Cara Prudential Bikin Agen Tambah Pintar

Kehidupan di dunia ini rupanya tidak sepi dari kegiatan belajar, sejak mulai lahir sampai hidup ini berakhir.

Dalam hadits juga disebutkan, tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat. Begitulah pentingnya belajar yang harus dikejar untuk bisa bikin kita tambah pintar.

Cara ini juga ditempuh PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia). Salah satu perusahaan asuransi terbesar di dunia sekaligus di Indonesia tersebut meresmikan PRUuniversity.

Program yang termasuk tanggung jawab sosial perusahaan ini untuk mendukung pengembangan kapabilitas karyawan dan tenaga pemasar. Harapannya, bisa melayani jutaan keluarga di Indonesia yang telah memberikan kepercayaannya kepada Prudential.

Prudential Indonesia, PRUuniversity, Literasikeuangan, literasi, keuangan, duit, uang, asuransi

Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch dan Chief Learning & Development Officer Prudential Indonesia Wahyu Wibowo saat peluncuran PRUuniversity di Wayang Bistro di Jakarta, Kamis (5/7). Foto: Didik Purwanto

Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch mengatakan, PRUuniversity didirikan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dan agen asuransinya agar dapat merespon tuntutan bisnis yang berubah setiap saat.

“Para agen dan karyawan juga butuh ilmu agar mereka dapat semakin sukses dalam karirnya,”ujarnya saat peluncuran PRUuniversity di Wayang Bistro di Jakarta, Kamis (5/7).

Jens Reisch memastikan karyawan dan agen pemasarnya dapat menyampaikan pentingnya berasuransi sekaligus menjelaskan produk dan layanan Prudential kepada masyarakat Indonesia.

Prudential Indonesia menggandeng PPM School of Management untuk menyelaraskan kurikulum pelatihan dan meningkatkan kapabilitas internal trainers

Kerja sama tersebut melengkapi program pelatihan dan sertifikasi seperti Life Office Management Association (LOMA), Life Insurance Marketing and Research Association (LIMRA), Financial Planning Standards Board (FPSB), serta lembaga pengembangan profesional lainnya. 

Prudential Indonesia, PRUuniversity, Literasikeuangan, literasi, keuangan, duit, uang, asuransi

Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch dan Chief Learning & Development Officer Prudential Indonesia Wahyu Wibowo saat peluncuran PRUuniversity di Wayang Bistro di Jakarta, Kamis (5/7). Foto: Didik Purwanto

Chief Learning & Development Officer Prudential Indonesia Wahyu Wibowo mengatakan, selama ini metode belajar kita seperti orang berpesta. Kita datang ke acara, makan, selesai, sampai rumah lapar lagi.

“Kita tidak ingin cara belajar seperti orang pesta seperti itu. PRUuniversity akan mengubah paradigma belajar,” ujarnya.

PRUuniversity akan mengubah metode belajar yang selama ini terkesan kaku. Biasanya, program pelatihan selalu dilakukan di kelas. Tentu cara tersebut akan bikin peserta tambah bosan.

Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital, PRUuniversity akan menyediakan platform belajar daring (online) yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. 

Setiap agen Prudential Indonesia selalu dibekali tablet untuk sarana telekomunikasi sekaligus memberikan penjelasan produk dan layanan asuransi. Harapannya, klien akan lebih jelas tentang produk dan layanan asuransi Prudential Indonesia, baik yang mau berinvestasi maupun hanya sekadar proteksi.

Prudential Indonesia, PRUuniversity, Literasikeuangan, literasi, keuangan, duit, uang, asuransi

Dari kiri: Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch, Corporate Communication & Sharia Director Prudential Indonesia Nini Sumohandoyo, dan Chief Learning & Development Officer Prudential Indonesia Wahyu Wibowo saat peluncuran PRUuniversity di Wayang Bistro di Jakarta, Kamis (5/7). Foto: Didik Purwanto

Terkait PRUuniversity, ia menampik jika dibilang program pelatihan yang selama ini dilakukan secara konvensional dinilai tidak efektif. Cara pengemasan pembelajaran seperti ini sekaligus dengan kelembagaan resmi akan mendorong tenaga pemasar dan karyawan Prudential Indonesia semakin nyaman belajar. 

Forum belajar akan dikolaborasikan melalui social learning agar dapat berbagi pengalaman, kisah sukses, dan praktik terbaik. Bila bosan dengan belajar di kelas, agen dan karyawan dapat mengunduh materi pembelajaran melalui aplikasi di ponsel sehingga bisa belajar secara mandiri.

Untuk sementara, PRUuniversity hanya bisa diikuti oleh kalangan internal perusahaan, seperti 2.000 karyawan dan 277 ribu tenaga pemasar Prudential (termasuk 100 ribu tenaga pemasar Prudential Syariah Indonesia) yang tersebar di 169 kota di Indonesia.

Kurikulum pelatihan dan sertifikasi Prudential Indonesia tersedia di tiga lokasi utama di Jakarta serta 6 lokasi di luar Jakarta, seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, dan Batam. Selain itu di 408 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) di Indonesia.

PRUuniversity ini akan memberikan sertifikasi berupa Continuous Program Development (CPD) yang dapat digunakan untuk program sertifikasi di Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) atau Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI).

Sertifikasi ini penting bagi agen sebelum menjual produk dan layanan sebuah produk asuransi. Program PRUuniversity ini gratis, tidak dipungut biaya sepeserpun karena digunakan untuk kemajuan karyawan dan agen. 

Investor kawakan Warren Buffett bilang, investasi awal setiap orang haruslah investasi untuk otak dulu. Dia melakukannya sejak dulu hingga sekarang, bahkan meski sudah menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Jadi, adakah yang sekarang bilang belajar itu tidak perlu? 

Prudential Indonesia, PRUuniversity, Literasikeuangan, literasi, keuangan, duit, uang, asuransi

Jajaran Prudential Indonesia beserta blogger dan media berfoto bersama seusai peluncuran PRUuniversity di Wayang Bistro, Jakarta, Kamis (5/7). Foto: Resi Prasasti

Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *