Note 7 Tekan Ekonomi Korsel

Sumber foto: CNET.com

Sumber foto: CNET.com

Penarikan besar-besaran ponsel Samsung Galaxy Note 7 dan pemogokan di Hyundai Motor menekan perekonomian Korea Selatan pada kuartal III dengan pertumbuhan paling lambat lebih dari setahun.

Bank Sentral Korea (BOK) mencatat, ekonomi Korea Selatan kuartal III-2016 hanya naik 2,7 persen, laju terlemah sejak kuartal II-2015. “Pertumbuhan manufaktur melambat jauh karena produksi Note 7 dihentikan dan pemogokan di Hyundai Motor memukul produksi, konsumsi, dan ekspor keseluruhan dari industri automotif dan ponsel cerdas,” kata Direktur BOK Chung Kyu-Il.

“Kerugian terkait Note 7 mungkin memiliki dampak lebih lanjut bagi pertumbuhan ekonomi kuartal IV.” BOK memperkirakan prospek pertumbuhan tahun ini sebesar 2,7 persen.

Samsung sebagai produsen ponsel terbesar di dunia mengontribusikan sekitar 17 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Korea Selatan. Samsung telah menarik lebih dari 2,5 juta unit Note 7 setelah laporan perangkat terbakar.

Di sisi lain, puluhan ribu pekerja di Hyundai mogok kerja selama beberapa minggu menuntut upah lebih tinggi. Hyundai memperkirakan kerugian yang disebabkan pemogokan itu mencapai 3 triliun won (US$ 2,6 miliar.

Korea Selatan telah berjuang menjaga perekonomian meski di tengah pelambanan global. Bank Sentral menjaga suku bunga utamanya pada rekor rendah demi memacu pengeluaran domestik.

BOK awal bulan ini memangkas outlook pertumbuhan negara untuk tahun depan menjadi 2,8 persen dari 2,9 persen, setelah mempertimbangkan dampak potensial dari krisis penarikan Galaxy Note 7. Tahun lalu, ekonomi Korea Selatan naik 2,6 persen, terendah sejak 2012.

Sumber: AFP

Share This :

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *