Strategi Samsung Tekan Kerugian

Samsung Electronics akan membagi menjadi dua perusahaan untuk merombak kepemimpinan dan mendongkrak kinerja. Pengumuman muncul saat raksasa Korea Selatan ini memastikan suksesi yang mulus untuk Wakil Ketua Perusahaan Lee Jae-Yong dan keturunan keluarga Lee yang menjadi pendiri Samsung.

Rencana tersebut juga sebagai ujung penarikan global Galaxy Note 7 akibat ledakan baterai serta skandal politik yang melibatkan Presiden Park Geun-hye dan Samsung.

Dalam sebuah pernyataan, Samsung sedang mempertimbangkan membagi sebuah induk usaha serta lini produksi dan unit operasi. Rencana tersebut setidaknya membutuhkan enam bulan untuk mempelajari opsi.

Nantinya, pembayaran dividen kepada pemegang saham akan meningkat, yakni lebih dari 4 triliun won (US$ 3,4 miliar) tahun ini, naik lebih dari 30 persen dibandingkan tahun lalu.

Pilihan lainnya, mencalonkan setidaknya satu anggota dewan independen baru dengan pengalaman perusahaan global dan harus mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Maret 2017.

Rencana pembagian perusahaan ini muncul dari manajer dana Amerika Serikat (AS) Elliott yang sekaligus menguasai 0,62 persen saham Samsung. Elliott bulan lalu mendesak membagi perusahaan menjadi induk usaha (holding) dan operasi perusahaan yang terdaftar untuk merampingkan struktur kepemilikan usaha.

Perusahaan AS ini juga menyerukan peningkatan dividen saham serta penambahan anggota dewan independen baru serta perusahaan tercatat di bursa saham New York.

Keluarga Lee hingga kini mengendalikan Samsung Group, termasuk raksasa Samsung Electronics. “Samsung kini sedang berjuang merombak struktur kepemimpinan,” kata analis Hi Investment & Securities Lee Sang-Hun.

“Pengumuman terbaru menunjukkan perusahaan akhirnya akan membagi perusahaan dengan mendirikan perusahaan holding pada Mei atau Juni tahun depan.”

Namun ia memperingatkan skandal politik yang melibatkan Presiden Park yang melanda perusahaan dapat menunda perbaikan tersebut.

Samsung menghadapi tuduhan menyuap Choi Soon-Sil, teman terdekat Presiden Park untuk memenangkan persetujuan negara atas merger anak usahanya tahun lalu.

Tahun lalu Samsung menggabungkan divisi Cheil Industries dan Samsung C&T untuk memastikan transfer alih generasi mulus ke Lee Jae-Yong yang merupakan keluarga pendiri Samsung.

Samsung sebagai kelompok usaha terbesar di Korea Selatan menyumbangkan 20 miliar won untuk yayasan Choi, menjadikannya salah satu kontributor terbesar. Choi ternyata menggunakan sekitar 2,8 juta euro (US$ 3 juta) dari dana tersebut untuk membiayai pelatihan berkuda putrinya di Jerman.

Kini Kejaksaan Korea Selatan sedang menyelidiki keterlibatan Samsung terhadap skandal Presiden Park. Juru bicara Samsung mengonfirmasi kunjungan Jaksa tapi menolak penjelasan.

Sumber: AFP

Share This :

Ditopuccino: @ditopuccino TechBuzz Thinker ! Cappuccino Lover

View Comments (1)

  • Secara pribadi menurut saya khususnya untuk konteks bisnis ICT di Indonesia di perlukan evaluasi strategi kurang dari 1 tahun sekali, karena melihat faktor eksternal di Indonesia yang cukup kurang bersahabat untuk bisnis ICT khususnya dari sisi politik serta perekonomian di Indonesia secara umum.