Parkir Mahal di Jakarta

Biaya parkir, baik sepeda motor ataupun mobil di Jakarta kini kian mahal. Untuk gedung-gedung terkemuka, perusahaan pengelola parkir (tentunya atas izin pemerintah daerah) menaikkan menjadi Rp 2.000 per jam untuk sepeda motor dan mobil tentunya di atas itu.

Pengalaman pahitku saat harus membayar parkir dengan harga (menurutku mahal) adalah saat 3 Mei 2013. Saat itu ada liputan di The Plaza Building, samping Plaza Indonesia.

Daripada memutar balik dan harus parkir di belakang gedung Plaza Indonesia (dan menurutku akan lebih jauh), mending saya parkir di wisma Nusantara (apalagi juga lebih dekat dari kosan).

Karena saat itu hari Jumat dan liputan padat, saya harus bergegas untuk pindah ke tempat lain. Namun untuk mengambil motor di parkiran sepertinya susah, karena harus putar balik dan ribet. Saya memilih untuk naik Trans Jakarta biar tidak capek dan praktis. Kebetulan masih ada kartu Jak Card (jadi naik buswaynya seakan gratis, karena sudah ada duit di kartu tadi).

Naasnya, liputan saya balik malam dan saya baru bisa kembali ke parkiran Wisma Nusantara pukul 8 malam. Padahal tadi masuk pukul 9 pagi. Kupikir, biaya parkirnya tidak akan mahal, maksimal Rp 10.000an lah.

Tapi agak syok ketika keluar parkiran. Biaya parkirnya tembus Rp 24.000 untuk 11 jam 16 menit nongkrong di situ.

Biasanya, di dompet tidak pernah membawa uang tunai lebih dari Rp 50.000. Dan ternyata benar. Duitku cuma ada Rp 20.000an.

Beruntung layanan parkirnya menyediakan Flazz dari BCA. Meski saldoku cuma Rp 32.000, kartu itu bisa menyelamatkanku untuk membayar parkir. keluar dari parkiran, masih saja gondok, karena harus mengeluarkan biaya parkir segitu.

Padahal untuk biaya bensin sendiri, saya hanya mengeluarkan maksimal Rp 10.000 untuk 3-4 hari kerja. Ternyata biaya parkir di Jakarta, kejam (untuk warga seperti saya).

Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *