Dilema Orang China Memilih Nama

Masyarakat China percaya pemilihan nama yang tepat akan membawa keberuntungan hidup dan kesuksesan dalam berbisnis. Masyarakat bahkan rela membayar untuk mendapatkan nama terbaik.

Bagi orangtua di China, memilihkan nama yang tepat untuk anak bahkan menjadi lebih penting. Mereka berusaha membantu anak-anaknya menonjol di negara yang paling padat penduduknya tersebut.

Bazi atau delapan karakter mengacu pada delapan digit angka yang menunjukkan tahun, bulan, tanggal, dan jam lahir. Sumber foto: fengshui.co.id

 

“Orangtua lebih peduli tentang merek pribadi,” kata Zhang Ruxin (37 tahun) yang memiliki bisnis layanan penamaan di Beijing, Qimingtong. Qimingtong pada dasarnya berarti nama jelas.

“Mereka menyadari nama akan mengikuti kehidupan anak seumur hidup dan akan berdampak ke nilai-nilai hidup mereka.”

Qimingtong beroperasi secara daring (online). Orangtua diminta mengisi kuesioner. Zhang menawarkan layanan konsultasi daring melalui aplikasi WeChat yang populer di China.

Nama yang tepat, apalagi mampu terindeks dalam mesin pencari akan menjanjikan sekaligus membuka jalan bagi kesuksesan hidup di masa depan.

Zhang mendirikan Qimingtong pada akhir 2014 bersama mitranya, Chen Jun. Mereka sempat bekerja selama dua dekade sebagai reporter surat kabar sambil mengejar hobi membantu teman dan kolega mencari nama buat bayi-bayi.

Perangkat lunak (software) Qimingtong menggunakan algoritma untuk mengumpulkan nama-nama terbaik bagi bayi. Algoritma disusun berdasarkan respons orangtua dalam menjawab kuesioner yang telah disediakan. Aplikasi tersebut sudah digunakan lebih dari 10 ribu orang.

Zhang dan karyawannya juga membantu nama puluhan bayi yang baru lahir setiap hari melalui pertemuan langsung atau konsultasi secara online. Zhang menerapkan tarif sekitar 400 yuan-10.000 yuan (Rp 792 ribu-Rp 19 juta) untuk konsultasi pribadi.

Liu Qiang, seorang perwira polisi di Provinsi Henan tengah dan istrinya ingin menggunakan metode penamaan modern yang masih memenuhi bazi. Bazi merupakan kepercayaan tradisional untuk menentukan nama seseorang berdasarkan tanggal, bulan, tahun, dan jam kelahiran seorang bayi.

Bazi atau delapan karakter mengacu pada delapan digit angka yang menunjukkan tahun, bulan, tanggal, dan jam lahir. Hal ini diyakini untuk menentukan unsur-unsur alami yang hadir dalam kehidupan seseorang, seperti logam, kayu, air, api, dan bumi. Sebuah nama bisa mengimbangi unsur-unsur kekurangan seseorang anak.

Anak Liu kekurangan elemen kayu sehingga Qimingtong menamainya Bailin, yang menggabungkan karakter pohon dan mitos naga seperti makhluk dari cerita rakyat China. Orangtuanya berharap sang anak mampu memiliki identitas unik, terlepas dari kekurangan elemen kehidupan tersebut. “Kami ingin dia (sang anak) mewujudkan mimpi pribadi (orang tua),” kata Liu (39 tahun).

Nama-nama dewa rezeki sembilan penjuru. Sumber foto: ramalanfengshuiastrologimetafisika.wordpress.com

 

Nama Asing

Masyarakat China yang pindah ke luar negeri atau bekerja untuk perusahaan-perusahaan internasional juga dapat mencari bantuan memilih nama asing.

Lindsay Jernigan (27 tahun) yang tinggal di Shanghai sempat bekerja di Apple, Yoyo, dan Eleven. Dua tahun lalu ia mendirikan BestEnglishName.com. Untuk konsultasi via WeChat demi mencari nama asing, ia memasang tarif 248 yuan (sekitar Rp 480 ribu) selama 30 menit.

Beberapa klien meminta nama-nama bahasa Inggris yang masih mematuhi bazi sehingga memaksa Jernigan harus kreatif. Jika seseorang ingin elemen air, ia mungkin menyarankan pemakaian Brook, Morgan, atau Lindsay. “Tentu saja Anda hanya bisa mendaftarkan nama melalui online. Tapi kami satu-satunya yang benar-benar memahami mentalitas masyarakat China. Penamaan adalah cara ekspresi diri. Permintaan pasti di sini,” kata Jernigan.

Namun tidak semua bisnis penjualan nama China maupun nama asing berbuah kesuksesan. Mao Shandong (74 tahun) yang tinggal di gang sempit di Beijing justru mulai meninggalkan bisnis tersebut. Bisnisnya tertekan usaha daring (online) yang lebih menguntungkan. “Kita tidak bisa hidup dari bisnis ini lagi,” keluh Mao.

Ia siap meninggalkan bisnis meramal nama China. Ia pun mencemooh pesaingnya yang kini makin sukses. “Semua situs online (yang menawarkan bisnis serupa) hanya penipuan. Mereka tidak benar-benar memahami tradisi China,” katanya sambil menghela napas.

Sumber: AFP

Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *