Kursus Online Bikin Aplikasi di Udemy

Teknologi makin memudahkan cara kita belajar. Dengan ponsel pribadi, kita bahkan bisa belajar dari mana pun. Misalnya dengan kursus daring (online) belajar React Native di Udemy

Kursus online memakai aplikasi Udemy. Foto: Bayu Indra Kahuripan
Kursus online memakai aplikasi Udemy. Foto: Bayu Indra Kahuripan
Kursus online memakai aplikasi Udemy. Foto: Bayu Indra Kahuripan

Kursus Online di Udemy

Dengan belajar di Udemy, kita bisa mendapatkan lebih dari 100 ribu kursus dari guru-guru terbaik di seluruh dunia. Misalnya pengembangan diri, bisnis, IT dan perangkat lunak (software), office productivity, desain, marketing, kesehatan dan kebugaran, hingga musik.

Ragam kursus yang banyak pilihan di Udemy. Foto: Didik Purwanto

Dari isi kursus, kita bisa melihat banyak sudut pandang dan kurikulum tentang topik yang sama tetapi dari instruktur berbeda.

Bosan harus datang ke tempat kursus? Tenang saja karena kursus ini dilakukan secara online alias bisa dilihat atau diikuti melalui ponsel atau komputer pribadi (PC/desktop). 

Kursus online memakai aplikasi Udemy. Foto: Bayu Indra Kahuripan
Kursus online memakai aplikasi Udemy. Foto: Bayu Indra Kahuripan
Kursus online memakai aplikasi Udemy. Foto: Bayu Indra Kahuripan
Kursus online di Udemy bisa melalui PC, desktop, hingga ponsel. Foto: Didik Purwanto
Kursus online di Udemy bisa melalui PC, desktop, hingga ponsel. Foto: Didik Purwanto

Jika kita tidak memiliki koneksi internet setiap saat, materi bisa diunduh terlebih dulu. Saat waktu luang, kita bisa memutarnya. Enaknya lagi, kita bisa pause dan play. Bagian terakhir kursus juga akan tersimpan di akun Udemy kita.

Lebih enak lagi, kita bisa unduh aplikasi Udemy di Google Play atau iOS. Jadi kita akan bisa akses di mana pun dan kapan pun. 

Sekali kita mendaftar, kita akan mendapatkan akses seumur hidup dalam kursus ini. Asyik banget kan?

Pengalaman Belajar Bikin Aplikasi di Udemy

Nah, sekarang aku akan berbagi pengalaman tentang kursus online belajar bikin aplikasi di Udemy. Maklum saja, pemerintah sudah mencanangkan Gerakan Nasional 1.000 perusahaan rintisan (startup). 

Siapa tahu, dengan menggeluti bikin aplikasi, nanti akan muncul startup baru. Mark Zuckerberg dulu saja pada 2003 tak sengaja membuat Facebook. Dia menciptakan Facemash.com yang awalnya hanya untuk membandingkan dua gambar mahasiswa atau mahasiswa Universitas Harvard yang paling hot dan tidak. 

Bagaimana Facebook kini? Jejaring sosial tersebut telah digunakan 2,38 miliar orang di dunia hingga kuartal I-2019. Di Indonesia, sekitar 120 juta pengguna memakainya. Hebat bukan? Keuntungannya pada akhir 2018 mencapai US$ 6,9 miliar (sekitar Rp 89,7 triliun dengan kurs Rp 13 ribu per dolar AS). Anda tak tergiur?

Bahkan dengan kehebatan itu, Zuckerberg menjadi orang terkaya ketiga di dunia. Duitnya mencapai US$ 81,6 miliar (sekitar Rp 1.172 triliun) hingga Juli 2019. Itu duit ya, bukan daun! Wkwkw.

Belajar Bikin Aplikasi

Kebetulan aku lagi ambil kursus “Understand React Native with Hooks, Context, and React Navigation”.

Jadi materi belajar React Native tersebut menjelaskan tentang framework open source milik Facebook yang memungkinkan kita untuk membuat aplikasi Android dan iOS menggunakan Javascript.

Hal ini dimungkinkan karena React Native menggunakan native component Android dan iOS tetapi menggunakan bahasa pemrograman Javascript.

Dengan menggunakan React Native, kita dapat membuat aplikasi yang benar-benar terasa native, tidak seperti pendahulunya semisal Phonegap atau Cordova yang masih berbasis webview

Ternyata perkembangan React Native cukup pesat sehingga menarik hati perusahaan teknologi untuk menggunakannya karena kemudahan dan keunggulan program yang ditawarkannya.

Dengan kursus ini, aku bisa dapat penjelasan rinci, mulai harus unduh (install) aplikasi apa saja sebelum menjalankan semuanya. Termasuk kalau kita dikasih tahu harus menyediakan internet dengan bandwidth kenceng karena menginstal banyak aplikasi.

Untuk aplikasi React Navigation, kita akan diajari cara membuat interaksi antarkomponen atau antara satu screen dengan screen lain. 

Pengalaman saat belajar React Native di Udemy. Foto: Didik Purwanto

Memang kursus ini akan dipenuhi bahasa html dengan kode super njlimet. Namun ini hanya modal awal untuk membuat aplikasi yang lebih kompleks. 

Jadi jangan dibayangkan membuat aplikasi itu murah dan gampang. Biasanya pengembang aplikasi bisa dibayar miliaran karena menyangkut data pengguna, keamanan, hingga kenyamanan pelanggan. 

Kalau bisa menghasilkan keuntungan tinggi seperti Facebook, siapa yang tidak mau?

Kemudahan Belajar React Native

Nah, saat ini aku ambil kursus online “The Complete React Native + Hooks Course (2019)”. Nama pengajar atau instrukturnya Stephen Grider.

Di kursus yang aku ambil ada 35 sesi. Di masing-masing sesi, diperlukan waktu bervariasi. Ada yang 10 menit hingga 3 jam. 

Tapi tenang saja. Di masing-masing sesi dibagi dalam beberapa bagian yang bisa dilihat dalam 1-10 menit. Jadi tidak akan bosan mendengarkan sekaligus melihat penjabaran kursusnya.

Bagaimana kalau kita bosan dan langsung skip ke bagian selanjutnya? Apa bisa? 

Jika langsung klik bagian per sesi di kursus tersebut kita tidak bisa langsung pindah ke sesi berikutnya secara lompat-lompat. Alasannya, kita harus menyelesaikan per bagian. Ini dimaksudnya agar kita mengerti materi yang disampaikan secara menyeluruh dan berurutan.

Namun ada triknya jika ingin lompat ke sesi selanjutnya. Kita bisa tekan skip di video bagian kanan. Nanti kita akan langsung lompat ke bagian atau sesi selanjutnya.

Kita juga bisa memberikan komentar setelah menyelesaikan kursus atau langsung bertanya di kolom komentar jika kesusahan atau ada pertanyaan dalam menjalankan kursus. Ini bisa menjadi bahan koreksi bagi pengembang (Udemy) atau peserta kursus ke depan.

Untuk mengetahui progres kursus, kita bisa cek di bagian kanan atas. Di sini kalian bisa melihat sudah sejauh mana ikut kursusnya atau sudah di sesi atau bagian berapa.  

Jika kalian mengikuti kursus tersebut melalui aplikasi di ponsel, kita bisa melihat video terakhir yang ditonton. Saat kita sibuk atau ada acara lain, kursus tersebut bisa disetop dan dilanjutkan saat kita senggang. 

Contoh video pembelajaran di Udemy. Penjelasannya gamblang dan mudah diikuti karena berbentuk video dan suara yang enak. Foto: Didik Purwanto

Untuk penjelasan kursus, kita bisa lihat di bagian overview. Selain itu bisa dilihat skill levels, siswa yang belajar, dan terakhir pembaruan materi. 

Materai “Understand React Native with Hooks, Context, and React Navigation” yang aku ambil diperbarui 5 Agustus lalu. Keren. 

Kemudahan Pembayaran Kursus

Kursus online di Udemy ini begitu gampang. Setelah masuk di website Udemy atau unduh aplikasi di Google Play atau iOS, kita harus mendaftar dengan memasukkan nama, email, dan kata kunci (password).

Setelah itu, kita bisa memilih kursus yang kita inginkan. Pilih kursus yang sudah banyak dicoba oleh peserta lainnya. Namun jika ingin mencoba hal baru, bisa memilih kursus yang sama sekali belum banyak dicoba oleh peserta didik lainnya.

Jika sudah menemukan materi kursus yang sesuai kebutuhan, kita bisa langsung masukkan dalam keranjang belanja. Proses ini sama seperti kita belanja di toko daring. Sangat gampang. Jika kita tidak familiar dengan bahasa Inggris, bisa diubah ke bahasa Indonesia.

Untuk pembayarannya, kita bisa pilih kartu kredit atau transfer bank. Yang paling gampang, kita bisa melakukan pembayaran di Indomaret atau Alfamart. Tentu kedua toko itu sudah menjamur di sekitar tempat kalian kan?   

Kursus online memakai aplikasi Udemy. Foto: Bayu Indra Kahuripan
Kursus online memakai aplikasi Udemy. Foto: Bayu Indra Kahuripan
Kursus online memakai aplikasi Udemy. Foto: Bayu Indra Kahuripan
Kursus online di Udemy bisa melalui PC, desktop, hingga ponsel. Foto: Didik Purwanto
Kursus online di Udemy bisa melalui PC, desktop, hingga ponsel. Foto: Didik Purwanto
Jenis pembayaran kursus online di Udemy begitu gampang dan banyak pilihan. Foto: Didik Purwanto. Bahkan bisa melalui

Oh iya, berhubung kursus ini memakai bahasa pengantar bahasa Inggris, kalian bisa memakai sulih suara (subtitle) dalam beberapa bahasa. Kursus yang aku ambil hanya menyediakan subtitle dalam bahasa Inggris (US), Prancis. Jerman, Italia, Spanyol, Polandia, hingga Portugis. Semoga ke depan bisa dialihbahasakan menjadi bahasa Indonesia ya.

Kursus online memakai aplikasi Udemy. Foto: Bayu Indra Kahuripan
Kursus online memakai aplikasi Udemy. Foto: Bayu Indra Kahuripan
Kursus online memakai aplikasi Udemy. Foto: Bayu Indra Kahuripan
Kursus online di Udemy bisa melalui PC, desktop, hingga ponsel. Foto: Didik Purwanto
Kursus online di Udemy bisa melalui PC, desktop, hingga ponsel. Foto: Didik Purwanto
Jenis pembayaran kursus online di Udemy begitu gampang dan banyak pilihan. Foto: Didik Purwanto. Bahkan bisa melalui
Contoh subtitle saat melihat kursus online di Udemy. Foto: Didik Purwanto
Macam bahasa subtitle saat melihat kursus online di Udemy. Foto: Didik Purwanto

Namun bagi yang ingin belajar dari instruktur bahasa Indonesia juga ada loh di Udemy. Tapi jumlah kursusnya masih terbatas. Tapi tenang, ke depan pasti akan bertambah.

Asyiknya lagi, di sini kita tidak hanya bisa menjadi peserta didik tapi juga bisa menjadi tutor atau instruktur (pengajar) dalam kursus tersebut. Kalian bisa langsung mendaftar untuk menjadi tutor sekaligus menjelaskan materinya. Kita bisa dapat penghasilan loh. Mantap!

Aplikasi Udemy di ponsel Android. Foto: Didik Purwanto

By the way, kursus ini bisa dilihat dan didengarkan melalui aplikasi di Google Play dan Play Store ya. Unduh saja aplikasi Udemy. 

Aplikasi tersebut sudah mendapatkan rating 4,5 bintang dengan lebih dari 159 ribu review. Berarti banyak yang terbantu dengan kursus tersebut ya

Ratings dan review aplikasi Udemy di Google Play. Foto: Didik Purwanto

Asyiknya lagi, kita bisa mendapatkan sertifikat di akhir kursus. Jadi jangan sia-siakan kursus daring ini. Meski daring, tapi ternyata dikelola profesional loh

So, tunggu apalagi? Yuk ikut kursus online di Udemy. Banyak ilmunya, keren pengajarnya, gamblang penjelasannya, banyak materinya, enak ditontonnya, gampang dan murah pembayarannya!

Share This :

Ditopuccino: @ditopuccino TechBuzz Thinker ! Cappuccino Lover

View Comments (17)

  • Kalau belajar seperti ini memang lebih enak datang langsung dan ketemu pengantarnya yak, biar lebih mudah nyambung

    • Kalo udah ngerti basic-nya, kursus online ini gampang banget loh. Jadi ga repot keluar ongkos transportasi. Belum makan2nya lagi. Hehe..

  • Keknya tetep kudu ngerti bajasa coding ye kak buat kursus di sini.. ku jadi user aja dah cos gak ngerti coding coding :D

  • Canggih banget ya kak. Kalo zaman dulu tu ikutan kursus harus bener-bener datang ke tempatnya. Kalo sekarang sesimple pake android atau laptop aja. Keceeh!

    • Makin gampang cari ilmu. Punya gadget harus dimanfaatkan demi cuan kan? hehehe..

  • Materi pembelajaran online di Udemy ini beragam banget ya...dan yg juga keren adalah bisa belajar pake hape juga. Penasaran sih dgn online course bikin aplikasinya tapi mungkin klo aku belajar yg ringan2 aja dulu deh

  • Sekarang mah belajar aplikasi jg bisa secara aplikasi online ya Ka... sangat memudahkan untuk yg ingin mengembangkan bakat dan kemampuan. :)

  • Sepertinya asik banget ya kursus online ini.. Aku jadi penasaran harganya juga termasuk terjangkau ga perlu transport lagi ya

  • Makin dimudahkan aja ya sekarang kalo mau kursus. Ngga cuma bimbel online aja yg ada online course nya. Dapet sertifikat pula

  • Belajarnya online mba? Gak bakal ngantuk nih klo belajarnya online. Klo belajar di kelas kan biasanya cepet banget ngantuk.

  • Wahhh kursusnya lengkapnya nih kayaknya. Ada buat belajar bikin applikasi dari nol juga yaa..

    kira-kira ada kursus bahasa asing juga gak ya??

    secara saya tinggal di kota kecil yang rada susah kalau mau belajar beberapa bahasa asing euy ..