Pria Metroseksual Tak Selalu Gay

Perawatan tubuh bukan hanya diminati kaum hawa. Kaum Adam yang biasa cuek terhadap penampilan pun mulai akrab dengan perawatan tubuh khas kaum wanita.

Dandan rapi, wangi, modis dan postur tubuh ideal menjadi ciri khas pria masa kini. Bahkan nongkrong di butik, fitness center dan salon bukan hal yang tabu bagi kaum Adam untuk memersolek diri.

Hal ini dialami Jo (23), mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Cowok jomblo asal Jakarta tersebut malah sering mengonsumsi kosmetik yang marak diperuntukkan untuk kaum pria. Misalnya parfum, cologne, minyak rambut, shampoo, pembersih muka dan kosmetik lain yang berlabel for men selalu laris manis diburu.

Baginya, perawatan yang kadang dianggap “nyleneh” oleh banyak orang tersebut hanya dianggap hal biasa. “Cewek-cewek sekarang malah senang dengan cowok yang rapi dan selalu merawat penampilan tubuhnya. Aku ingin menjadi salah satu di dalamnya. Tapi aku bukan gay lho,”ungkap penggemar Nagita Slavina ini.

Tak hanya perawatan pribadi, perawatan tubuh kaum yang disebut metroseksual tersebut makin menjamur di mall maupun menjadi bisnis baru kaum metropolis. Di Denpasar telah merebak butik, fitness center bahkan salon yang mengklaim for men bukan lagi for gentle.  Meski tidak hanya menyasar kaum metroseksual, pelanggan tempat tersebut mayoritas mengaku diri sebagai kaum pesolek yang peduli penampilan. “Saya kan juga ingin diperhatikan orang lain. Dengan cara ini asal tidak kemayu semoga akan menarik lawan jenis,”tuturnya.

Muslimin (27), hair draiser Theguh Wijaya Salon di Ramayana Bali Mall cukup banyak melayani kaum metroseksual terutama masalah tatanan rambut. Jenis potongan rambut paling digemari oleh kaum ini adalah jenis Mohawk, Jepang dan Cina. Tipe modis alias klimis pun banyak dicari oleh kaum dandy ini.”Rambut sebagai mahkota manusia juga menjadi penampilan tak terpisahkan dari keseluruhan penampilan badan. Banyak juga yang melakukan keramas, creambath maupun pewarnaan di sini,”ungkapnya yang sering melayani pria dari kalangan remaja sma, mahasiswa,  maupun eksekutif.

Begitu juga dengan kegiatan facial muka yang banyak dikunjungi lelaki pada akhir pekan. Lelaki banyak yang tidak percaya diri jika wajahnya penuh dengan jerawat ataupun komedo (bintik hitam di wajah). “Namun untuk perawatan seperti pedicure, medicure dan lulur masih sangat jarang dilakukan oleh para pria di sini. Mungkin karena malu dan lebih nyaman kalau memakai sendiri di rumah,”tambahnya.

Sumitro (35), pemilik fitness center di kawasan Teuku Umar Denpasar menyatakan pelanggannya makin bertambah. Meski mereka tidak pernah mengaku pria metroseksual, ciri-ciri pria pesolek tersebut telah menunjukkan identitas kaum metroseksual atau pria dengan yang memerhatikan penampilan. “Tahun kemarin hanya puluhan saja. Kini anggota fitness ini membludak lebih dari 10 kali lipat,”katanya.

 Di pusat perbelanjaan seperti Tiara Dewata Denpasar telah menyediakan rak khusus bagi alat kosmetik pria. “Kami hanya memfasilitasi produsen yang membuat varian khusus pria. Produk tersebut akhir-akhir ini makin ramai dicari pembeli,”ungkap Bapak R. Novie Setyo Utomo, manajer Tiara Dewata Denpasar.

Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *