Orang Baik di Jakarta

Hari-hari melelahkan mulai kujalani saat pertama kali di Jakarta… Kebetulan hari ini ada jadwal liputan ke Hotel Shangri-La di jalan Sudirman. Maklum karena ga tahu, jd pusing di depan gedung Bimantara. Mau cari taxi, ojek, angkot, bajaj atau jalan kaki??

Karena dah telat 1/2 jam, akhirnya aku naik ojek. Sempat gontok2an dgn tukang ojek di depan kantor, dbwh jembatan kereta api. “10rb, Bang,”jawabku ketus sambil menunjukkan ke jalan Sudirman.

Akhirnya sang ojek minta 13rb. Jalan dah. Aku melintas jalan Wahid Hasyim dan seterusnya, ga sempat ngeliat plang jalan. Pokoknya sempat lewat kolong jembatan jg termasuk gedung2 pencakar langit. Wuaaaahhh, panaaaaaaaaaaaaasss.

Sampe depan Shangri-La, aku menyodorkan uang 100rb.”Ada kembalian, Bang??”tanyaku.
“Wah..kenapa Mas tadi ga tukar di warung dekat kantor??keluh tukang ojek yg mengaku bernama Bang Kumis.
Aku mencoba mencari di sekitar hotel, sampe satpam pun kuminta tukar uang. Nihil. Nyerah deh.
“Trus gmn, Bang??jawabku bingung.
“Gini aja, Mas aku kasih uang 50rb. Sisanya bisa diambil di depan kantor. Pan Mas kerja di SINDO kan?? apalagi saya adalah pemilik lahan parkir di depan kantor Mas,”sergah Bang Kumis.

Aku menggaruk kepala. Gmn ya?? Aq sempat ragu harus memberikan uang 100rb & hanya kembali 50rb. Ini berarti aku bayar ojek 50rb. Haaa???
“Tenang, Mas. Percaya deh ama Abang. Pokoknya ga akan gue bawa lari tuh duit,” jawabnya dengan logat Betawi pinggiran. (emang tahu logat Betawi pedalaman???)

Bang Kumis menyodorkan uang 68rb. Karena acara dah mulai & daripada telat, mendingan aku terima tawaran itu. Jika uang sisa tidak kembali, aku niatkan sebagai infaq aja. Bismilah. Aq menerima uang itu & lantas masuk ke dalam hotel.
Sepulang dari liputan pukul empat sore, aku langsung ketemu Bang Kumis di bawah jembatan layang. Akhirnya Datang Juga……

“Kehujanan Bang,” seru Bang Kumis sambil menyodorkan uang 15rb. Ini berarti aku bayar ojek seharga 17rb. Ya udah ga apalah, daripada susah. Itung2 bantu orang.

Ternyata masih banyak orang baik di Jakarta ini. Akankah aku menemukan orang baik lainnya di Jakarta ini??

Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *