Europalia, Pamerkan Seni RI di Eropa

Tahun ini menjadi sebuah kebanggaan bagi seniman Indonesia bisa menampilkan ragam seni budaya di Eropa. Melalui ajang festival Europalia, Indonesia menjadi negara tamu kehormatan di festival yang kini masuk tahun ke-26.

Poster Europalia. Foto: Europalia Indonesia

 

Perhelatan seni dan budaya multidisplin bergengsi dan terbesar ini dilaksanakan setiap dua tahun sejak 1969 di Brussels, Belgia. Festival Seni Europalia Indonesia ini akan berlangsung 104 hari mulai 10 Oktober 2017 hingga 21 Januari 2018.

Festival tersebut melibatkan lebih dari 400 seniman dan budayawan Indonesia pada 226 program acara di berbagai kota di Belgia dan enam negara Eropa lain, yakni Inggris, Belanda, Jerman, Austria, Prancis, dan Polandia.

226 program karya antara lain berupa 69 pertunjukan tari dan teater, 71 musik, 36 sastra, 38 film, dan 14 pameran. Dari beberapa seniman sastra puisi dan prosa yang berangkat ke Brussels, nama-nama penulis yang berpartisipasi dalam memeriahkan ajang ini antara lain Margareta Asmatan, Iksaka Banu, Norman Erikson Pasaribu, Ben Shohib, Zubaidah Djohar, Godi Sawarna, Tan Lioe Ie, Intan Paramadhita, dan Ayu Utami.

Raja dan Ratu Belgia tiba di lokasi pembukaan Europalia Arts Festival Indonesia ditemani Wapres Jusuf Kalla. Foto: Europalia Indonesia

 

Tema-tema film yang akan ditampilkan dalam festival itu antara lain sosial, kaum muda, anak, religi, perempuan, seksualitas, makanan, politik, hingga aksi. Film bertema sosial antara lain Puisi Tak Terkuburkan, Its Not Outside, Negeri Di Bawah Kabut (The Land Beneath The Fog), Nokas, Sang Penari (The Dancer), dan Serpong.

Dua film bertema muda perkotaan yakni Kuldesak dan A Copy of My My Mind. Lima film bertema anak yakni Laskar Pelangi (The Rainbow Troops), Sang Pemimpi (The Dreamer), Jermal, Salawaku, dan Atambua. Dua film bertema arthouse yakni Opera Jawa (Requiem from Java) dan Postcards from the Zoo.

Tujuh film religi yakni 3 Doa 3 Cinta, Tanda Tanya (?), Lewat Sepertiga Malam, Mencari Hilal, Maryam, Generasi Baru, dan Bangkit dari Bayangan. 11 film bertema perempuan yakni Berbagi Suami, Perempuan Punya Cerita, Siti, Pingitan, Athirah, Calalai, About a Woman, Sendiri Dianan Sendiri, Tana Mama, Memoria, dan Tiga Dara.

Tema seksualitas yakni Lovely Man, The Fox Exploits the Tiger’s Might, Fiksi, Selamat Pagi Malam, dan Pertaruhan. Tiga film bertema kuliner yakni Tabula Rasa, Cita-Citaku Setinggi Tanah, dan Banda.

Tujuh film bertema politik yakni Istirahatlah Kata-Kata, Bangkit dari Bisu, After 15 Years, Saudara dalam Sejarah, Atheis, On The Origin of Fear, dan Ziarah. Satu film lama yang juga akan diputar dalam Europalia yakni Saur Sepuh:Satria Madangkara di tema action.

Sutradara dan produser Nan Achnas mengatakan, film-film yang akan diputar dalam festival Europalia ini memakili masyarakat Indonesia sekarang yang cenderung liberal dan moderat. “Ini akan menunjukkan perkembangan film kita di Eropa,” katanya saat konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Selasa (3/10).

Sutradara Nan Achnas dan Nia Dinata saat konferensi pers Europalia Indonesia di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (3/10). Foto: Didik Purwanto

 

Sutradara Nia Dinata mengatakan, tidak mempersiapkan hal khusus untuk festival ini. Filmnya sudah wara-wiri di Eropa, termasuk film Berbagi Suami yang pernah menang di Belgia tahun 2007.

“Mungkin audience di sana sudah ketebak. Tapi ini sudah 10 tahun lebih. Film-film yang akan diputar di sana ini akan menyuguhkan Islam yang tidak selalu represif,” ujarnya.

Europalia akan menjadi katalisator untuk mengenal dan saling memahami seni dan budaya bangsa. Festival ini diharapkan juga akan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara serta menumbuhkan kebanggaan dan memperkaya perbendaraan seni dan budaya bangsa Indonesia.

Eropa saja mau menghargai seni kita, bagaimana dengan kita?

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Europalia, silakan kunjungi:
www.europalia.id atau www.europalia.eu
Facebook: @EuropaliaID @Europalia
Twitter: @id_europalia
Instagram: @id_europalia
#EuropaliaID
#RampaiIndonesiaDiEropa

Share This :

Ditopuccino: @ditopuccino TechBuzz Thinker ! Cappuccino Lover