Tips Untung Investasi Bitcoin

Dari kecil, kita sudah dididik untuk menabung. Biasanya, menabung yang paling gampang berupa uang.

Uang akan ditabung dalam aset fisik seperti membeli tanah, properti, hingga emas. Atau ke aset digital dalam bentuk tabungan, deposito, saham, reksadana, hingga obligasi dan mata uang kripto.

Eitttsss..yang terakhir apa itu ya? Sepertinya masih banyak yang belum mengetahui mata uang kripto.

Mata uang kripto adalah mata uang digital yang menggunakan teknologi kriptografi sehingga tidak dapat dipalsukan.

Bitcoin adalah salah satu dari ratusan dan masih mungkin menjadi ribuan mata uang kripto di internet.

Ilustrasi bitcoin di depan mata uang dolar AS. Photo Illustration by Thomas Trutschel/Photothek via Getty Images)

Namun, apakah aset digital seperti bitcoin ini juga bisa meningkat berkali lipat? Teori berinvestasi, dalam jangka panjang memang bisa menjanjikan keuntungan. Namun, bisa juga berpeluang merugi akibat tergerus inflasi atau terpengaruh kondisi politik.

Uniknya, bitcoin ini tidak terpengaruh oleh inflasi apalagi gejolak perekonomian. Pergerakannya ditentukan oleh seberapa banyak permintaan dan penawaran mata uang kripto tersebut. Jadi seperti hukum ekonomi, jika permintaan banyak tapi penawaran kurang maka harga akan naik. Begitu pun sebaliknya.

Asyik juga nih. Pingin tahu lebih tahu nggak?

Sejak 5.000 tahun lalu, masyarakat sudah mengenal emas sebagai investasi, sekaligus nilai tukar untuk pembayaran barang atau jasa. Aset fisik paling bagus untuk menjaga inflasi tersebut banyak diminati karena paling mudah dijual.

Begitu juga mata uang kripto seperti bitcoin tersebut. Uang elektronik yang dibuat tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto itu dibuat dengan perangkat lunak terbuka dan menggunakan jaringan tanpa penyimpanan terpusat atau administrator tunggal.

Aplikasi Luno memudahkan transaksi bitcoin dan mata uang kripto. Foto: Didik Purwanto

Namun, bitcoin tidak memiliki bentuk fisik. Asetnya dalam bentuk digital, seperti dompet digital yang sudah lama kita kenal seperti saldo di uang elektronik (e-money), Go-pay, T-Cash, dan lainnya. 

Meski berbentuk digital, aset mata uang kripto ini diklaim paling aman. Dengan jumlah hanya 21 juta unit di seluruh dunia, bitcoin tidak akan gampang disalahgunakan, dipalsukan, apalagi dikorupsi.

Soalnya, data aset kita akan diketahui oleh pemilik bitcoin dan mata uang kripto di seluruh dunia. 

Istilah gampangnya, saat kita menabung di bank, yang tahu kekayaan kita ya hanya pihak bank dan kita sendiri. Namun di bitcoin, semua orang yang berinvestasi di situ akan mengetahui semuanya karena semua memegang data, meski cuma 0,000001 bitcoin. 

Perpindahan dan pertukaran bitcoin juga lebih gampang dengan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan transfer bank (uang biasa), apalagi kalau kirim dari luar negeri. Nanti bisa terkena biaya kurs hingga biaya transfer. 

Namun, dalam investasi bitcoin, Anda tidak akan dijanjikan keuntungan atau profit yang pasti. Seluruh keuntungan tergantung ketepatan momen jual-beli bitcoin yang Anda lakukan.

Pengalaman Kenal dengan Bitcoin

Aku kenal bitcoin sejak 2016. Saat itu seluruh perangkat iOS-ku seperti iPhone, iPod, dan Macbook terkena phising. Phising yakni tindakan memperoleh informasi pribadi seperti user ID, kata kunci (password), dan data sensitif lainnya yang berhubungan dengan sebuah perangkat melalui surat elektronik (e-mail).

Tampilan aplikasi Luno di ponsel Android. Foto: Punto Wicaksono

Aku tidak bisa membuka perangkat Apple ku itu. Untuk membukanya, seseorang mengirimkan pesan yang mengharuskanku menebus dengan 1 BTC (bitcoin). Saat itu, harga 1 BTC sekitar Rp 22 juta. Gila aja. Duit dari mana segitu.

Seluruh Apple Store di Indonesia bahkan Apple Singapura tidak mau mereset akunku yang terkena phising. Untung membukanya perlu nota pembelian resmi produk Apple sehingga akan memudahkan pengecekan.

Parahnya lagi, aku beli seluruh perangkat Apple itu via situs jual-beli online. Jadi tidak ada nota pembelian. Untungnya, aku bawa seluruh perangkat Apple-ku ke Mangga 2 Square dan semua beres hanya dengan Rp 800 ribu. 

Masih agak nyesek sih keluar duit banyak. Namun, aku bersyukur tidak keluar duit 1 BTC senilai Rp 22 juta itu. 

Setelah aku cek terakhir dan mengikuti perkembangan berita, harga bitcoin sempat tembus Rp 238 juta pada awal Desember 2017. Nilai itu meningkat dua kali lipat dibandingkan November 2017 yang mencapai kisaran Rp 100 jutaan. 

Anjiiiirr…nilainya meroket lima kali lipat lebih dalam kurang dari setahun. Namun, pekan lalu harga 1 BTC sekitar Rp 92 juta. Waaah..naik dan anjloknya gila juga ya..

Kejelasan Aturan Bitcoin

Itulah sebabnya otoritas moneter di mayoritas negara di dunia masih belum membolehkan bitcoin sebagai alat pembayaran. Bitcoin hanya diperbolehkan diperdagangkan sebagai komoditas.

Maksudnya bagaimana ya? Jadi bitcoin ini bakal senasib dengan emas, perak, tembaga, minyak mentah atau barang tambang lainnya. Bitcoin hanya sebagai komoditas, bukan alat pembayaran. 

Di Indonesia, Bank Indonesia jelas menganggap bitcoin bukan sebagai alat pembayaran yang sah. Namun, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) resmi menetapkan bitcoin dan mata uang kripto lainnya sebagai komoditas bursa berjangka mulai awal Juni lalu.

Di beberapa negara, seperti Jepang sudah membolehkan bitcoin sebagai alat pembayaran. Kita bisa bebas membeli produk apa pun dan membayarnya dengan bitcoin. Praktis, tanpa ribet karena uang kripto ini bukan uang fisik, tapi aset digital. Asyik juga sih.

Tampilan aplikasi Luno untuk memudahkan transaksi bitcoin. Foto: Didik Purwanto

 

Tips Untung Investasi Bitcoin

Operation/Growth Lead Luno Indonesia Claristy bilang, investasi bitcoin harus bertahap. Jangan langsung membeli 1 BTC jika dana tidak memungkinkan. Kalau untung sih tidak masalah. Kalau rugi? Siapa yang menanggung? Hayooo..Berikut tips berinvestasi bitcoin:

  • Investasilah dalam jumlah kecil setiap bulan
  • Investasilah bitcoin dalam kisaran 5-10 persen dari semua portofolio investasi Anda
  • Jangan investasi dalam jumlah besar dari jumlah yang sanggup Anda relakan
  • Pastikan investasi bitcoin dalam jangka panjang
  • Waspada penipuan bitcoin dalam bentuk apa pun. Jangan menggunakan platform atau layanan apa pun yang menjanjikan keuntungan dalam jangka waktu tertentu
  • Pilihlah perusahaan bagus yang mampu membantu Anda membeli/menjual/menyimpan investasi Anda dengan aman. Pastikan perusahaan itu didukung investor ternama, memiliki tim andal, menyediakan sistem keamanan terbaik, serta platformnya mudah dan sederhana untuk digunakan

Bagaimana Cara Berinvestasi Bitcoin?

General Manager Luno Indonesia Vijay Ayyar mengatakan, berinvestasi dalam aset digital semakin dimudahkan. Namun, semakin banyak platform yang menawarkan bitcoin sebagai produk investasi, konsumen akan sulit menentukan pilihan.

General Manager Luno Indonesia Vijay Ayyar. Foto: Didik Purwanto

LUNO, bikin cara berinvestasi bitcoin makin gampang. Investor tak harus langsung berinvestasi senilai 1 BTC, tapi bisa juga membeli dalam bentuk lebih kecil, misalnya mulai dari Rp 15 ribu. Nanti uang dalam bentuk rupiah itu akan dikonversikan dalam bentuk satoshi (penyebutan ukuran dalam bitcoin).

Misal, saya berinvestasi Rp 50 ribu. Berarti saya dapat 0,00054848 satoshi. Saat membeli unit tersebut pada Kamis (12/7), nilai 1 BTC sekitar Rp 92 juta. Kini pada Rabu (18/7) sudah mencapai Rp 98 juta. Nah looo..langsung untung dah tuh!

Tertarik berinvestasi di Luno? Lekas unduh aplikasinya di App Store atau Google Play. Langsung mendaftar dengan memasukkan nama, identitas diri, nomor telepon, hingga e-mail untuk konfirmasi. Mudah banget!

Untuk bertransaksi, kita harus mentransfer sejumlah dana untuk dimasukkan dalam dompet Luno. Saat dana siap, langsung bisa ditransaksikan untuk membeli unit bitcoin.

Apakah Luno Aman untuk Transaksi?

Luno berdiri sejak 2013 dengan nama BitX di Singapura. Perusahaan global di bidang aset digital dengan pelanggan di 40 negara yang tersebar di Benua Eropa, Asia Tenggara, dan Afrika ini memiliki kantor di London, Singapura, Cape Town, Kuala Lumpur, Lagos, dan Jakarta. 

Luno menerima investasi dari Balderton Capital, RMI Holdings, Digital Currency Group, serta Naspers (yang juga merupakan investor di OLX dan WeChat). Jadi bakal tenang, kalau ada apa-apa, tinggal datang ke kantor Luno di Jakarta.

Pada 11 Januari 2017, BitX berubah nama menjadi Luno dan resmi menghadirkan layanan di Indonesia sejak awal 2016. 

Luno digunakan sekitar 500-700 orang setiap hari di Indonesia. Hingga kini, jumlah pengguna Luno Indonesia sekitar 15 persen dari pengguna global sekitar 2 juta orang. Masih lumayan sedikit sih. Jadi peluang mendapatkan keuntungan semakin besar. 

Mau coba investasi bitcoin? Aku sudah, kamu? 

Blogger belajar investasi bitcoin. Foto: Luno

 

Share This :

Ditopuccino: TechBuzz Thinker ! Cappuccino Lover