Laba Yahoo Terdongkrak Iklan

44th Annual Meeting of the World Economic Forum, WEF,Yahoo Inc melaporkan peningkatan pendapatan pada kuartal III-2014 sebesar US$ 1,094 miliar, naik satu persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 1,081 miliar. Kenaikan pendapatan didorong bisnis tampilan iklan online di situs perusahaan.

Saham Yahoo pada perdagangan Selasa (21/10) naik 1,1 persen menjadi US$ 40,61 per saham. Pendapatan┬áper saham naik menjadi US$ 0,52 dari sebelumnya US$ 0,33. “Ini merupakan kelanjutan dari apa yang telah kita lihat dua tahun terakhir,” kata analis Pivotal Research Group Brian Wieser.

Untuk pertama kalinya, Yahoo memeroleh pendapatan mobile lebih dari US$ 200 juta pada kuartal III-2014. Yahoo mengharapkan pendapatan seluler bruto setahun penuh mencapai US$ 1,2 miliar.

Pertumbuhan pendapatan Yahoo telah terhenti beberapa tahun terakhir sebagai portal web dan layanan email karena kalah saing dengan Google Inc dan Facebook Inc. CEO Yahoo Marissa Mayer telah mengubah banyak produk Yahoo dan mengefisienkan perusahaan dua tahun terakhir. Namun hingga kini belum mampu menghidupkan kembali pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Yahoo mengatakan, pendapatan iklan mobile menyumbang sekitar 40 persen ke pendapatan Yahoo. Namun jumlah ini turun lima persen pada kuartal III. Pendapatan dari bisnis pencarian naik empat persen menjadi US$ 452 juta.

Yahoo beberapa tahun terakhir meningkatkan investasi di bisnis mobile untuk mendongkrak pendapatan dan laba perusahaan. Yahoo juga telah mengakuisisi beberapa perusahaan penting seperti Flurry (perusahaan analis mobile data), meluncurkan aplikasi baru Yahoo Finance, Yahoo News Digest, aplikasi Yahoo Mail untuk iPad, dukungan majalah digital di Android dan iOS serta navigasi baru Yahoo Answers.

Yahoo juga menambah orang baru yaitu Mike Kail yang ditempatkan sebagai CIO dan SVP Infrastructure untuk memimpin IT dan operasi data center.

Laba bersih termasuk keuntungan dari penjualan saham di Alibaba Group Holding Limited mencapai US$ 6,8 miliar. Namun bila tanpa keuntungan dari Alibaba hanya mencapai US$ 543 juta dibanding periode sama tahun sebelumnya hanya US$ 358 juta.

Sumber: Reuters, Business Insider

Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *