Ashley Jakarta, Hotel Bisnis Paling Strategis

Banyak hotel bertebaran di Jakarta. Namun, tidak banyak yang memberanikan diri untuk menyebut sebagai hotel bisnis.

Sebagai Ibu Kota, Jakarta selalu menawarkan berbagai keunikan, terutama perhotelan. Pelanggan akan dimanjakan, mulai urusan desain eksterior, desain interior, pelayanan, fasilitas, hingga urusan harga dan tentu saja lokasi.

Penulis di depan Ashley Hotel Jakarta, Sabtu (17/3). Foto: Dok pribadi

 

Berdiri di jantung Ibu Kota, Ashley Hotel Jakarta berlokasi sangat strategis dengan kawasan bisnis. Hotel butik ini bisa ditempuh hanya sekitar 16 menit dengan berjalan kaki dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan sekitar 22 menit dari Monumen Nasional (Monas) atau hanya 6 menit dari kawasan perempatan Sarinah.

Secara jarak, Hotel di Jalan Wahid Hasyim Jakarta Pusat itu hanya 0,2 kilometer dari pusat makanan Jalan Sabang, sekitar 0,5 kilometer dari Pusat Perbelanjaan Sarinah, dan sekitar 1,4 kilometer dari Pusat Grosir Tanah Abang.

Dari Grand Indonesia dan Plaza Indonesia Shopping Mall, hotel bisnis ini bisa diakses dalam 1,7 kilometer. Begitu juga dengan jarak yang sama dari Monas.

Dari Bandara Soekarno-Hatta, hotel ini bisa diakses sekitar 28 kilometer. Tentunya bisa diakses melalui taksi, transportasi umum bus hingga kereta bandara.

Dengan lokasi strategis itu mendorong Hotel Ashley cocok bagi pebisnis yang ingin mengadakan rapat besar maupun rapat kecil, baik dengan rekan internal atau rekan bisnis besar.

Awalnya, saya tidak berpikir untuk memasuki hotel ini. Kesannya yang eksklusif malah bikin aku minder sendiri.

Namun, saat BloggerDay 2018 di Ashley Hotel Jakarta bersama BloggerCrony Community 3rd Anniversary, saya tidak berpikir dua kali untuk ikutan.

Hotel di Jalan Wahid Hasyim Jakarta Pusat itu mudah dijangkau, baik via kereta komuter, taksi, ojek atau jalan kaki sekalipun. Akhirnya rasa minder ku pun sirna karena bisa langsung masuk hotel bisnis paling strategis tersebut.

Saat tiba di lokasi, awalnya aku agak kaget karena tidak ada penjagaan ketat di pintu masuk. Apalagi di lokasi parkir, kebetulan aku membawa sepeda motor.

Perlakuan ini beda saat aku memasuki hotel bisnis lain di pusat bisnis Jakarta. Pemeriksaan ketat mulai harus membuka jok motor hingga tas diperiksa mendetail.

Artinya, pengunjung seakan dimanjakan seperti di rumah sendiri. Tak akan ada pengawasan ketat.

Biasanya, saat berbagai pemeriksaan dilakukan, justru bikin pelanggan enggan. Hotel seakan tempat asing, bukan seperti tempat sendiri yang bisa digunakan untuk menenangkan diri, meski dengan berbagai fasilitas yang diberi.

Yang bikin kaget, parkir motor pun gratis. Aku pikir nanti pas pulang, baru ditarik uang karcis. Ternyata benar gratis dari pagi hingga aku pulang mendekati maghrib pukul 6 sore. Satu hal yang tidak dimiliki hotel bisnis sejenis.

Memasuki lobi hotel, aku sempat kaget dengan desain interiornya yang seakan seperti ruangan rumah pribadi.

Front office Ashley Hotel Jakarta. Foto: Dok Ashley

 

Sofa besar diletakkan di kanan dan kiri pintu masuk, lengkap dengan bantal mungil dan sedang. Rak tertata rapi di berisi pernik mungil untuk mempercantik ruangan.

Di sudut kanan tertata dua desktop monitor. Awalnya ku pikir ini hanya pajangan. Ternyata bisa berfungsi untuk browsing informasi tentang Ashley Hotel Jakarta.

Yang lebih menakjubkan lagi, aroma rempah yang tak akan hilang hingga menuju ruangan meeting. Baunya menyengat tetapi masih segar di hidung.

Bagian resepsionis diletakkan di bagian depan tengah. Paduan warna coklat dan krem putih makin memanjakan mata. Perangkat MacBook Air menjadi pegangan resepsionis manis dan cakep tersebut.

Lantai marmernya juga dibuat elegan, tak banyak warna mencolok, selain warna coklat, krem, dan putih. Bahkan seragam resepsionisnya dibuat semacam berunsur kayu agar tampak serasi dengan bagian tembok.

Ashley Hotel Jakarta ini memang ingin menyuguhkan menginap dan meeting tetapi sensasi berada di rumah sendiri.

Kondisi kamar di Ashley Hotel Jakarta. Foto: Dok Ashley

 

Di berbagai situs pemesanan kamar, hotel ini dibanderol mulai Rp 616 ribu per malam. Biasanya hotel ini ramai saat weekday. Maklum pebisnis memang memanfaatkan hotel Ashley untuk rapat, bukan cuma untuk tiduran.

Makanya, kamar ini selalu penuh saat weekdays, tapi justru longgar di akhir pekan. Kondisi ini pasti berbeda dengan hotel sejenis.

Corporate Marketing Communication Manager Ashley Hotel Jakarta Fawzan Aziima sebagai sponsor utama BloggerDay 2018 mengatakan, hotel ini memiliki 186 kamar (superior, deluxe king, deluxe twin, executive & Ashley Suite) dan 11 meeting room.

Tempat meeting tersebut sudah dilengkapi sistem suara (soundsystem) serta screen dan proyektor LCD.

Untuk ballroom berkapasitas 500 orang akan diresmikan Juli 2018. Akibat banyak kamar dan ruang meeting, Ashley Hotel Jakarta menyebut diri mereka sebagai hotel dengan jumlah kamar dan meeting terbanyak di Jalan Wahid Hasyim Jakarta Pusat.

Fasilitas dan kondisi meeting room di Ashley Hotel Jakarta. Foto: Dok Ashley

 

Hotel Ashley sudah beroperasi sejak November 2016. Agar berbeda dengan hotel bisnis lain, Hotel Ashley menawarkan 3B.

Namun 3B ini bukan seperti syarat untuk memenangkan kontes kecantikan, tapi benar-benar untuk memenangkan hati pelanggan.

Ruang bartender untuk memesan minuman di Ashley Hotel Jakarta. Foto: Didik Purwanto

 

Ashley Hotel Jakarta menjanjikan 3B (Broadband, Bed, and Breakfast). Kenapa broadband di depan? Kok bukan bed? Padahal Ashley Hotel ini pasti jualan kamar.

Fawzan menjelaskan jaringan internet nirkabel ini mutlak disediakan bagi masyarakat milenial, apalagi kalangan pebisnis. Jaringan internet kabel ini bahkan bisa diakses gratis hingga di depan teras hotel.

Jangan kaget kalau abang ojek online selalu memenuhi jalan di depan hotel untuk sekadar mencari jaringan internet nirkabel demi mudah mencari pelanggan. Wow

Lebih asyik lagi, jaringan internet nirkabel ini disediakan gratis dan tanpa kata kunci (password). Kalau bisa memudahkan, kenapa bikin ribet? Ga takut rugi? Fawzan justru berani memberikan lebih untuk menerima yang lebih maksimal dari pelanggan.

Urusan bed, Ashley Hotel menyediakan 186 kamar dengan 5 jenis tipe berbeda, mulai superior room (double bed) berukuran 20 meter persegi yang hanya dibuat 30 kamar.

Lalu 30 kamar Deluxe King Room dengan ukuran 22 meter persegi. Deluxe Twin Room disediakan 24 meter persegi dengan 94 kamar.

Untuk yang lebih luas lagi disediakan Executive Room dengan luas 26 meter persegi dan hanya dibuat 30 kamar. Paling luas, Ashley Suite Room yang menyediakan 32 meter persegi dan hanya dibangun 2 unit saja.

Fasilitas kamar tidur di Ashley Hotel Jakarta. Foto: Dok Ashley Hotel Jakarta

 

Uniknya lagi, seluruh tipe kamar ini dilengkapi home speaker portabel dari JBL. Perangkat speaker ini menjanjikan kualitas jernih, baik untuk mendengar musik, lagu atau film dari gawai maupun televisi.

Yang 3B terakhir yakni Breakfast. Di bagian belakang resepsionis ada Adele Dining yang menyediakan makanan dan minuman buffet dan ala carte.

Restoran yang terinspirasi oleh penyanyi Adele ini akan menyediakan menu dari seluruh dunia. Menu akan disajikan cepat dan murah untuk pelanggan yang ingin sarapan dan makan malam. Restoran Adele buka dari 06.00 WIB-10.00 WIB.

Kondisi front office dan adele dining untuk breakfast dan dinner. Foto: Dok Ashley Hotel Jakarta

 

Tempat duduk untuk menikmati makanan ini juga menyenangkan, bahkan jadi spot favorit untuk swafoto. Itulah sebabnya, hotel ini menjagokan tempat makanan sekaligus variasi santapan sebagai menu utama pelayanan.

Ruang Adele yang menyediakan tempat untuk sarapan dan makan malam. Foto: Didik Purwanto

 

Duh, semoga bisa kesampaian menginap di hotel ini. Amiin…

Blogger Day 2018

Apa itu Blogger Day 2018 ? Acara ini digelar Blogger Crony Community (BCC) sebagai ajang kumpul blogger dari seluruh Indonesia. Namun, kebanyakan memang dari Jabodetabek, meski ada juga Blogger dari Bandung dan Pontianak. Wew..kereeen…Niat banget loh..Semangat mencari ilmunya luar biasa.

Tahun ini sudah memasuki tahun ke-3 BCC. Di ulang tahun pertama dan kedua tidak ikut karena masih ada urusan kerjaan. Di tahun ketiga ini, aku wajib ikutan karena lokasi dekat dengan rumah, tempat acara mewah, dan hadiah melimpah.

Saat memasuki meeting room untuk Blogger Day 2018 di Ashley Hotel Jakarta, kebanyakan aku belum mengenal blogger yang datang. Maklum kebanyakan perempuan yang jarang aku temui saat event-event. Ini jadi kesempatan untuk kenalan dan memperbanyak jaringan.

Sebelum ke tempat registrasi, blogger banyak mengabadikan diri melalui swafoto (selfie) maupun wefie (selfie dengan banyak orang).

BloggerDay 2018 memberikan spot foto untuk selfie. Ternyata dekorasi sederhana tapi tetap mewah ini buatan Photobooth Alfa Kreasi.

Spot foto untuk selfie buatan Alfa Kreasi. Foto pribadi

 

Aku senang dengan tumpukan kayu-kayu membentuk kotak kosong dan di atasnya ditaruh lilin. Untuk menambah kesegaran, turut disertakan dedaunan imitasi meski sekilas itu tak akan tampak sebagai dedaunan palsu buat pajangan.

Tempat ini tak pernah sepi buat tempat selfie. Maklum 100 blogger bertemu dan melepaskan rindu sekaligus demi mempercantik linimasa media sosial.

Di sudut meja makanan, Ashley Hotel Jakarta menata dengan apik. Roti dari Anns Bakehouse diburu blogger yang sebelumnya memang belum sarapan sejak dari rumah.

Kopi, teh, dan air mineral pun disajikan untuk menemani roti pengganjal perut sebelum acara BloggerDay 2018 dimulai.

Siangnya, kita dapat makan siang dari Lunch Box Tumpeng Ayu Dapur Solo. Keunikannya, tumpeng itu ditata keren agar tidak tumpah meski bungkusnya dibolak-balik.

Lunch Box Tumpeng Ayu Dapur Solo. Foto: Didik Purwanto

 

Inovasi tersebut belum pernah ku temui sebelumnya. Biasanya saat membungkus tumpeng, pasti isi berantakan sampai rumah. Ide penutup tumpeng tersebut sungguh jenius.

Saat perkenalan dengan BCC BloggerPreneur, mbak Wawa Raji sebagai pendiri Blogger Crony mengenalkan 8 blogger yang memiliki usaha. BCC sangat fokus membantu blogger, tak hanya soal tulisan, tapi pemberdayaan wirausaha. Motivasi sungguh luar biasa dari BCC yang belum pernah kutemukan di komunitas blogger serupa.

Tak lupa, Tuhu Nugraha dari Indosat Ooredoo memberikan tips tentang personal branding blogger. Tipsnya sangat mengena terutama yang bercita-cita sebagai digital influencer. Soal ini, nanti ceritanya dibuat terpisah ah..

Aku harap BCC mau membuat workshop tentang personal branding meski berbayar. Aku yakin pasti masih banyak yang belum mengerti dan mengenal diri pribadi. Aku ini sebenarnya blogger apa sih? Apa campur aduk asal dapat duit segepok? Nah..

Selepas makan siang, BloggerDay 2018 dilanjutkan dengan sesi workshop creative writing and mind mapping oleh Anwari Natari.

Salah satu metode belajar tersukses ini pernah kupelajari saat kuliah. Namun, akibat tak dilanjutkan lagi, metode ini seakan kulupakan dan akhirnya muncul lagi saat ketemu mas Away. Senangnya bisa mengenal masa kuliah dengan metode belajar ini.

Bukan BCC namanya kalau bukan bagi-bagi rezeki. Aneka voucher dan produk disebar, mulai dari Markamarie, Rejuve Skin Lab, hingga Sandeeva Spa & Reflexology. Sayangnya, aku tak berhasil memenangkan satu hadiah itu. Hiks..bukan rezeki gue waktu itu. Sabaaar.

Suasana makin semarak saat mbak Yayat memberikan kesan-kesan saat menjadi Ketua BloggerDay 2018 ini. Acara yang sempat mundur hingga sebulan ini akhirnya terlaksana sukses dengan mendatangkan 100 blogger meski tak menginap seperti BloggerDay 2017 yang menginap 2 hari 1 malam di Bogor, Jawa Barat.

Bagiku, BloggerDay 2018 tetapi di hati dengan memberikan pengalaman bertemu blogger, menggali ilmu dari pakar digital influencer dan pakar creative writing yang  cara pembawaannya bikin gerrrr…serta bisa menikmati hotel bisnis paling strategis di Jalan Wahid Hasyim Jakarta Pusat.

Akhirnya, tiup lilin sebagai pertanda BloggerCrony Community 3rd Anniversary. Semoga tahun depan bisa berjumpa lagi dengan tampilan terbaru dan sponsor makin seru. Dua jempol kuberikan untukmu, BCC Squad.

Happy Anniversary ketiga untuk BloggerCrony.

100 blogger berkumpul saat ulang tahun ketiga Blogger Crony Community di Ashley Hotel Jakarta, Sabtu (17/3). Foto: Dok BCC

Share This :

Ditopuccino: @ditopuccino TechBuzz Thinker ! Cappuccino Lover