di dunia. PC konvertibel yang bisa ditekuk hingga 360 derajat tersebut seolah bisa menjadi tablet sekaligus laptop yang gahar.

“Konsumen kini menginginkan teknologi eksklusif disertai pengalaman premium dan imersif yang memungkinkan untuk mewujudkan passion mereka menjadi nyata,” ujar Hendry di Jakarta, Rabu (21/11).

Target Pasar HP Spectre x360

Menurut dia, laptop ini cocok bagi mereka yang ingin berkreasi tanpa batas, khususnya bagi mereka yang ingin menyeimbangkan antara pekerjaan dan hiburan. 

Berdasarkan data International Data Corporation (IDC) ConsumerScape 360 pada 2018, pembeli laptop premium biasanya menghabiskan hampir setengah dari waktu mereka menggunakan PC di luar rumah.

Biasanya mereka menggunakan PC premium di kafe sambil mencari inspirasi, apalagi jika inspirasi tersebut bisa dituangkan dalam sebuah karya dan menghasilkan rezeki. 

“Berdasarkan data tersebut, HP Spectre x360 didesain canggih dan menawan agar mendukung mobilitas dan portabilitas,” ujar Hendry.

Inovasi Tiada Henti

Indonesia Consumer Personal System Category Lead HP Inc Hansen Wijaya bilang, teknologi dapat meningkatkan kualitas manusia. HP sebagai vendor PC/laptop terkemuka di dunia telah berinovasi sejak 80 tahun lalu.

Indonesia Consumer Personal System Category Lead HP Inc Hansen Wijaya saat menjelaskan fitur HP Spectre x360 di Hotel Alila SCBD Jakarta, Kamis (21/11). Foto: Didik Purwanto
Indonesia Consumer Personal System Category Lead HP Inc Hansen Wijaya saat menjelaskan fitur HP Spectre x360 di Hotel Alila SCBD Jakarta, Kamis (21/11). Foto: Didik Purwanto

“Laptop sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, baik menunjang pekerjaan maupun gaya hidup (lifestyle),” kata Hansen.

Namun, masyarakat kini membutuhkan laptop bukan hanya soal performa tapi juga desain yang unggul yang mampu dibawa ke mana-mana secara gampang. Ditambah lagi punya fitur keamanan super tinggi. Jadi tidak was-was ada pencurian data dari laptop kita.

“Saat ini masyarakat, terutama profesional muda butuh laptop ringan, desain menawan, dan privasi aman,” katanya.

Desain HP Spectre x360

Bodi laptop ini memiliki pemangkasan 57 persen di bagian bawah dan 60 persen di bagian atas dibandingkan seri sebelumnya. Hal ini yang membuat laptop tersebut lebih kecil 13 persen dibandingkan sebelumnya.

“Rasio layar terhadap bodi laptop menjadi 90 persen sehingga seolah layar tanpa tepi,” ujar Hansen.

Di bagian engsel, tepian layar laptop yang dibuat berukuran 13 inci ini dibuat tidak mengkotak sehingga menambah kesan premium. Yang lebih keren lagi, laptop ini bisa ditekuk hingga 360 derajat. 

Posisi tersebut seolah membuat laptop ini seakan menjadi tablet. Dengan layar sentuhnya, kita bisa berkreasi membuat ilustrasi, lukisan atau karya seni lainnya dengan tambahan sebuah pensil khusus. 

Performa HP Spectre x360

Dari sisi jeroan, laptop ini didukung prosesor quad-core 10th Gen Intel Core i7 dengan paduan Irid Plus Graphics yang kali pertama hadir di jajaran laptop konvertibel HP. 

“Jeroan tersebut mampu mendongkrak performa bagi seniman atau kreator konten 3 dimensi, apalagi untuk edit video,” ujarnya.

Di bagian bawah papan ketik (keyboard), ditambahkan lubang KB inlet yang akan mengurangi panas berlebih. Pengguna akan merasa nyaman, tidak akan terasa panas atau hangat saat mengetik.

Daya Tahan Baterai HP Spectre x360

HP mengklaim daya tahan baterai laptop ini mampu hingga 22 jam. Dengan kekuatan tersebut, pengguna akan merasa nyaman untuk berkreasi di mana pun dan kapan pun tanpa merasa kebingungan mencari colokan.

Apalagi kreator konten zaman sekarang perlu mobilitas tinggi sehingga membutuhkan daya tahan baterai yang lama.

Fitur Unggulan HP Spectre x360

Laptop ini memiliki fitur webcam berukuran 2,2 mm. Ukuran lensa ini terkecil di dunia yang pernah diciptakan. HP sebelumnya telah berhasil menciptakan lensa webcam berukuran 4 mm.

Di seri ini, HP juga membenamkan fitur HP Webcam Kill Switch yang menjaga pengguna dari peretasan melalui tombol on/off. Pengguna bisa mematikan fungsi webcam saat tidak digunakan.

Selain itu, laptop ini juga dilengkapi tombol khusus untuk menyalakan dan mematikan mikrofon. 

Untuk kenyamanan dan keamanan, pengguna juga dapat dengan mudah login melalui Windows Hello dengan fitur seperti kamera IR terkecil HP dan pemindaian sidik jari di papan keyboard.

Layar laptop ini juga sudah beresolusi 4K OLED Display serta dilengkapi reducing blue light. Bagi fotografer profesional pasti berguna karena sudah disertai warna RGB (warna merah, hijau, dan biru) untuk menghasilkan beragam warna. 

Warna RGB untuk menampilkan citra atau gambar dalam perangkat elektronik seperti televisi dan komputer. Kelebihan RGB, warna dari foto mudah disalin atau dipindah ke alat lain tanpa harus diubah ke warna lain. 

Model menunjukkan HP Spectre x360 di Hotel Alila SCBD Jakarta, Kamis (21/11). Foto: Didik Purwanto
Model menunjukkan HP Spectre x360 di Hotel Alila SCBD Jakarta, Kamis (21/11). Foto: Didik Purwanto

Harga HP Spectre x360

Perangkat dengan pilihan warna Nightfall Black dengan aksen Copper Luxe dan Natural Silver disertai desain gem-cut ini dijual mulai dari Rp 19,99 juta.

Kesan Seniman

Bagi Naufal Abshar, melukis tidak cuma dengan kanvas. Dengan laptop konvertibel tersebut, dia lebih mudah berkreasi tanpa batas dengan perangkat ini.

“Pada dasarnya yang membatasi kreativitas adalah imajinasi kita sendiri. Dengan laptop ini, kita bisa bebas berkreasi,” ujar Naufal.

Bagi Naufal yang sudah memajang karyanya di luar negeri, teknologi akan terus berkembang. Begitu juga manusianya harus menyesuaikan. 

Dulu, dia harus membawa sketchbook, tablet, hingga laptop untuk membuat karya. Sekarang dengan satu perangkat tersebut sudah bisa memenuhi semuanya.

“Dulu sketch pakai kertas. Saat jelek, ya buang. Butuh berapa banyak sketch kalau dulu. Sekarang tinggal delete atau undo, beres. Tinggal bikin baru yang keren. Teman-teman seniman bisa memanfaatkan alat ini untuk berkreasi,” ujar Naufal.

Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *