Solusi Praktis Listrik Gratis

Sadarkah kita kalau tarif listrik terus naik? Tagihan listrik setiap bulan juga kadang terus naik, apalagi buat kalian yang sudah punya rumah sendiri dan bukan golongan penerima subsidi.

Buat yang masih ngekos, kadang pemilik kos juga menaikkan sewa terimbas kenaikan harga listrik. Belum lagi, kalau kita membawa perkakas yang membutuhkan daya tinggi, seperti dispenser, setrika, televisi, rice cooker hingga lemari es.

Pasti pemilik kos kadang menaikkan bea sewa karena membawa perkakas tersebut, padahal kita jarang menggunakan. Bisa juga, pemilik kos memberikan meteran listrik per kamar sehingga kita sendiri yang membayar tagihan listriknya. Itulah yang ku alami di ibu kota. Semua bisa diduitin pemirsa..Hahahaha

Berita terbaru dari Badan Energi Internasional (IEA), permintaan energi listrik di dunia diperkirakan melonjak dalam dua dekade mendatang. Kabar itu bisa menjadi berita baik dan buruk.

Berita baiknya, pengusaha listrik bisa membuat pembangkit dengan ragam sumber. Tentu ini peluang untuk menghasilkan cuan.

Berita buruknya, lonjakan permintaan ini akan memberikan tantangan bagi pemerintah sekaligus perusahaan listrik untuk menyediakan energi listrik yang ramah dan bersaing dalam harga.

Kadang kita kesal, sudah membayar tagihan tapi listrik masih byar pet alias sering mati. Belum lagi tagihan listrik terus naik.

Mau beli listrik dari perusahaan listrik swasta biasanya tarif lebih tinggi dari perusahaan listrik milik negara. Belum lagi akses untuk mendapatkan listrik tersebut. Tentu tidak segampang itu Ferguso..wkwkwkwk..

Kenapa tidak membuat sumber energi listrik sendiri? Tagihan listrik kita bisa gratis lohHah? memang bisa?

Zaman perubahan seperti sekarang menjanjikan beberapa kemudahan. Dulu, pembangkit listrik hanya bersumber dari energi minyak, batubara dan energi fosil lainnya.

Tentu saja lambat laun sumber energi tersebut habis. Jika sudah habis, tentu harga sumber energi itu akan melonjak signifikan. Begitu juga berdampak ke tarif listriknya, kan?

Lantas muncul pembangkit listrik dari energi terbarukan dan belum banyak tergali, seperti dari air, panas bumi, tenaga matahari, hingga nuklir.

Energi dari air dan panas bumi kemungkinan bakal habis suatu saat nanti. Energi nuklir masih belum banyak dipakai karena dikhawatirkan bernuansa politik dan ekonomi. Jangan sampai urusan nuklir malah bermasalah seperti kasus Korea Utara dan Iran yang keduanya dimusuhi Amerika Serikat. Wah, kalau bahas soal ini bakal panjang deh..

Paling gampang ya pakai energi dari tenaga matahari. Selain sumber daya melimpah, cara mendapatkan sumber energi ini juga gampang. Yang mahal kemungkinan soal membeli panel solar. Namun, lambat laun harga panel solar akan turun seiring lonjakan permintaan dan banyak pasokan.

Blogger menyimak presentasi Victor Wirawan tentang Baran Energy. Foto: Didik Purwanto

Bagaimana untuk menyimpan listriknya?

Sekarang sudah ada baterai untuk menyimpan listrik berkapasitas besar. Namanya, Baran powerwall dari Baran Energy. Ini semacam powerbank tapi berukuran lebar 1 m, panjang 0,6 m, dan tinggi 0,22 mm. Masih cantik dan elegan kok meski dipajang di tembok rumah.

Uniknya lagi, casing Baran Powerwall juga bisa dikustomisasi dengan warna atau motif kesukaan kita. Baran Powerwall ini memiliki kapasitas 8.800 Watt Hour dengan jenis lithium ion.

Implementasi Baran Powerwall di sebuah ruangan. Meski terkesan besar, baterai listrik tersebut masih mampu mempercantik ruangan. Foto: Baran Energy

Nantinya, kita juga bisa melihat sistem manajemen baterai Baran Powerwall dari aplikasi di ponsel. Kita bisa melihat kapan baterai tersebut penuh, kosong, sedang mengisi, berapa yang terpakai, hingga notifikasi kalau ada kerusakan atau pemakaian berlebihan.

Zaman sudah canggih banget gitu loh. Urusan menyalakan dan mematikan listrik juga bisa dari jarak jauh nantinya.

Buat yang ingin kapasitas lebih besar, bisa memakai Baran Cube. Sistem kerja produk ini masih sama, cuma bentuknya lebih besar, seperti kontainer. Namun, jangan dibayangkan ukurannya seperti kontainer ya karena ukuran sebenarnya lebih kecil kok.

Baran Cube. Foto: Baran Energy

Produk ini cocok untuk kawasan industri, kawasan pertambangan, kawasan perkebunan, hingga kawasan perumahan.

Satu kotak Baran Cube itu bisa menyimpan energi listrik sekitar 1 MW dan bisa menerangi sekitar 4.000 rumah. Daya tahan Baran Cube bisa sekitar 15 tahun. Gilaaa..

Lebih kerennya lagi, Baran Energy punya Baran EV (electric vehicle). Produk tersebut berupa teknologi baterai untuk mobil listrik.

Baran EV punya dimensi lebar 1,953 meter, panjang 2,956 meter, dan tinggi 1,355 meter. Kapasitas baterainya mampu menampung 108 Kwh dan mampu menghasilkan tenaga 900hp (setara tenaga kuda). Sekali isi daya, mobil listrik bisa dipacu hingga 300 kilometer. Nah, bisa gratis bahan bakar minyak (BBM) kan?

Baran Energy juga punya inovasi Baran Property. Di sini, kita bisa mendapatkan rumah lengkap dengan powerwall. Jadi kita membeli rumah tanpa membayar tagihan listrik alias gratis seumur hidup.

Perumahan milik Baran Property yang menyajikan Baran Powerwall dan Baran EV (Electric Vehicle). Foto: Baran Energy

Siapa sih yang punya ide gila ini?

Karya anak bangsa tersebut ide dari Victor Wirawan, CEO dan pendiri PT Aldebaran Rekayasa Cipta. Kabarnya, semua produknya tersebut akan dirilis ke pasar pada kuartal I-2019 atau sekitar Januari hingga Maret 2019. Semoga nanti bisa ikut lagi saat peluncurannya.

Victor Wirawan saat presentasi tentang Baran Energy. Foto: Didik Purwanto

PT Aldebaran Rekayasa Cipta ini 100 persen memperkerjakan anak bangsa. Bahkan, karyawannya berusia di bawah 30 tahun dan ada yang masih kuliah. Inilah pentingnya ilmu pengetahuan dan kecerdasan. Kadang tidak perlu lulus duluan, tapi sudah diterima kerjaan.

Prestasinya tak usah diragukan. Raka, salah satu karyawan PT Aldebaran Rekayasa Cipta ini pernah bekerja dan menjadi konsultan di Thailand alam mobil listrik.  Saat ini dia sedang menbuat konsep supercar dengan teknologi daya listrik. Wah, jangan sampai anak bangsa yang cerdas ini diambil dan produk ciptaannya diklaim negara lain ya..

Dengan segala lini produknya, Victor berambisi ingin menyaingi Tesla, perusahaan milik Elon Musk. Tahu sendiri Tesla menghasilkan produk-produk gila. “Baran Energy akan menjadi satu-satunya perusahaan pesaing Tesla,” kata Victor.

Victor Wirawan menunjukkan baterai Baran Energy. Foto: Didik Purwanto

Semoga keinginan itu terwujud ya dan bisa membanggakan bangsa. Yuk kita dukung.

Share This :

Ditopuccino: @ditopuccino TechBuzz Thinker ! Cappuccino Lover

View Comments (2)

  • Keren banget ya, saya pernah baca ulasan tentang BARAN ini di postingan beberapa teman.
    keren banget inovasinya ya, menjawab banget jeritan emak-emak yang suka ngomel gegara tagihan listrik hahaha.

    Udah gitu kece pula yak, ditaruh dalam ruangan masih keren :D

    [reyneraeadotcom]